TikTok Akhirnya “Dibeli” Investor Amerika, Sekarang Mayoritas Milik AS!

Diposting pada

webhostdiy.com — , kabar gembira buat pengguna TikTok di Amerika! Setelah bertahun-tahun drama panas soal keamanan nasional, ancaman ban, dan politik antara AS-China, akhirnya TikTok resmi punya struktur kepemilikan baru. ByteDance, perusahaan induk asal China, sekarang cuma pegang 19,9% saham, sementara sisanya lebih dari 80% dikuasai investor-investor Amerika dan beberapa mitra internasional. Ini berarti TikTok di AS sekarang “kebanyakan milik AS” alias mostly owned by US entities.

Pengumuman resmi datang dari TikTok USDS Joint Venture LLC pada 22 Januari 2026. Mereka bilang joint venture ini dibentuk sesuai Executive Order yang ditandatangani Presiden Trump tanggal 25 September 2025. Tujuannya? Biar lebih dari 200 juta pengguna Amerika plus 7,5 juta bisnis kecil bisa tetap enjoy bikin dan nonton video tanpa takut app-nya diblokir.

Siapa Saja yang Ikut Beli?

Investor utama atau managing investors ada tiga besar, masing-masing pegang 15% saham:

  • Oracle — raksasa teknologi AS yang dulu didirikan Larry Ellison (teman dekat Trump).
  • Silver Lake — firma private equity Amerika.
  • MGX — perusahaan investasi dari Uni Emirat Arab yang fokus AI.

Selain itu, ada banyak investor lain yang ikut nyumbang saham, termasuk:

  • Dell Family Office (punya Michael Dell, bos Dell Technologies).
  • Vastmere Strategic Investments (afiliasi Susquehanna International Group).
  • Alpha Wave Partners, Revolution, Merritt Way (terkait Dragoneer), Via Nova (afiliasi General Atlantic), Virgo LI (dari Yuri dan Julia Milner), plus NJJ Capital (punya Xavier Niel, pengusaha Prancis).

Total, konsorsium ini bikin kepemilikan mayoritas jelas-jelas non-China. Nilai deal-nya disebut-sebut sekitar $14 miliar, meski detail pastinya belum semua dibuka.

Apa yang Berubah Buat Pengguna?

kunjungi laman berita terkini di Indonesiaartnews.or.id

Buat kamu yang scroll TikTok setiap hari, tenang aja: app-nya tetap sama, nggak perlu download ulang atau ganti akun. Data pengguna AS sekarang disimpan di cloud Oracle di wilayah Amerika, dengan proteksi ketat. Algoritma rekomendasi (yang bikin For You Page nagih banget) dilisensikan dari ByteDance, tapi bakal ada pengawasan ekstra soal keamanan.

TikTok USDS Joint Venture juga janji terapkan “safeguards” buat lindungi keamanan nasional, termasuk:

  • Proteksi data komprehensif.
  • Keamanan algoritma.
  • Moderasi konten yang lebih ketat.
  • Jaminan software khusus buat user AS.

CEO TikTok Shou Zi Chew masih duduk di board direksi joint venture ini, bareng perwakilan Oracle, Silver Lake, dan lainnya. Adam Presser, mantan head of operations TikTok, jadi CEO buat operasional TikTok di AS.

Latar Belakang Drama Panjang Ini

Ceritanya dimulai dari kekhawatiran pemerintah AS bahwa ByteDance bisa dipaksa pemerintah China akses data user atau manipulasi konten lewat algoritma. Tahun 2024, Kongres AS (dengan dukungan bipartisan) loloskan undang-undang yang bakal ban TikTok kalau nggak dipisah dari ByteDance. App sempat mati beberapa jam di Januari 2025, tapi Trump langsung tanda tangan executive order buat tunda dan cari solusi.

Akhirnya, setelah negosiasi alot, deal ini kelar tepat sebelum deadline. Ini jadi kemenangan buat Trump administration yang janji lindungi TikTok sambil atasi isu keamanan. ByteDance tetep pegang minoritas saham dan lisensi algoritma, tapi kontrol operasional dan data AS udah lepas dari tangan China.

Dampak ke Depan?

Banyak yang bilang ini akhir dari saga enam tahun yang bikin heboh. TikTok bisa lanjut berkembang di AS tanpa ancaman ban, creator dan bisnis kecil bernapas lega. Tapi ada juga yang ragu: apakah ini cukup buat hilangkan kekhawatiran keamanan sepenuhnya? Atau cuma solusi sementara?

Yang jelas, buat pengguna biasa di seluruh dunia (termasuk Indonesia), TikTok tetap jadi platform favorit. Tren dance, challenge, edukasi singkat, sampe bisnis online — semuanya aman lanjut!

Jadi, selamat ya TikTokers Amerika! App kalian resmi “merica banget” sekarang. Siap-siap konten baru yang lebih “bebas” dan aman dari drama politik internasional. Stay tuned buat update selanjutnya di Webhostdiy.com!