Webhostdiy.com – Perancang arsitektur chip raksasa Arm secara resmi memperkenalkan platform komputasi terbarunya yang bernama Compute Subsystems (CSS) for Mobile 2 pada Kamis (10/9/2026).
Sejatinya, CSS for Mobile 2 bukanlah sebuah chipset utuh siap pakai yang bisa langsung pabrikan tancapkan ke dalam bodi smartphone. Sebaliknya, platform komputasi canggih ini beroperasi sebagai fondasi arsitektur awal yang sangat fleksibel bagi para produsen mitra Arm untuk merancang, mengelaborasi, serta mengostumisasi System-on-Chip (SoC) buatan mereka sendiri agar selaras dengan target performa tinggi dan efisiensi konsumsi daya perangkat.
Lebih lanjut, Arm menegaskan bahwa CSS for Mobile 2 hadir sebagai cetak biru platform komputasi baru untuk smartphone generasi mutakhir yang sengaja dirancang khusus guna melahap seluruh beban kerja kecerdasan buatan paling berat saat ini. Oleh sebab itu, fokus pengembangan utamanya tertuju pada sokongan penuh terhadap teknologi agentic AI, yakni sistem kecerdasan buatan masa depan yang sanggup memahami konteks lingkungan pengguna secara mendalam sekaligus mengeksekusi berbagai rentetan tugas rumit secara jauh lebih mandiri.
Lompatan Besar GPU Mali dengan Akselerator AI Khusus
Sementara itu, salah satu komponen utama paling menyita perhatian di dalam CSS for Mobile 2 terletak pada unit pemrosesan grafis teranyarnya, yaitu GPU Arm Mali G2-Ultra NX. Mengagumkannya lagi, raksasa teknologi ini merancang komponen tersebut sebagai GPU seri Mali pertama yang mengemas akselerator neural terdedikasi khusus untuk mempercepat pengolahan algoritma AI secara hardware native.
Selanjutnya, pihak Arm membeberkan bahwa kehadiran akselerator neural terdedikasi tersebut memegang peranan sangat vital untuk menggerakkan teknologi neural graphics mutakhir. Alhasil, teknologi ini sanggup merekonstruksi kualitas gambar yang buram menjadi super tajam, meningkatkan tingkat detail visual secara dramatis, hingga menghasilkan berbagai elemen grafis kompleks berbasis pemrosesan AI secara instan.
Bahkan, Arm berani mengeklaim bahwa arsitektur Mali G2-Ultra NX sanggup menyemburkan tingkat frame rate atau FPS hingga empat kali lipat lebih tinggi jika kita bandingkan secara langsung dengan metode native rendering konvensional pada tingkat konsumsi daya berkelanjutan yang persis sama.
Selain sangat unggul dalam urusan komputasi kecerdasan buatan, GPU canggih ini turut membawa teknologi ray tracing generasi ketiga demi memanjakan para penggemar gim mobile kelas berat. Berkat pengoptimalan arsitektur mutakhir tersebut, performa pemrosesan visualnya melonjak drastis hingga 14 persen saat mengeksekusi gim-gim populer dan meroket 24 persen pada pengujian sintetik benchmark.
Kombinasi Sangar CPU C2-Ultra dan Akselerasi SME2
Beralih ke sektor unit pemroses sentral atau prosesor (CPU), platform CSS for Mobile 2 mempercayakan dapur pacunya pada susunan Arm C2 CPU cluster yang memadukan dua racikan inti utama berkinerja tinggi, yakni C2-Ultra dan C2-Pro.
Di satu sisi, inti pemroses C2-Ultra memikul tugas berat untuk memberikan performa komputasi puncak tanpa kompromi sewaktu pengguna menjalankan aplikasi yang sangat menuntut daya. Di sisi lain, inti C2-Pro berfokus penuh untuk menjaga efisiensi penggunaan daya energi agar smartphone tetap adem saat menangani beban kerja harian secara berkelanjutan.
Sebab itulah, Arm berani menjamin bahwa C2-Ultra sanggup menyemburkan performa pemrosesan single-thread hingga 15 persen lebih kencang apabila kita bandingkan dengan generasi pendahulunya, yaitu C1-Ultra. Di samping itu, ketika prosesor ini dipaksa bekerja pada tingkat performa yang setara, tingkat konsumsi daya listriknya justru tercatat 38 persen jauh lebih hemat.
Guna memperkuat taji komputasi cerdasnya, CPU bertenaga ini pun disemprotkan dua unit akselerator Scalable Matrix Extension 2 (SME2) langsung di dalam silikonnya. Akibatnya, pemrosesan berbagai matematika matriks serta algoritma AI dapat berjalan super cepat secara langsung di dalam perangkat tanpa perlu bergantung pada koneksi internet server awan.
Oleh karena itu, pihak Arm menegaskan kembali bahwa lonjakan kemampuan komputasi matriks dari unit SME2 ini berhasil mencapai angka dua kali lipat lebih tangguh dibanding rancangan arsitektur generasi sebelumnya.
Dampaknya, keunggulan arsitektur baru ini terbukti secara nyata mampu mendongkrak kinerja pemrosesan model bahasa berukuran kecil atau Small Language Models (SLM) hingga 70 persen lebih cepat dan responsif.
Nah, pada akhirnya kolaborasi harmonis antara CPU, GPU, serta akselerator SME2 berhasil menjadikan CSS for Mobile 2 sebagai solusi paling ampuh dalam mengeksekusi aneka kebutuhan AI modern di smartphone. Hasilnya, berbagai fitur futuristik seperti asisten pintar serba bisa, penerjemahan bahasa secara langsung, analisis AI multimodal, hingga manipulasi grafis tingkat tinggi kini bisa berjalan sangat mulus dalam genggaman.
Meskipun demikian, pihak Arm sampai saat ini memang belum mengumandangkan jadwal pasti kapan para vendor pembuat chip global akan mulai mengadopsi CSS for Mobile 2 sebagai acuan desain resmi untuk produksi massal.
Namun demikian, Arm sudah menyediakan seluruh perangkat lunak pendukung beserta kit pengembangan sistem terlengkap demi membantu para produsen mitra dalam memaksimalkan potensi raksasa dari CPU, GPU, dan akselerasi AI pada platform tersebut, sebagaimana dirangkum dari laporan GSMArena.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
