Webhostdiy.com – Sony akhirnya secara resmi meluncurkan kamera sinema full-frame terbaru mereka, Sony FX5, yang langsung menjadi anggota anyar dalam jajaran Cinema Line yang prestisius. Kehadiran kamera ini tentu saja menyasar para pembuat film profesional, videografer handal, hingga kreator konten papan atas yang selama ini mendambakan perangkat ringkas tanpa mengorbankan kemampuan perekaman video kelas sinema. Memang, di tengah persaingan kamera yang semakin ketat, Sony sepertinya tidak main-main menghadirkan teknologi mutakhir dalam bodi yang tergolong kompak.
Yang paling menarik perhatian dari FX5 adalah kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau AI yang canggih, dan fitur ini benar-benar membantu kamera melacak subyek secara otomatis selama proses perekaman berlangsung. Sistem pelacakan subyek pintar ini mengandalkan chip AI khusus yang sudah dipadukan secara harmonis dengan prosesor Bionz XR2 yang mumpuni, sehingga kamera mampu mendeteksi dan mempertahankan fokus secara real-time pada mata, kepala, maupun tubuh subjek dengan akurasi yang mengesankan. Tidak berhenti di situ, pemanfaatan AI juga merambah ke pengaturan white balance secara otomatis berkat teknologi pembelajaran mesin atau deep learning, dan hasilnya warna gambar tetap konsisten meski berpindah-pindah kondisi pencahayaan yang ekstrem.
Siap-siap Terkesima dengan Kualitas Video 5K dan Frame Rate Gila!
Beralih ke sektor video yang menjadi andalan utama, Sony FX5 mampu merekam video hingga resolusi 5K dengan frame rate 60 fps yang mulus, lalu turun ke 4K 120 fps untuk gerakan yang lebih dramatis, dan bahkan Full HD 240 fps untuk kebutuhan video slow motion yang epik. Sensor kamera ini mengusung stacked CMOS full-frame terbaru dengan tiga native ISO, yakni 800, 4.000, dan 12.800, sehingga kamera ini diklaim mampu menghasilkan gambar minim noise baik saat pengambilan gambar di siang bolong maupun kondisi minim cahaya yang ekstrem. Dalam mode S-Log3 yang legendaris, kamera ini juga mendukung dynamic range lebih dari 15 stop untuk menangkap detail yang lebih baik di area terang maupun gelap, dan ini tentu menjadi kabar gembira bagi para sineas yang menginginkan fleksibilitas grading maksimal.
Open Gate Recording: Fitur Revolusioner yang Pertama di Cinema Line!
Selain AI dan dukungan perekaman hingga 5K yang menggiurkan, Sony FX5 juga dibekali dengan fitur Open Gate Recording yang diklaim sebagai yang pertama di lini Cinema Line Sony, dan fitur ini benar-benar menjadi game changer. Fitur Open Gate memanfaatkan seluruh area sensor berasio 3:2 secara maksimal, sehingga pengguna lebih leluasa melakukan crop ke berbagai format video, seperti horizontal maupun vertikal, pada tahap pascaproduksi tanpa kehilangan kualitas. Lebih mencengangkan lagi, FX5 juga menjadi kamera Cinema Line pertama yang mendukung perekaman RAW 16-bit secara internal menggunakan format X-OCN, dan dengan demikian pengguna tidak lagi memerlukan perekam eksternal yang mahal untuk menghasilkan file video RAW berkualitas sinema.
Didesain untuk Medan Berat: Stabilisasi, Pendingin, dan Layar Lipat
Untuk menunjang penggunaan di lapangan yang seringkali tidak terduga, Sony membekali FX5 dengan stabilisasi gambar optik 5 sumbu yang andal, serta kipas pendingin internal agar suhu kamera tetap stabil dan dingin saat merekam dalam durasi panjang tanpa khawatir overheat. Sony juga membekali FX5 dengan layar sentuh lipat berukuran 3,5 inci yang responsif, serta titik pemasangan aksesori di berbagai sisi bodi kamera, sehingga pengguna bisa memasang aksesori dan perlengkapan tambahan tanpa harus menggunakan camera cage yang merepotkan. Kamera ini juga kompatibel dengan aplikasi Monitor & Control dan Catalyst Prepare untuk mendukung proses produksi hingga penyuntingan video, dan ini memudahkan alur kerja para profesional.
Harga dan Varian: Siapkan Dompet Tebal!
Sony FX5 dipasarkan dalam dua varian yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Paket body only dijual seharga 4.899 dollar AS atau sekitar Rp 88,1 juta, sementara paket yang dibundel dengan adaptor audio XLR baru dibanderol 5.499 dollar AS atau sekitar Rp 98,9 juta. Adaptor audio XLR ini mendukung perekaman audio empat kanal dengan kualitas 32-bit float yang jernih, dan ini sangat penting bagi para sineas yang mengutamakan kualitas suara. Namun perlu dicatat, kamera ini juga bisa dipasangi electronic viewfinder (EVF) OLED, namun aksesori ini dijual terpisah, sebagaimana dirangkum dari Ubergizmo, Sabtu (25/7/2026). Sayangnya, hingga saat ini belum ada informasi apakah kamera ini akan dipasarkan di Indonesia atau tidak, dan kita semua masih menunggu kabar resmi dari Sony Indonesia.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
