Nvidia Sulap Arsitektur RTX 5090 Jadi GPU Workstation AI Berkapasitas Memori Jumbo

Diposting pada

Webhostdiy.com – Nvidia secara mengejutkan menyulap kartu grafis (Graphics Processing Unit/GPU) gaming GeForce RTX 5090 menjadi sebuah GPU workstation kelas berat untuk kebutuhan komputasi Artificial Intelligence (AI). Selanjutnya, perusahaan teknologi raksasa tersebut secara resmi memberi nama perangkat pemroses raksasa terbaru ini RTX Pro 5500 Blackwell Workstation Edition.

Kamu mungkin langsung bertanya-tanya, kenapa Nvidia sengaja menyulap kartu gaming populer ini menjadi lini profesional? Usut punya usut, hal tersebut terjadi lantaran produk workstation terbaru ini sesungguhnya mengusung dan menanamkan “otak” pemrosesan GPU yang sepenuhnya sama persis seperti RTX 5090, yaitu berupa keping silikon chip GB202 berbasis arsitektur canggih Blackwell.

Meski demikian, pabrikan teknologi raksasa tersebut tentu saja tidak cuma melakukan manuver sekadar ganti nama belaka. Malahan, tim insinyur andalan Nvidia sengaja mendongkrak dan melipatgandakan kapasitas video memory (VRAM) RTX Pro 5500 ini dengan ukuran penampungan yang jauh lebih masif dan mengerikan.

Monster VRAM 84 GB: Rahasia Dapur Konfigurasi Clamshell Terbaru Nvidia

Secara sangat mengagumkan, perangkat RTX Pro 5500 ini langsung mengemas amunisi VRAM raksasa sebesar 84 GB yang mengadopsi standar teknologi GDDR7 paling mutakhir. Oleh karena itu, kapasitas memori super besar tersebut sanggup mencatatkan lonjakan hingga mencapai 2,6 kali lipat jika kita menyandingkannya langsung dengan RTX 5090 versi standar yang cuma dibekali VRAM 32 GB dengan tipe model memori yang sama.

Secara lebih rinci dan mendalam, insinyur Nvidia rupanya menyusun total 28 chip GDDR7 yang mana setiap chip individualnya memiliki kapasitas sebesar 3 GB (apabila kita hitung: 28 chip x 3 GB = 84 GB total VRAM). Sementara itu, susunan papan sirkuit rumit ini sengaja menerapkan konfigurasi fisik clamshell, di mana para teknisi memasang 14 chip secara presisi di bagian depan dan menempatkan 14 chip sisanya di bagian belakang papan sirkuit cetak (PCB) GPU tersebut.

Lebih lanjut, pemrosesan data memori berukuran raksasa ini berjalan melesat cepat pada spesifikasi kecepatan 25 Gbps dengan lebar antarmuka bus 448-bit. Alhasil, kombinasi teknis yang amat bertenaga ini sanggup menghasilkan dan menyemburkan bandwidth transmisi memori yang sangat tebal, yakni menyentuh kisaran angka 1.398 Gigabyte per detik (GB/s).

Sementara itu, saudara kandungnya yakni GPU gaming RTX 5090 sesungguhnya memiliki amunisi VRAM 32 GB GDDR7 dengan dukungan antarmuka bus 512-bit yang lebih lebar. Tidak hanya itu saja, kecepatan memorinya malah melaju sedikit lebih kencang di angka 28 Gbps, sehingga sanggup memunculkan total bandwidth transmisi data puncak hingga menyentuh kisaran 1.790 GB per detik.

Artinya, data teknis di atas secara ringkas menunjukkan bahwa RTX Pro 5500 sebenarnya tidak menawarkan atau menyajikan bandwidth transfer data yang lebih tinggi jika kita bandingkan secara sejajar dengan varian kartu gaming RTX 5090.

Malahan, alih-alih berfokus mengejar rekor kecepatan transmisi data yang lebih tinggi, insinyur Nvidia secara sadar justru sengaja meningkatkan penampungan volume kapasitas memori VRAM semaksimal mungkin demi mampu menangani beban kerja berat yang membutuhkan ketersediaan memori ekstra besar.

Sebab, sebagaimana yang telah diketahui oleh para spesialis dan praktisi teknologi, pemrosesan model kecerdasan buatan (Large Language Model/LLM) berukuran raksasa memang sangat membutuhkan kapasitas memori GPU yang tinggi untuk menampung miliaran parameter rumit serta arus data besar selama jalannya seluruh proses komputasi.

Spesifikasi Monster RTX Pro 5500: Arsitektur Blackwell dan Perkiraan Harganya

Apabila kita mencermati spesifikasi dari sisi inti pemrosesan (core) GPU, RTX Pro 5500 ini secara garis besar memamerkan susunan konfigurasi teknis yang luar biasa mirip dengan saudaranya RTX 5090, di mana kedua akselerator canggih ini sama-sama ditenagai oleh arsitektur GPU Blackwell generasi paling baru.

Bahkan, kedua varian akselerator grafis ini kompak mengaktifkan sebanyak 170 unit Streaming Multiprocessors (SM) dari total keseluruhan potensi 192 SM yang tertanam di dalam kepingan chip GB202. Berkat konfigurasi pemrosesan yang amat perkasa tersebut, kedua GPU ini sanggup mengerahkan dan mengeksekusi sebanyak 21.760 unit CUDA Core secara bersamaan.

Selain itu, dua monster pemrosesan data yang diproduksi dengan memanfaatkan teknologi proses fabrikasi TSMC 4N khusus ini juga turut dibekali dengan 680 unit Tensor Core generasi terbaru untuk mempercepat perhitungan AI, serta menyematkan 176 unit Ray Tracing Core demi mengolah simulasi pencahayaan tingkat tinggi.

Kemudian, dari segi pemakaian energi listrik, GPU kelas profesional ini membutuhkan suplai daya Total Board Power (TBP) puncak yang sanggup menyentuh level 600 Watt. Oleh karena itu, tingkat konsumsi daya pada varian workstation ini terhitung sedikit lebih tinggi ketimbang RTX 5090 versi standar yang tercatat cuma memerlukan konsumsi TBP sebesar 575 Watt.

Di samping itu, jajaran manajemen Nvidia sengaja menempatkan posisi RTX Pro 5500 tepat berada di celah manis antara varian RTX Pro 5000 dan varian kasta tertinggi RTX Pro 6000 dalam hierarki lini produk GPU workstation mereka. Sebagai gambaran perbandingan, kartu profesional tipe RTX Pro 5000 sendiri sudah menyajikan kapasitas VRAM hingga 72 GB, sementara sang kakak utama yaitu RTX Pro 6000 sudah dibekali VRAM monster hingga menyentuh angka 96 GB.

Mesti diakui, pihak Nvidia hingga saat artikel ini dirilis memang masih belum membocorkan atau mengungkap ketersediaan resmi di pasaran maupun mengenai nominal harga patokan pasti untuk memboyong unit RTX Pro 5500 ini.

Akan tetapi, jika kita melihat estimasi harga dari jajaran saudara kandungnya di lini profesional, varian RTX Pro 5000 bersenjata VRAM 72 GB saat ini dipasarkan mulai dari harga 9.209 Dolar AS (atau kurang lebih setara Rp 162 juta). Sementara itu, seri sultan RTX Pro 6000 dijual secara resmi dengan banderol harga mencapai 15.599 Dolar AS (atau kira-kira menembus angka fantastis Rp 275 juta).

Pada akhirnya, berdasarkan kalkulasi cermat serta analisis mendalam yang dirangkum dari media teknologi ternama TomsHardware, ada kemungkinan besar bahwa banderol harga resmi untuk RTX Pro 5500 ini nantinya bakal bertengger persis di tengah-tengah antara nominal harga RTX Pro 5000 dan RTX Pro 6000.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.