webhostdiy.com — Cisco baru saja bikin gebrakan besar di dunia infrastruktur AI! Di acara Cisco Live di Amsterdam baru-baru ini, raksasa networking ini meluncurkan chip switching super canggih bernama Silicon One G300 plus konsep inovatif AgenticOps yang bikin operasional IT jadi jauh lebih pintar dan efisien.
Bayangin aja, di era AI yang haus daya komputasi gila-gilaan, pusat data butuh jaringan yang nggak cuma cepat, tapi juga pintar mengatur lalu lintas data antar ribuan GPU. Nah, Silicon One G300 ini jawabannya. Chip ini punya kapasitas switching 102,4 Tbps (terabit per detik) dalam satu perangkat tunggal. Artinya, dia bisa handle klaster AI skala gigawatt – level yang dibutuhkan buat training model AI generatif besar, inference real-time, sampai workload agentic AI yang lagi ngetren sekarang.
Cisco klaim chip ini pakai teknologi Intelligent Collective Networking yang bisa ningkatin utilisasi jaringan sampai 33% lebih tinggi dibanding setup biasa. Hasilnya? Pekerjaan AI selesai 28% lebih cepat! Ini bukan angka kecil, karena setiap detik GPU idle berarti duit terbuang sia-sia. Dengan G300, data bisa dialihkan secara cerdas kalau ada masalah di jalur, jadi GPU tetap bekerja maksimal tanpa nunggu lama.
Chip ini bakal powering seri switch baru seperti Cisco N9000 dan Cisco 8000, yang dirancang full liquid cooling. Kenapa liquid cooling? Karena bisa hemat energi sampai hampir 70% lebih efisien dibanding pendingin udara konvensional. Cocok banget buat data center hyperscaler, enterprise, atau cloud provider yang lagi bangun infrastruktur AI skala besar. Chip ini programmable banget, jadi perangkat bisa di-upgrade fungsi baru meski udah dipasang, tanpa harus ganti hardware total.
simak juga laman berita terbaru di indonesiaartnews.or.id
Tapi Cisco nggak berhenti di hardware doang. Mereka juga ekspansi AgenticOps, konsep yang pertama kali diluncurkan tahun lalu. AgenticOps ini seperti “AI yang ngurusin infrastruktur AI”. Bayangin AI agent yang bisa otomatis analisis, troubleshoot, dan bahkan fix masalah di jaringan, security, sampai observability – semuanya dengan pengawasan manusia biar tetap aman dan compliant.
Sekarang AgenticOps diperluas ke seluruh portfolio Cisco. Lewat AI Canvas di Nexus One, tim IT bisa ngobrol langsung sama sistem pakai bahasa natural untuk troubleshoot. Misalnya, “Kenapa latency naik di klaster ini?” – AI bakal kasih rekomendasi prioritas, bahkan eksekusi remediate otomatis kalau diizinkan. Ini gabungin telemetry super kaya dari networking, security (termasuk Cisco Security Cloud Control), observability (Splunk), dan lainnya. Hasilnya? Operasional IT yang skalabel, lebih sederhana, dan kurangi kerumitan di era AI.
Cisco bilang ini bagian dari visi unified platform: satu sistem terintegrasi yang cover silicon, sistem, software, optics, sampai security. Mereka lagi bersaing ketat di pasar infrastruktur AI yang diprediksi nilainya ratusan miliar dolar (bahkan disebut $600 miliar boom). Pesaing seperti Broadcom dan Nvidia juga lagi gencar, tapi Cisco posisinya kuat karena punya end-to-end solution – dari chip sampai cara ngelola operasionalnya.
Beberapa customer besar sudah kasih testimoni positif. Misalnya dari du di UAE dan Cirrascale Cloud Services, mereka bilang kombinasi G300, Nexus One, plus AgenticOps bikin data center mereka siap handle demand AI masa depan dengan efisiensi energi tinggi.
Peluncuran Silicon One G300 dijadwalkan mulai tersedia paruh kedua 2026. Buat perusahaan atau provider yang lagi mikir bangun atau upgrade infrastruktur AI, ini bisa jadi game changer. Nggak cuma soal performa mentah, tapi juga bagaimana bikin semuanya berjalan lancar, aman, dan hemat biaya.
Intinya, Cisco lagi tunjukkin kalau mereka bukan cuma pemain networking lama, tapi sekarang jadi pemain kunci di era agentic AI. Siap-siap aja, dunia data center bakal makin seru dengan inovasi kayak gini!
