100 Tahun TV: Rahasia dari Kotak Ajaib ke Pintar Ngegas!

Diposting pada

webhostdiy.com, sobat tech! Bayangin deh, dulu TV cuma kotak kayu sederhana yang dirakit dari barang-barang biasa, sekarang malah jadi perangkat pintar yang bisa streaming Netflix, main game, bahkan ngontrol rumah pintar. Tahun 2026 ini, kita lagi ngerayain ulang tahun ke-100 televisi, tepatnya sejak demo pertama di tahun 1926. Gimana sih perjalanan panjangnya? Yuk, kita kupas tuntas dalam gaya santai, biar kamu penasaran terus bacanya. Siap-siap, ini bakal bikin kamu appreciate lebih sama TV di rumah!

Semuanya dimulai dari dasar banget. Pada tahun 1831, dua ilmuwan jenius, Joseph Henry dan Michael Faraday, nemuin gelombang elektromagnetik yang jadi pondasi segala teknologi komunikasi modern. Ini kayak batu pertama yang ngebangun istana besar. Tanpa itu, gak ada radio, telepon, apalagi TV. Lanjut ke 1880-an, Alexander Graham Bell (penemu telepon) dan Thomas Edison mulai mikir: “Kenapa gak bisa kirim gambar juga selain suara?” Ide gila mereka ini ngebuka jalan buat eksperimen selanjutnya.

Nah, masuk ke era penemuan sungguhan. Di akhir 1800-an, Paul Gottlieb Nipkow, seorang insinyur Jerman, bikin yang namanya Cakram Nipkow. Ini alat sederhana berupa piringan berlubang yang bisa memindai gambar dan mengirimkannya lewat sinyal. Bayangin, kayak roda gigi yang muter-muter buat bikin gambar bergerak. Ini jadi dasar TV mekanik pertama. Tapi, Nipkow gak sempet bikin prototipe lengkap, cuma ide aja yang revolusioner. Fast forward ke 1920-an, John Logie Baird dari Skotlandia ambil alih. Dia yang bener-bener bikin TV mekanik pertama. Pada 1925, Baird demo gambar bergerak pakai boneka ventriloquist-nya. Dan puncaknya, tahun 1926, dia nunjukin transmisi wajah manusia hidup di depan 40 saksi. Wow, ini momen bersejarah! Dari situ, TV mulai dikenal sebagai “kotak ajaib” yang bisa bawa dunia ke ruang tamu.

Gak lama kemudian, kompetisi ketat. Di Amerika, Philo Farnsworth, cowok muda berusia 21 tahun, nemuin TV elektronik pada 1927. Dia pakai tabung sinar katode (cathode ray tube) buat bikin gambar lebih jernih tanpa bagian mekanik yang ribet. Sementara itu, Vladimir Zworykin dari Rusia, yang kerja di RCA, sempurnain teknologi ini pada 1923. Zworykin bikin ikonoscope, kamera TV pertama yang bisa nangkep gambar secara elektronik. Hasilnya? TV elektronik lahir, dan ini yang kita pakai sampe sekarang. Bayangin, dulu gambarnya kasar, hitam putih, resolusi rendah, tapi udah bikin orang ketagihan.

kunjungi laman berita terbaru di Indonesiaartnews.or.id

Perkembangan TV gak berhenti di situ. Pada 1930-an, siaran publik mulai marak. BBC di Inggris mulai tayang reguler tahun 1936, sementara di AS, setelah Perang Dunia II, TV baru booming. Tahun 1941, standar siaran resmi diluncurkan di Amerika pakai teknologi Farnsworth dan Zworykin. Masuk 1950-an, TV warna muncul! CBS perkenalkan sistem warna pertama pada 1951, meski awalnya mahal dan gak populer. Tapi, tahun 1960-an, TV warna jadi standar, bikin tayangan lebih hidup. Ingat gak, dulu orang pada excited liat kartun atau film berwarna?

Di Indonesia sendiri, TV baru masuk tahun 1962 lewat TVRI, yang siarin langsung HUT RI ke-17. Awalnya cuma hitam putih, tapi lambat laun berkembang. Dari analog ke digital, perubahan besar terjadi di 1990-an. General Instrument Corporation perkenalkan TV digital pertama tahun 1990, yang bikin gambar lebih tajam, suara jernih, dan channel lebih banyak. Di Indonesia, migrasi ke digital resmi dimulai 2022, bikin TV lama harus pakai set-top box.

Sekarang, era smart TV! Mulai sekitar 2010-an, TV gak cuma buat nonton siaran biasa. Samsung dan LG perkenalkan smart TV yang connect ke internet, punya app store kayak smartphone. Kamu bisa streaming YouTube, Netflix, bahkan belanja online dari sofa. Teknologi OLED dan QLED bikin layar tipis, fleksibel, dan resolusi 8K yang super detail. Tambah lagi fitur AI, seperti voice control dengan Google Assistant atau Alexa, yang bisa nyalain lampu rumah atau cari resep masak. Gila gak sih? Dulu TV dirakit dari tabung vakum dan kawat, sekarang penuh chip pintar dan sensor.

Dampaknya ke masyarakat? Besar banget! TV ubah cara kita dapat info, hiburan, dan bahkan pendidikan. Dulu, orang kumpul keluarga nonton sinetron bareng. Sekarang, dengan smart TV, anak muda lebih suka binge-watching series. Tapi ada sisi gelapnya: overconsumption konten bisa bikin kecanduan, atau isu privasi karena TV pintar bisa track data kamu. Di sisi lain, TV bantu penyebaran berita global, seperti Olimpiade atau berita politik, yang nyatuin dunia.

Masa depan TV gimana? Kayaknya bakal lebih integrated dengan VR/AR, layar gulung, atau bahkan hologram. Bayangin, nonton bola kayak lagi di stadion beneran! Atau TV yang bisa detect mood kamu dan saranin film sesuai. Evolusi ini bukti bahwa inovasi manusia gak ada batasnya.

Jadi, selamat ulang tahun ke-100, televisi! Dari benda sederhana yang dirakit ala DIY, sekarang smart semua. Buat kamu yang baca di Webhostdiy.com, mungkin ini inspirasi buat bikin proyek tech sendiri, kayak modifikasi TV lama jadi smart. Share pengalamanmu di komentar ya!