Webhostdiy.com – Dunia teknologi kembali digemparkan dengan kabar mengejutkan seputar ponsel anyar yang digadang-gadang sebagai simbol kebanggaan Amerika. Pada Mei 2026 lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan penuh percaya diri meluncurkan smartphone premium bernama Trump Phone T1. Ia mempromosikan perangkat ini sebagai produk yang “dirancang dan dibuat di AS” dengan mengusung nilai-nilai luhur Negeri Paman Sam. Namun, siapa sangka, gebrakan besar ini justru berbalik menjadi kontroversi yang mengundang tanya setelah serangkaian investigasi mendalam menguak fakta di balik layar yang sangat bertolak belakang dengan klaim ambisius tersebut.
PEMBONGKARAN IFIXIT MENGUNGKAP RAHASIA GELAP: TERNYATA MIRIP HTC!
Situs perbaikan perangkat elektronik yang sudah sangat kredibel dan terkenal sedunia, iFixit, melakukan aksi berani dengan menelanjangi Trump Phone T1 melalui proses teardown atau pembongkaran total. Tindakan ekstrem ini mereka lakukan untuk memverifikasi langsung kl-aim-klaim mencolok yang disampaikan oleh tim Trump Mobile. Hasil pembongkaran itu sungguh di luar dugaan dan membuat banyak pihak terperangah. iFixit menemukan fakta mencengangkan bahwa ponsel besutan Trump Mobile tersebut ternyata memiliki kemiripan yang sangat mencolok dan sulit dibantah dengan HTC U24 Pro, yaitu smartphone yang diluncurkan oleh raksasa teknologi asal Taiwan, HTC, sekitar dua tahun sebelumnya, tepatnya pada tahun 2024.
Menurut laporan lengkap yang dirilis iFixit, Trump Phone T1 dan HTC U24 Pro ternyata berbagi sebagian besar komponen inti, spesifikasi teknis, hingga tata letak internal yang terlihat sangat identik. Mereka bahkan menegaskan bahwa perbedaan fisik dan teknis antara kedua perangkat ini dinilai sangat minim dan terbilang amat tipis. Dengan kata lain, apa yang dijual oleh Trump Mobile sebagai produk revolusioner baru ternyata hanyalah wajah lama yang dibalut dengan kemasan berbeda. iFixit pun segera menyimpulkan bahwa kedua ponsel tersebut pada dasarnya memiliki DNA yang sama, meskipun saat ini mereka dipasarkan dengan identitas merek dan narasi pemasaran yang sangat berbeda.
PERBEDAAN MINIM DAN KLAIM “BUATAN AMERIKA” YANG RUNTUH
Dari sisi desain eksterior, Trump Phone T1 memang tampil beda dengan balutan warna emas mewah yang menjadi ciri khasnya. Desain modul kameranya pun sedikit mengalami modifikasi agar terlihat lebih eksklusif. Akan tetapi, semua polesan kosmetik itu tidak mampu menyembunyikan fakta bahwa struktur dasarnya sangat mirip. Kapasitas baterainya juga berbeda, di mana Trump Phone T1 dibekali baterai berkapasitas lebih besar yaitu 5.000 mAh, sementara HTC U24 Pro hanya mengandalkan baterai 4.600 mAh. Untuk urusan pengisian daya, HTC U24 Pro ternyata lebih unggul dengan dukungan fast charging 60 watt, sedangkan Trump Phone T1 hanya mengusung kemampuan fast charging 30 watt yang terbilang standar. Secara keseluruhan, iFixit menyimpulkan bahwa kedua perangkat ini sangat mirip dan dapat dikategorikan sebagai saudara kembar yang dipisahkan oleh strategi pemasaran.
PROSES RAKITAN AKHIR: SIAPA SANGKA HANYA DI AS, KOMPONENNYA DARI CHINA!
Selain mengungkap kemiripan komponen dan tata letak internal, iFixit juga secara blak-blakan mempertanyakan klaim berani Trump Mobile yang menyebut ponselnya sebagai produk yang mengusung nilai dan inovasi Amerika. Ketika tim ahli mereka membongkar perangkat dengan teliti, mereka menemukan tulisan jelas “Assembled in USA” atau “Dirakit di Amerika Serikat” yang tertera pada bodi ponsel. Menurut analisis tajam iFixit, istilah tersebut memiliki makna yang jauh berbeda dengan label “Made in USA” yang berarti diproduksi sepenuhnya di Amerika. Jika benar-benar diproduksi di Amerika, maka seluruh komponen hingga proses pengerjaan seharusnya dilakukan secara utuh di negara tersebut tanpa kecuali. Namun, iFixit justru menduga keras bahwa sebagian besar komponen utama ponsel, termasuk rangka kokoh dan layar sentuh canggihnya, dibuat di pabrik yang sama di China yang juga memproduksi HTC U24 Pro selama ini.
Proses perakitan yang dilakukan oleh tim Trump Mobile di Amerika Serikat pun diyakini hanya sebatas kegiatan perakitan akhir yang sifatnya sangat sederhana, seperti pemasangan baterai dan modul kamera ke dalam bodi yang sudah jadi. Mereka tidak terlibat dalam produksi komponen atau pembuatan motherboard secara keseluruhan. Maka dari itu, iFixit dengan tegas berkesimpulan bahwa Trump Phone T1 lebih tepat dan jujur jika disebut sebagai ponsel yang dirakit di Amerika Serikat, bukan diproduksi secara mandiri di negara adidaya tersebut. Hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi narasi nasionalisme yang selama ini digaungkan oleh tim pemasaran Trump Mobile.
HARGA TAK TERPAUT JAUH, TAPI NILAI TAMBAHNYA DI MANA?
Menariknya, dari sisi harga jual, kedua ponsel ini sebenarnya cukup bersaing ketat dan tidak terpaut jauh. HTC U24 Pro saat ini dibanderol mulai dari 467 dollar AS atau sekitar Rp8,3 juta, sementara Trump Phone T1 dijual dengan harga 499 dollar AS atau sekitar Rp8,8 juta. Dengan selisih harga yang tidak terlalu signifikan ini, konsumen tentu akan berpikir dua kali untuk memilih mana yang lebih layak. Apakah mereka akan membeli merek ternama dengan rekam jejak panjang di industri teknologi, atau memilih ponsel dengan klaim nasionalisme yang ternyata menyimpan banyak misteri di balik kemasannya? Keputusan ada di tangan pembeli, sebagaimana dirangkum dari TechRadar dan Mashable yang juga turut meliput kontroversi ini secara mendalam.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
