Hisense Perkenalkan A10 Pro dan A10 Ultra: HP E-Ink dengan Layar Warna Magnetis yang Bisa Dilepas

Diposting pada

Webhostdiy.com Pernah bayangkan punya HP yang layar utamanya nyaman di mata kayak buku elektronik, tapi tiba-tiba bisa disulap jadi smartphone warna-warni buat scroll media sosial atau nonton video pendek? Nah, mimpi itu kini jadi kenyataan! Produsen elektronik raksasa asal China, Hisense, baru saja secara resmi meluncurkan dua penerus andalan di jajaran ponsel e-ink mereka, yaitu Hisense A10 Pro dan A10 Ultra. Peluncuran ini tentu saja langsung menyita perhatian para pecinta teknologi dan pembaca setia buku digital, karena keduanya hadir dengan konsep yang benar-benar segar dan tidak biasa di pasar ponsel saat ini.

Dua Varian Baru yang Melengkapi Seri A10

Kedua model terbaru ini bukanlah pendatang baru yang lahir tiba-tiba. Sebelumnya, Hisense sudah memperkenalkan varian reguler A10 pada bulan Juli lalu, dan kini mereka kembali menambah amunisi dengan memboyong A10 Pro serta A10 Ultra untuk melengkapi ekosistem ponsel e-ink mereka. Jika Anda termasuk penggemar gadget dengan layar yang ramah mata, maka kehadiran duo ini seolah menjadi jawaban atas kerinduan akan perangkat yang menggabungkan kenyamanan membaca dengan fungsionalitas ponsel pintar masa kini. Hisense sepertinya serius banget nih dalam menggarap pasar pembaca digital yang menginginkan perangkat multifungsi.

Seperti pendahulunya, A10 Pro dan A10 Ultra tetap mengusung layar e-ink di bagian depan sebagai ciri khas utamanya. Ya, panel ini sangat mirip dengan yang biasa kita temui pada perangkat e-reader buatan Kindle atau Kobo. Dengan mengusung teknologi ini, kedua ponsel menawarkan pengalaman membaca yang lebih nyaman di mata karena tidak memancarkan cahaya biru yang bisa bikin mata cepat lelah. Namun, calon pengguna juga harus sadar bahwa layar e-ink memiliki refresh rate yang rendah, jadi jangan harap animasi akan semulus layar AMOLED atau IPS pada umumnya. Efek ghosting atau bayangan pada layar mungkin masih terasa, tapi itulah konsekuensi yang harus diterima demi mendapatkan tampilan mirip kertas yang menyehatkan mata.

Layar LCD Warna Magnetis: Inovasi yang Bikin Penasaran

Yang bikin dua HP ini makin unik dan layak diacungi jempol adalah kehadiran layar warna tambahan yang bisa dilepas-pasang di bagian belakang ponsel! Wah, konsep ini benar-benar inovatif dan membedakan A10 series dari kebanyakan smartphone yang hanya mengandalkan satu layar utama. Dengan fitur ini, pabrikan asal China tersebut seolah memberikan dua kepribadian sekaligus dalam satu genggaman. Pengguna bisa menikmati ketenangan membaca teks di layar e-ink depan, lalu ketika bosan, mereka tinggal menempelkan panel warna di punggung HP untuk mendapatkan pengalaman visual yang lebih hidup.

Lewat sentuhan cerdik ini, Hisense seolah memberi kebebasan kepada penggunanya untuk memilih suasana sesuai kebutuhan. Saat ingin fokus membaca buku elektronik atau memberikan anotasi pada dokumen penting, layar e-ink depan adalah pilihan tepat. Namun, ketika tiba waktunya bersantai dan ingin menikmati konten multimedia, mereka bisa dengan mudah memasang layar LCD berwarna yang terpisah. Mekanisme pemasangan dan pelepasan panel belakang ini pun dirancang sangat praktis menggunakan sistem magnetis. Pengguna cukup menempelkan atau melepasnya dengan mudah tanpa perlu alat bantu rumit, sehingga aktivitas berganti mode bisa dilakukan dalam sekejap.

Perlu diketahui, perangkat dengan layar e-ink murni biasanya hanya menampilkan nuansa monokrom hitam-putih alias grayscale untuk meniru tinta asli di atas kertas. Namun, Hisense menyadari bahwa kebutuhan visual manusia tidak melulu hitam-putih. Karenanya, mereka menyediakan layar LCD tambahan berukuran 4,96 inci yang bisa ditempel di sisi belakang. Dengan layar warna ini, aktivitas membuka media sosial seperti Instagram atau TikTok akan terasa lebih seru, menonton video pendek jadi lebih hidup, dan melihat komik atau grafik berwarna pun menjadi pengalaman yang jauh lebih memuaskan.

Meski keduanya mengusung konsep serupa, Hisense memberikan sedikit perbedaan dalam hal kelengkapan aksesori. Model A10 Ultra sudah jauh lebih siap pakai karena layar warna magnetiknya langsung disertakan di dalam kotak penjualan. Pembeli tidak perlu repot-repot mencari aksesori tambahan, cukup buka kotak dan langsung nikmati fitur dual-screen dari hari pertama. Sementara itu, untuk varian A10 Pro, ponsel hanya dibekali dengan kontak magnetik yang terintegrasi pada bodi, sementara layar warna tambahannya dijual secara terpisah. Jadi, jika Anda memilih varian Pro, pastikan untuk mengalokasikan budget ekstra jika ingin menikmati layar warna ganda.

Spesifikasi Tangguh dan Harga yang Bervariasi

Beranjak ke sektor spesifikasi, layar utama kedua ponsel ini sama-sama mengandalkan panel e-ink Carta 1300 berukuran 6,13 inci yang sudah terbukti kualitasnya. Layar ini memiliki resolusi 1.648 x 824 piksel dengan kepadatan mencapai 300 ppi, sehingga teks yang ditampilkan akan terlihat sangat tajam dan nyaris setara dengan cetakan buku sungguhan. Selain itu, panel ini juga mendukung 256 tingkat grayscale dan 36 tingkat pencahayaan depan dua warna, yang memungkinkan pengguna menyesuaikan kecerahan sesuai kondisi lingkungan sekitar.

Berbeda dengan layar ponsel konvensional yang mengandalkan cahaya dari belakang (backlight), panel e-ink pada A10 Pro dan A10 Ultra justru memanfaatkan cahaya lingkungan yang dipantulkan untuk menghasilkan gambar. Karena tidak memancarkan cahaya biru dan tidak mengalami flicker atau kedipan, panel ini sangat ideal untuk aktivitas membaca buku elektronik dalam waktu lama tanpa membuat mata perih atau kepala pusing. Hisense pun dengan tegas mengatakan bahwa layar ini dirancang khusus untuk mendukung produktivitas membaca serta aktivitas belajar yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Tak berhenti di situ, Hisense juga menyematkan chip hardware TCON E-Ink T200 untuk mendampingi layar tersebut. Keberadaan chip ini memungkinkan proses refresh rate layar ditangani secara independen, sehingga sebagian beban kerja prosesor utama bisa berkurang. Hasilnya, pergerakan halaman saat membaca atau scrolling dokumen terasa lebih efisien meskipun refresh rate-nya tergolong rendah. Ini merupakan langkah pintar untuk mengoptimalkan performa perangkat e-ink agar tetap responsif tanpa menguras banyak daya baterai.

Untuk urusan dapur pacu, baik A10 Pro maupun A10 Ultra sama-sama mengandalkan prosesor octa-core Qualcomm QCM6690 yang diproduksi dengan fabrikasi 4 nm. Chip ini tidak hanya mendukung konektivitas 5G super cepat, tetapi juga sudah dioptimalkan secara khusus untuk perangkat e-ink. Hisense mengklaim bahwa ponsel ini secara otomatis bisa menurunkan frekuensi prosesor dan konsumsi daya ketika digunakan untuk aktivitas membaca secara statis, misalnya saat membuka halaman buku dalam waktu lama. Namun, ketika pengguna beralih ke tugas yang lebih berat seperti membuka aplikasi berat atau multitasking, performa prosesor dapat ditingkatkan secara otomatis agar antarmuka tetap terasa responsif dan mulus.

Soal ketahanan daya, kedua ponsel ini dibekali baterai berkapasitas jumbo 4.000 mAh. Dengan kapasitas sebesar itu, pengguna bisa membaca buku berjam-jam tanpa khawatir kehabisan daya. Baterai ini juga mendukung pengisian daya kabel sebesar 18 watt dan pengisian daya nirkabel 15 watt. Khusus untuk varian A10 Ultra, Hisense menambahkan dukungan pengisian daya nirkabel magnetik, sehingga pengisian daya menjadi semakin praktis tanpa perlu repot mencolokkan kabel.

Di sektor fotografi, Hisense tidak tanggung-tanggung membekali duo ponsel ini dengan kamera utama 48 MP di bagian belakang dan kamera depan 8 MP. Meskipun bukan yang terbaik di kelas flagship, kombinasi ini sudah cukup mumpuni untuk kebutuhan dokumentasi sehari-hari atau video call. Fitur menarik lainnya yang turut disematkan adalah NFC untuk pembayaran digital, WiFi 6 untuk koneksi internet super cepat, perekaman panggilan, serta penggandaan aplikasi yang memungkinkan penggunaan dua akun dalam satu perangkat.

Sistem operasi yang dijalankan juga terhitung canggih karena kedua perangkat sudah menggunakan Android 16 sejak pertama kali dinyalakan. Hisense juga berkomitmen untuk memberikan pembaruan sistem serta patch keamanan dalam jangka panjang, sehingga pengguna tidak perlu khawatir perangkatnya akan cepat tertinggal dari segi software. Secara fisik, keduanya memiliki bobot 190 gram dan tersedia dalam dua pilihan warna elegan, yaitu Moon White dan Bamboo Green, yang semakin menambah nilai estetika perangkat.

Tentu saja, semua kecanggihan ini dibanderol dengan harga yang bervariasi tergantung konfigurasi memori. Hisense A10 Pro hadir dalam tiga varian, yakni 8/128 GB seharga 2.799 yuan (sekitar Rp 7,3 jutaan), 8/256 GB seharga 2.999 yuan (sekitar Rp 7,9 jutaan), dan 12/512 GB seharga 3.499 yuan (sekitar Rp 9,2 jutaan). Sementara itu, Hisense A10 Ultra yang lebih premium dibanderol mulai dari 3.198 yuan (sekitar Rp 8,4 jutaan) untuk varian 8/128 GB, 3.398 yuan (sekitar Rp 8,9 jutaan) untuk varian 8/256 GB, hingga 3.898 yuan (sekitar Rp 10,2 jutaan) untuk varian tertinggi 12/512 GB.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada kepastian apakah kedua ponsel inovatif ini akan dipasarkan di luar China, termasuk Indonesia atau tidak. Kita hanya bisa berharap dan menunggu kabar baik dari pihak Hisense, karena jika benar-benar hadir di Tanah Air, tentu akan menjadi angin segar bagi para pecinta buku digital dan pengguna yang menginginkan perangkat ramah mata dengan sentuhan teknologi modern. Sembari menunggu, tidak ada salahnya untuk mulai menabung dari sekarang!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.