webhostdiy.com Bayangin aja, suatu hari nanti kamu nggak perlu lagi ngeluarin hape dari saku buat cek pesan, foto, atau tanya-tanya AI. Cukup angkat kepala, lihat sedikit ke atas, dan info langsung muncul di depan mata lewat kacamata yang kamu pakai sehari-hari. Kedengarannya kayak film sci-fi? Tapi menurut Mark Zuckerberg, CEO Meta (yang dulu Facebook), ini bukan mimpi lagi—ini masa depan yang sebentar lagi datang!
Baru-baru ini, dalam panggilan earnings call Q4 2025 Meta, Zuckerberg ngomong blak-blakan soal visi besarnya. Dia bilang, “Sulit bayangin dunia beberapa tahun ke depan di mana sebagian besar kacamata yang orang pakai bukan kacamata AI.” Wah, berani banget ya pernyataannya! Dia bahkan membandingkannya dengan masa lalu, saat smartphone mulai menggantikan feature phone atau hape jadul yang cuma bisa nelpon dan SMS. “Dulu jelas banget, flip phone bakal jadi smartphone. Nah, sekarang kita lagi di momen serupa dengan kacamata pintar,” katanya.
Ide utamanya sederhana: kacamata AI ini bisa “lihat apa yang kamu lihat, dengar apa yang kamu dengar, ngobrol sama kamu, dan bantu sepanjang hari.” Bayangin lagi jalan-jalan, lihat landmark, terus kacamata langsung kasih info sejarahnya. Atau lagi masak, tanya resep, dan petunjuk muncul tanpa harus pegang hape yang kotor minyak. Lebih keren lagi, generasi mendatang bisa punya heads-up display custom yang muncul langsung di bidang pandang, dikontrol lewat gerakan tangan pakai wristband khusus seperti Meta Neural Band.
Kenapa Zuckerberg begitu yakin? Karena bisnis kacamata AI Meta lagi meledak! Penjualan kacamata mereka (terutama kolaborasi dengan Ray-Ban) naik tiga kali lipat dalam setahun terakhir. Bahkan dia sebut ini salah satu produk elektronik konsumen yang paling cepat tumbuh sepanjang sejarah. Mulai dari Ray-Ban Meta yang punya kamera, speaker, mikrofon, dan asisten AI, sampai model terbaru seperti Meta Ray-Ban Display yang punya layar kecil di lensa buat nunjukin notifikasi, preview foto, terjemahan langsung, atau bantuan AI tanpa ganggu pandangan.
.kunjungi laman berita terkini diIndoneisaartnews.or.id
Zuckerberg juga nyinggung soal miliaran orang di dunia yang pakai kacamata atau lensa kontak buat koreksi penglihatan. Nah, kenapa nggak upgrade aja ke versi pintar? Ini mirip seperti dulu orang upgrade dari hape biasa ke smartphone—karena lebih nyaman, lebih powerful, dan akhirnya jadi kebutuhan sehari-hari.
Tapi, apakah benar kacamata AI ini bakal “membunuh” smartphone sepenuhnya? Zuckerberg sendiri bilang, platform baru biasanya nggak langsung ganti yang lama, tapi pelan-pelan mengambil alih peran utama. Smartphone mungkin tetap ada, tapi lebih kayak komputer di rumah—dipakai buat hal-hal berat. Sedangkan kacamata AI jadi perangkat harian yang selalu dipakai, bikin kita lebih “hadir” di dunia nyata daripada terus nunduk ke layar hape.
Meta lagi all-in banget di sini. Mereka investasi besar di AI dan hardware wearable, termasuk prototipe Orion AR glasses tahun lalu yang udah nunjukin potensi augmented reality beneran. Kolaborasi dengan EssilorLuxottica (pemilik Ray-Ban) bikin desainnya stylish, nggak kayak gadget aneh yang bikin orang malu pakai. Harga mulai dari ratusan dolar, tapi kalau lihat tren, banyak yang rela bayar lebih buat pengalaman ini.
Tantangannya tentu ada: privasi (kamera di mata orang), baterai yang harus tahan lama, dan tentu saja kompetisi dari raksasa lain seperti Apple dengan Vision Pro atau Google yang juga lagi garap AR. Tapi Zuckerberg optimis, karena Meta punya keunggulan di AI personal (lewat Llama model) dan jaringan sosial yang besar buat integrasi.
Jadi, apakah dalam 5-10 tahun lagi kita semua bakal pakai kacamata AI sebagai “smartphone baru”? Menurut bos Meta, iya—dan dia lagi berusaha keras biar Meta yang memimpin revolusi ini. Kita tunggu aja perkembangannya. Siapa tahu, besok pagi bangun tidur, yang pertama kamu pakai bukan hape, tapi kacamata pintar yang langsung bilang, “Selamat pagi! Cuaca hari ini cerah, yuk jalan-jalan?”
Buat kamu yang penasaran sama dunia tech masa depan, pantengin terus update dari Meta. Siapa tahu, kacamata AI ini bakal jadi barang wajib kayak hape sekarang. Seru banget kan idenya?
