Huawei Perkenalkan GT 7 dan GT 7 Pro ke Pasar Dunia, Ini Spesifikasi Unggulannya

Diposting pada

Webhostdiy.com – Baru-baru ini, jagat teknologi global benar-benar dibuat heboh oleh kemunculan dua raja baru dari ranah wearable. Tepat pada Rabu (2/9/2026), Huawei secara resmi memperkenalkan Watch GT 7 dan Watch GT 7 Pro ke pasar internasional. Yang paling bikin decak kagum dan menarik perhatian publik adalah klaim daya tahan baterainya yang luar biasa. Kedua jam tangan pintar ini, menurut pernyataan resmi pabrikan, sanggup bertahan hingga 21 hari penuh tanpa menyentuh kabel charger. Bayangkan saja, hampir sebulan penuh menemani aktivitas Anda tanpa perlu khawatir kehabisan daya!

Dua Ukuran, Satu Kualitas Premium

Ternyata, kejutan tersebut tak berhenti sampai di situ. Versi global dari Huawei Watch GT 7 dan GT 7 Pro ini hadir dengan spesifikasi dan keunggulan teknis yang sama persis dengan seri yang telah lebih dulu meluncur di pasar China. Dari sisi pilihan ukuran, konsumen internasional juga langsung dimanjakan. Huawei Watch GT 7 sengaja disediakan dalam dua opsi dimensi layar, yaitu ukuran 41 mm yang kompak serta ukuran 46 mm yang lebih maskulin. Namun, perlu dicatat bahwa saudaranya yang lebih premium, GT 7 Pro, memilih fokus hanya pada satu varian ukuran, yakni 46 mm, untuk memberikan pengalaman visual yang lebih imersif.

Membahas soal layar, kedua perangkat ini sama-sama mengandalkan panel AMOLED yang tajam dan memukau. Pada varian GT 7 berukuran 41 mm, pengguna akan menikmati bentang layar 1,32 inci, sementara model 46 mm—baik itu GT 7 biasa maupun Pro—mendapatkan layar lebih lapang berukuran 1,47 inci. Ketajaman gambar pun terjamin karena keduanya dibekali resolusi 466 x 466 piksel. Yang lebih mengejutkan, tingkat kecerahan puncak atau peak brightness mampu menembus angka 3.000 nit, membuat layar tetap terbaca jelas bahkan di bawah terik matahari siang bolong.

Dari urusan material, Huawei benar-benar tak main-main dan menunjukkan ambisinya di segmen premium. Watch GT 7 memilih bodi baja tahan karat (stainless steel) yang kokoh, sementara bagian belakangnya disematkan komposit serat yang ringan. Namun, sang kakak kandung, GT 7 Pro, tampil lebih mewah dan eksklusif lagi dengan case berbahan paduan titanium yang super kuat serta panel belakang keramik nanocrystalline yang elegan. Perbedaan kelas ini jelas terlihat, dan kami menilai itu sebagai strategi cerdas untuk memanjakan pengguna dengan selera tertinggi.

Keistimewaan GT 7 Pro tak hanya terletak pada material, tetapi juga pada estetika desain. Huawei menghadirkan sentuhan artistik berupa bingkai berbentuk segi delapan yang mengelilingi layar bundar, sebuah ciri khas yang langsung membedakannya dari saudaranya. Untuk kenyamanan pemakaian, kedua jam tangan ini dilengkapi dengan tali berpengait EasyCross, yang dibuat melengkung ke arah dalam. Hasilnya, pergelangan tangan jadi lebih nyaman dan bebas iritasi, bahkan saat digunakan seharian penuh. Soal warna, GT 7 Pro hanya tersedia dalam tiga pilihan yang terinspirasi dari alam liar, yaitu Wild Yellow yang mencolok, Pine Forest Green yang teduh, dan Carbon Crystal Black yang misterius. Dengan dimensi presisi 45,6 x 45,6 x 11,25 mm dan bobot hanya 55,5 gram, perangkat ini terasa sangat ringan di pergelangan. Sistem penyesuaian talinya pun fleksibel, mampu mengakomodasi ukuran pergelangan tangan antara 140 hingga 210 mm, sehingga cocok untuk hampir semua kalangan.

Fitur Kesehatan Canggih dan Pendamping Olahraga Andal

Memasuki sektor fitur, kedua perangkat ini seakan tak mau kalah dengan smartphone flagship. Huawei membekali Watch GT 7 series dengan beragam pemantauan kesehatan dan olahraga yang bahkan lebih komplit dari pendahulunya. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari GSM Arena, semua varian GT 7 telah mendukung sensor detak jantung optik canggih serta sensor suhu kulit yang akurat. Tak heran jika para atlet dan pekerja kantoran mulai melirik perangkat ini sebagai teman latihan andalan.

Namun, bagi Anda yang menginginkan data kesehatan lebih komprehensif, GT 7 Pro layak dijadikan prioritas utama. Pasalnya, jam tangan ini secara eksklusif menambahkan sensor ECG (elektrokardiogram) untuk memantau aktivitas kelistrikan jantung secara real-time. Dengan demikian, pengguna bisa lebih waspada terhadap risiko kardiovaskular sejak dini. Ini adalah lompatan besar yang membuatnya sangat istimewa di kelasnya.

Bukan cuma kesehatan, sektor olahraga pun menjadi panggung utama bagi kedua smartwatch ini. Keduanya mendukung pelacakan berbagai aktivitas fisik, mulai dari bersepeda di jalan raya, bermain ski di puncak gunung, hingga golf di lapangan hijau. Klaim dari Huawei pun terdengar ambisius, di mana mereka menyatakan algoritma penentuan posisi pada mode ski telah mengalami peningkatan performa lebih dari 50 persen. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para petualang pecinta salju.

Khusus untuk GT 7 Pro, Huawei memberikan tiga mode olahraga tambahan yang sangat dinamis, yaitu ski, bersepeda, dan lari. Ketiganya dirancang untuk memenuhi kebutuhan atlet profesional. Selain itu, sebuah inovasi menarik bernama Mini-Workout Assistant turut hadir. Fitur cerdas ini mampu memantau posisi tubuh pengguna secara aktif dan kemudian memberikan saran gerakan korektif, yang bertujuan efektif untuk mengurangi ketegangan dan cedera otot.

Pantau Emosi hingga Manajemen Tidur, Semua Ada

Beralih ke aspek manajemen kesehatan harian, perangkat ini mendukung pemantauan variabilitas detak jantung atau HRV selama 24 jam non-stop. Fitur manajemen tidur yang canggih juga bekerja otomatis untuk menganalisis kualitas istirahat Anda. Yang lebih unik, ada Emotional Wellbeing, sebuah fitur yang mulai berani mengangkat isu kesejahteraan emosional pengguna. Ditambah lagi, Huawei menyertakan sejumlah fitur riset kesehatan terkait gula darah, pernapasan, dan kondisi tubuh di ketinggian, menjadikannya asisten kesehatan yang sangat lengkap.

Daya Tahan Baterai 21 Hari dan Harga yang Berani

Kembali ke isu baterai, ini menjadi senjata pamungkas yang paling diunggulkan. Untuk varian GT 7 ukuran 41 mm, ketahanannya terbilang cukup tangguh, mampu bertahan hingga tujuh hari dalam penggunaan normal dan bahkan sampai 14 hari jika hanya dipakai untuk keperluan ringan. Sementara itu, sang kakak, Watch GT 7 ukuran 46 mm dan GT 7 Pro, dibekali ketahanan yang lebih dahsyat lagi, yakni 12 hari untuk pemakaian normal. Jika pola penggunaannya lebih hemat, dayanya sanggup melesat hingga 21 hari penuh. Ini benar-benar tolok ukur baru dalam industri wearable.

Bahkan, GT 7 Pro diklaim mampu bertahan hingga 51 jam saat digunakan dalam mode lari dengan GPS yang terus menyala. Angka ini tentu menjadi nilai jual utama bagi para pelari maraton atau pendaki gunung yang membutuhkan navigasi akurat tanpa harus sering-sering berhenti untuk mengisi daya.

Untuk memasuki pasar global, Huawei tidak main-main dalam menentukan banderol. Watch GT 7 dibanderol mulai dari 279,99 poundsterling, atau setara dengan sekitar Rp 6,69 juta. Sedangkan untuk varian premium, GT 7 Pro, harganya dilepas di angka 379,99 poundsterling, yang jika dikonversi menjadi sekitar Rp 9,08 juta. Tentu saja, harga di kawasan Eropa biasanya terpantau lebih mahal akibat perbedaan regulasi dan kebijakan pajak yang lebih tinggi dibanding wilayah Asia. Meski demikian, fitur dan kualitas yang ditawarkan dirasa sepadan dengan setiap penny yang dikeluarkan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.