Fujian Berhasil Uji Coba EMALS, China Resmi Samai Teknologi Kapal Induk AS

Diposting pada

Webhostdiy.com – Dunia militer internasional mendadak gempar! China akhirnya secara resmi menunjukkan taringnya di lautan lepas. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara Tirai Bambu itu berhasil meluncurkan pesawat tempur dari geladak kapal induk tercanggih mereka, Fujian, dengan mengandalkan sistem ketapel elektromagnetik canggih atau yang akrab dikenal dengan singkatan EMALS (Electromagnetic Aircraft Launch System). Momen bersejarah ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan analis dan pecinta militer karena menandai lompatan teknologi yang sangat signifikan bagi Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (AL Tiongkok).

Tinggalkan Ski-Jump, China Kini Pakai Teknologi Masa Depan

Sebelum kehadiran Fujian yang spektakuler ini, dua kapal induk andalan China, Liaoning dan Shandong, masih mengandalkan metode kuno berupa ski-jump. Sistem lama ini membuat pesawat harus melesat menaiki ujung dek yang melengkung ke atas, persis seperti lintasan pemain ski. Namun, metode tersebut ternyata menyimpan banyak keterbatasan. Akibatnya, kedua kapal induk tersebut hanya mampu mengoperasikan pesawat-pesawat ringan dengan rasio daya dorong mesin yang sangat tinggi. Berbeda jauh dengan Fujian yang kini hadir dengan teknologi mutakhir.

Dengan mengusung sistem EMALS yang revolusioner, kapal induk Fujian tiba-tiba menjelma menjadi monster laut yang sangat ditakuti. Mengapa demikian? Pasalnya, ketapel elektromagnetik ini memungkinkan kapal untuk meluncurkan berbagai macam pesawat tempur berat, pesawat peringatan dini (AWACS) berbobot puluhan ton, drone siluman, hingga pesawat angkut logistik yang selama ini sulit diterbangkan dari dek pendek. Sistem ski-jump jelas sudah tidak mampu lagi mengimbangi kebutuhan alutsista modern yang semakin berat dan kompleks.

Bahkan, kalangan pakar pertahanan menilai EMALS kini telah menjadi tolok ukur atau standar wajib bagi kapal induk generasi baru dunia. Teknologi ini secara perlahan menggantikan peran teknologi jadul seperti ketapel uap dan ski-jump yang sudah mentok kemampuannya. China tampaknya tidak mau ketinggalan dalam perlombaan teknologi maritim ini dan mereka membuktikannya dengan aksi nyata di laut lepas.

Rekaman Eksklusif: J-15T, J-35, dan KJ-600 Sukses Terbang Mulus!

Media militer resmi China baru-baru ini merilis rekaman eksklusif yang langsung menyita perhatian publik. Dalam video yang tersebar luas itu, terlihat dengan jelas bagaimana pesawat tempur andalan Shenyang J-15T, pesawat siluman generasi terbaru J-35, dan pesawat peringatan dini Xi’an KJ-600 berhasil melesat mulus dari dek kapal Fujian berkat tenaga dorong ketapel elektromagnetik. Pemandangan ini benar-benar menjadi tontonan yang mendebarkan sekaligus bukti nyata kesiapan teknis AL China.

Tak hanya menampilkan aksi lepas landas yang spektakuler, rekaman tersebut juga memperlihatkan proses pendaratan pesawat yang aman serta lalu lalang aktivitas di atas dek. Hal ini secara gamblang membuktikan bahwa koordinasi antara sistem ketapel dan sistem penahan pesawat (arrestor gear) berjalan dengan sangat mulus dan terintegrasi sempurna. Semua elemen di dek tampak bekerja bagaikan jarum jam yang presisi.

Kemampuan baru ini jelas membuka peluang besar bagi AL China. Sistem EMALS memungkinkan mereka untuk mengoperasikan pesawat-pesawat dengan bobot jelajah yang lebih besar, termasuk KJ-600 yang sebelumnya sama sekali tidak bisa diterbangkan dari dek kapal induk berteknologi lama. Kini, kapal Fujian mampu membawa kekuatan udara yang lebih lengkap dan mematikan.

Laporan resmi dari pihak militer PLA menyebutkan bahwa uji coba bersejarah ini menandai tercapainya tahap penting, yaitu preliminary full-deck operational capability. Sederhananya, ini berarti kapal induk Fujian secara resmi telah mencapai kemampuan dasar untuk pengoperasian penuh geladak dalam skenario pertempuran. Sebuah pencapaian yang tidak bisa dianggap remeh oleh negara-negara tetangga.

Menariknya, kapal induk Fujian ternyata telah menjalani serangkaian uji laut yang intensif sejak Mei 2024 lalu. Dalam kurun waktu tersebut, kapal raksasa ini diketahui pernah melintasi Selat Taiwan yang sensitif dan bahkan terlihat berlatih di perairan Laut China Selatan yang strategis. Hal ini semakin menegaskan bahwa China serius memproyeksikan kekuatan maritimnya hingga ke kawasan yang diperebutkan.

Meskipun pihak berwenang China tidak memberikan keterangan resmi mengenai tanggal pasti pelaksanaan uji coba ini, publik mencatat bahwa foto dan video peluncuran tersebut dirilis tak lama setelah parade militer akbar di Beijing. Momen itu juga diramaikan dengan penampilan ketiga jenis pesawat canggih tersebut dalam formasi udara yang memukau, semakin menambah kesan bahwa pencapaian ini adalah hadiah spesial bagi kebanggaan nasional.

Tinggal Menunggu Waktu, Fujian Siap Resmi Bertugas!

Melihat kesuksesan ini, analis militer kawakan Carl Schuster, yang juga merupakan mantan kapten Angkatan Laut Amerika Serikat, memberikan prediksi mengejutkan. Ia meyakini bahwa pengresmian kapal induk Fujian sebagai bagian dari armada tempur AL China bisa terjadi dalam hitungan minggu, bukan bulan atau tahun lagi. Prosesnya diprediksi bakal berlangsung sangat cepat.

“Keberhasilan uji coba EMALS di kapal Fujian, yang mencakup peluncuran dan pendaratan, menandakan kapal ini akan segera dioperasikan AL China dalam hitungan minggu,” ujar Schuster dengan tegas saat dikutip dari CNN, Kamis (30/10/2025). Prediksi ini tentu membuat mata dunia internasional tertuju pada langkah selanjutnya dari China.

Saat ini, satu-satunya kapal induk lain di dunia yang sudah menggunakan sistem EMALS adalah USS Gerald R Ford milik Angkatan Laut AS. Kapal super canggih ini pun baru mendapatkan sertifikasi penuh untuk operasi dek penerbangan sejak awal tahun 2022. Artinya, China kini secara resmi telah menyamai Amerika Serikat dalam teknologi ketapel elektromagnetik, sebuah persaingan yang semakin sengit di kancah global.

Tentunya, keberhasilan ini akan meningkatkan proyeksi kekuatan militer China secara drastis. Dengan EMALS, mereka bisa mempercepat persiapan peluncuran pesawat dalam situasi darurat dan memperluas jangkauan operasi tempur hingga ke wilayah yang lebih jauh. Kemampuan ini jelas mengubah peta kekuatan di kawasan Indo-Pasifik yang selama ini didominasi oleh Amerika Serikat.

Meskipun terlihat sangat perkasa, AL China saat ini masih dihadapkan pada serangkaian tantangan besar. Pertama, mereka harus memastikan pemeliharaan sistem elektromagnetik yang super kompleks agar tidak mengalami gangguan teknis di tengah laut. Kedua, mereka wajib memberikan pelatihan intensif kepada seluruh awak kapal demi menjamin keselamatan operasi dan menghindari kecelakaan fatal. Ketiga, mereka juga harus siap menghadapi potensi reaksi negatif dan kekhawatiran dari negara-negara di kawasan Indo-Pasifik yang merasa terancam dengan kehadiran kapal induk super canggih ini.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com