Webhostdiy.com – Pernah kebayang nggak sih, konsol genggam sebesar tablet ini bisa se-dominan itu? Yap, Steam Deck! Si kecil hijau dari Valve ini ternyata masih perkasa dan belum mau lengser dari tahta konsol handheld PC. Selama tiga tahun lamanya sejak pertama kali meluncur ke publik, posisinya sebagai raja di kelasnya belum ada yang berhasil menggeser. Bukan isapan jempol belaka, ini semua berdasarkan data keras dari lembaga riset pasar terkemuka, IDC.
Dominasi Mutlak di Tengah Gempuran Pesaing
Coba bayangkan, selama rentang waktu 2022 hingga 2024, Valve secara konsisten mengirimkan lebih dari 3,7 juta unit Steam Deck ke seluruh penjuru dunia. Jumlah itu bukanlah angka kecil, bahkan jika kita bandingkan dengan para pesaingnya seperti Asus ROG Ally, Lenovo Legion Go, dan MSI Claw, semuanya masih tertinggal jauh. Dengan kata lain, konsol besutan Valve ini benar-benar menunjukkan taringnya di kancah persaingan yang kian panas.
Memang, jika kita melihat total keseluruhan pengiriman konsol handheld gaming PC pada periode yang sama, angkanya mencapai 5,9 juta unit. Dari total tersebut, Steam Deck menyumbang lebih dari separuhnya, tepatnya sekitar 3,7 juta unit. Sementara itu, sisanya yang berjumlah sekitar 2,2 juta unit merupakan gabungan dari berbagai merek lain yang mencoba peruntungan di pasar ini. Sungguh pencapaian yang luar biasa untuk sebuah produk yang tergolong masih baru di industrinya.
Namun, perlu kita sadari bersama, angka 5,9 juta unit dalam tiga tahun ini sebenarnya terbilang kecil jika kita membandingkannya dengan raksasa lain di dunia konsol genggam, yaitu Nintendo. Ambil contoh Nintendo Switch 2, konsol generasi terbaru mereka berhasil terjual lebih dari 17 juta unit hanya dalam waktu sekitar tujuh bulan sejak diluncurkan pada Juni 2025. Bayangkan, seluruh pasar handheld gaming PC selama tiga tahun hanya sekitar sepertiga dari penjualan Switch 2 dalam periode yang jauh lebih singkat! Ini membuktikan bahwa masih ada samudra luas yang harus diarungi oleh para pemain PC.
Kenapa Steam Deck Masih Juara? Padahal Pasar Masih Sangat Muda
Jika kita melihat perbedaan penjualan yang begitu kontras dengan Nintendo Switch, sebenarnya hal ini tidak perlu membuat kita terkejut. Mengapa demikian? Karena pasar konsol genggam berbasis Windows dan PC ini memang masih tergolong sangat baru, bagaikan anak bawang yang baru mulai merangkak. Berbeda dengan Nintendo yang sudah malang melintang memproduksi perangkat handheld sejak era 1980-an, pasar ini baru benar-benar bergeliat setelah Valve memberanikan diri meluncurkan Steam Deck pada Februari 2022.
Pada tahun kelahiran Steam Deck tersebut, IDC mencatat bahwa sebanyak 1,62 juta unit handheld gaming PC dikirimkan secara global. Menariknya, seluruh pengiriman pada tahun itu murni berasal dari Steam Deck karena saat itu belum ada kompetitor utama yang berani masuk ke arena. Valve benar-benar menikmati masa keemasan tanpa pesaing.
Memasuki tahun 2023, persaingan mulai terasa memanas. Para kompetitor seperti Asus ROG Ally, Lenovo Legion Go, dan MSI Claw mulai bermunculan dan ikut meramaikan pasar. Meskipun demikian, Steam Deck tetap tidak tergoyahkan dan masih berhasil menguasai lebih dari 50 persen total pengiriman handheld gaming PC pada tahun tersebut. Ini menunjukkan bahwa meskipun banyak pilihan, konsumen masih sangat percaya pada produk besutan Valve.
Lalu bagaimana dengan tahun 2024? Meskipun persaingan semakin ketat, pangsa pasar Steam Deck diperkirakan masih kokoh di angka sekitar 48 persen. Angka ini sangat impresif mengingat para pesaing sudah mulai mengeluarkan berbagai strategi untuk menarik perhatian para gamer. Valve sepertinya berhasil mempertahankan loyalitas penggunanya.
Proyeksi Masa Depan: Masih Adakah yang Bisa Menandingi?
Secara keseluruhan, IDC telah merangkum estimasi pengiriman gabungan dari Steam Deck, Asus ROG Ally, Lenovo Legion Go, dan MSI Claw dari tahun 2022 hingga 2024, beserta proyeksi untuk tahun 2025. Angkanya cukup fluktuatif namun tetap menunjukkan tren yang menarik untuk diikuti. Pada 2022, totalnya mencapai 1,62 juta unit, lalu melonjak signifikan di 2023 menjadi 2,87 juta unit. Sayangnya, di 2024 angkanya turun menjadi 1,49 juta unit, namun diprediksi akan bangkit lagi di 2025 dengan estimasi 1,93 juta unit.
Namun yang perlu kita garis bawahi, angka-angka dari IDC ini belum mencakup sejumlah handheld gaming PC dari perusahaan asal China seperti GPD, Ayaneo, hingga OneXPlayer. Jika semua merek tersebut dihitung, maka pasar handheld gaming PC secara keseluruhan kemungkinan besar akan jauh lebih besar dari estimasi yang telah dipaparkan di atas. Ini artinya, potensi pasar ini masih sangat luas dan masih akan terus berkembang seiring waktu.
Jadi, buat kamu yang masih ragu mau beli handheld PC, Steam Deck jelas masih jadi pilihan utama yang sulit dikalahkan. Dominasinya di pasar bukan tanpa alasan, performa dan ekosistemnya memang juara!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
