Logitech Rilis G PRO X3 SUPERSTRIKE, Bawa Fitur Klik HITS dan Performa Sensor HERO 2

Diposting pada

Webhostdiy.com – Panggung megah Logitech G PLAY 2026 mendadak gempar saat raksasa teknologi ini secara resmi memperkenalkan Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE pada 23 September lalu. Kemunculannya jelas mengejutkan publik, sebab sang pendahulu, PRO X2 SUPERSTRIKE, padahal baru saja meluncur pada Februari 2026. Namun, pabrikan ini secara mengejutkan merombak total efisiensi daya mouse nirkabel flagship tersebut lewat kehadiran chip revolusioner baru bernama NxLOGI. Alhasil, perangkat ini sanggup bertahan hingga 135 jam penuh hanya dalam sekali pengisian daya. Durasi monster tersebut mencetak peningkatan fantastis sebanyak 45 jam lebih lama jika Anda membandingkannya dengan generasi terdahulu. Tidak hanya itu, Logitech secara resmi menjadwalkan penjualan perdana di pasar Amerika Serikat mulai 6 Oktober 2026 mendatang dengan label harga sebesar $199,99.

Sepintas, mata telanjang Anda mungkin tidak akan menemukan perbedaan fisik yang mencolok antara PRO X3 SUPERSTRIKE dengan pendahulunya. Kendati demikian, Anda justru bakal tercengang ketika membongkar apa yang tersembunyi di dalam cangkang bodinya. Logitech nyatanya membenamkan perombakan total pada bagian jeroan, mulai dari pembaruan chipset mutakhir, lompatan performa sensor, hingga pemangkasan bobot secara signifikan demi memberikan fleksibilitas maksimal bagi para atlet eSports.

Spesifikasi Monster Logitech G PRO X3 SUPERSTRIKE:

  • Sistem Klik: HITS (Haptic Inductive Trigger System) dengan 10 tingkat aktuasi, 5 tingkat reset rapid trigger, serta 6 level getaran haptic.
  • Sensor: HERO 2 generasi terbaru yang mampu menyentuh 48.000 DPI dan kecepatan lacak 930 IPS.
  • Chipset: NxLOGI dengan efisiensi daya tingkat tinggi.
  • Polling Rate: Mendukung hingga 8 kHz (0,125 ms) baik menggunakan koneksi kabel maupun nirkabel.
  • Konektivitas: Sambungan fleksibel melalui LIGHTSPEED Wireless dan USB-C.
  • Baterai: Tahan 135 jam lebih, didukung pengisian via USB-C atau alas POWERPLAY (dijual terpisah).
  • Bobot: Ekstrem ringan hanya 59 gram (serta 61 gram khusus untuk versi kawasan EMEA).
  • Warna: Varian elegan Midnight Black dan sentuhan mencolok Magenta Eclipse.
  • Harga: Di pasar AS dibanderol sebesar $199,99.

Teknologi Klik HITS: Sayonara Tombol Mekanis dan Latensi Lambat

Mengikuti jejak seri X2, Logitech secara berani meninggalkan penggunaan microswitch mekanis maupun optis konvensional yang kerap mengalami kendala double-click. Sebagai gantinya, mereka menanamkan inovasi canggih bernama HITS (Haptic Inductive Trigger System). Sistem futuristik ini mendeteksi seberapa kuat tekanan jari gamer memanfaatkan sensor induktif berkepresisian tinggi. Selanjutnya, sensasi responsif yang terasa pada ujung jari sebenarnya berasal dari simulasi getaran haptic cerdas, bukan akibat benturan saklar fisik. Berkat ketiadaan saklar mekanis tersebut, pengguna kini memegang kendali penuh untuk mengatur titik aktif setiap klik secara mendalam melalui software Logitech G HUB.

Fleksibilitas kustomisasi yang ditawarkan mouse ini benar-benar tidak main-main bagi kebutuhan kompetitif. Para pemain bisa memilih 10 level aktuasi untuk menentukan seberapa dalam tombol harus ditekan hingga perintah terintegrasi. Selain itu, terdapat 5 level reset rapid trigger yang mengatur seberapa pendek jarak jari harus terangkat sebelum tombol siap Anda tekan kembali. Bahkan, tingkat getaran haptic feedback itu sendiri menyediakan 6 opsi kekuatan yang dapat disesuaikan dengan preferensi kenyamanan tangan. Berdasarkan hasil pengujian internal laboratorium Logitech, latensi respons sistem HITS ini mencatatkan kecepatan hingga 30 ms lebih kencang ketimbang microswitch biasa. Dampaknya sangat masif, terutama bagi para pemain game FPS taktis seperti Valorant atau Counter-Strike 2 yang mengandalkan teknik tap-firing, karena setiap tembakan susulan bakal terlontar jauh lebih instan tanpa penundaan. Menariknya, Logitech menyempurnakan fondasi teknologi ini dari racikan yang telah teruji pada PRO X2 SUPERSTRIKE.

Lonjakan Baterai Monster Berkat Otak Baru Chip NxLOGI

Sisi pembeda paling krusial dari mouse ini terletak pada pemakaian otak pemroses terbarunya. PRO X3 SUPERSTRIKE resmi memegang rekor sebagai lini PRO Series pertama yang mengadopsi chipset NxLOGI buatan produsen tersebut. Pengujian menunjukkan bahwa chipset anyar ini mengonsumsi daya hingga 50 persen lebih hemat, sembari tetap mempertahankan stabilitas transmisi sinyal nirkabel tanpa gangguan. Alhasil, lonjakan performa baterai menjadi nilai jual paling menggiurkan, di mana daya tahan yang semula hanya 90 jam pada seri X2 kini melesat drastis hingga melampaui 135 jam. Jika Anda menggunakannya untuk berlatih game selama tiga jam rutin setiap malam, perangkat ini praktis hanya perlu Anda hubungkan ke pengisi daya sekitar enam minggu sekali.

Tidak berhenti di situ, efisiensi latensi pada polling rate rendah juga mengalami perbaikan yang teramat signifikan. Media penguji independen Club386 mencatat rata-rata latensi input X3 berada pada angka fantastis 0,12 ms saat menggunakan pengaturan 1.000 Hz, sedangkan seri X2 sebelumnya tertahan pada angka 0,31 ms. Peningkatan angka presisi ini sangat krusial mengingat mayoritas pemain profesional tetap memilih polling rate 1 kHz. Pasalnya, penggunaan polling rate ekstrem 8 kHz kerap kali menyerap beban prosesor PC terlalu tinggi hingga memicu masalah microstutter pada beberapa judul game. Di samping itu, bobot fisik mouse ini berhasil dipangkas dua gram sehingga kini menjadi 59 gram saja. Tim teknisi Logitech juga mengatur ulang peletakan komponen internal agar titik berat mouse benar-benar terpusat tepat di bagian tengah bodi. Lompatan performa ini semakin sempurna berkat kehadiran sensor HERO 2 generasi baru yang mampu menyajikan resolusi hingga 48.000 DPI serta kecepatan pelacakan mencapai 930 IPS.

Tampilan Visual Baru dan Kepastian Harga Pasar

Dari segi ergonomi dan siluet luar, bentuk fisik X3 bisa dibilang nyaris identik dengan pendahulunya sehingga pengguna lama tidak akan canggung. Namun, perbedaan visual langsung terlihat jelas pada pilihan warna baru yang jauh lebih segar. Logitech memutuskan untuk memensiunkan kombinasi warna hitam-putih milik seri X2, lalu menggantinya dengan pilihan Midnight Black yang terkesan sangat misterius serta varian Magenta Eclipse yang menggabungkan warna pink neon energik dengan balutan warna hitam doff nan elegan.

Beralih ke masalah finansial, Logitech menetapkan harga jual PRO X3 SUPERSTRIKE di wilayah Amerika Serikat senilai $199,99 untuk kedua opsi warna tersebut. Angka ini menandai kenaikan harga sebesar $20 jika Anda membandingkannya dengan harga rilis perdana PRO X2 SUPERSTRIKE sebelumnya. Adapun proses pengiriman unit ke tangan konsumen akan resmi bergulir mulai tanggal 6 Oktober 2026. Sementara itu, kepastian harga dan jadwal peluncuran resmi untuk pasar Indonesia sampai saat ini belum tercantum secara rinci pada lembar pengumuman global Logitech.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.