Webhostdiy.com – Selama ini, bermain video game seringkali mendapat cap buruk sebagai aktivitas tidak produktif. Banyak orang menganggapnya sebagai pembuang waktu yang tidak memberikan manfaat apa pun. Namun, persepsi itu kini harus dihapus total! Sebab, berbagai riset mutakhir justru membongkar fakta sebaliknya. Dalam kondisi tertentu, main game malah bisa membuat otak Anda tampak hingga empat tahun lebih muda dari usia sebenarnya! Kesimpulan mengejutkan ini datang dari serangkaian studi yang memfokuskan pada hubungan antara jenis video game tertentu dengan kinerja otak.
Hebatnya, para peneliti menemukan bahwa game-game yang menuntut strategi, kecepatan berpikir, dan pengambilan keputusan kompleks secara nyata mampu melatih otak bekerja dengan efisiensi lebih tinggi. Sebaliknya, game dengan tantangan kognitif minim tidak menunjukkan manfaat serupa. Lalu, apa rahasianya?
Video Game: Gymnasium Premium untuk Otak Anda
Menurut Professor Aaron Seitz, pakar psikologi dan direktur Brain Game Center di Northeastern University, bermain video game pada dasarnya merupakan bentuk latihan keterampilan otak yang sangat kompleks. Dalam wawancaranya dengan The Washington Post, Seitz membeberkan bahwa seorang gamer, tanpa disadari, terus-melatih kemampuan otaknya dalam memproses informasi dan beradaptasi dengan lingkungan dinamis. Lebih lanjut, Seitz menegaskan bahwa kondisi ini jauh berbeda dengan game “latihan otak” konvensional yang justru dirancang terlalu sederhana, sehingga kurang mampu merangsang kemampuan kognitif otak manusia.
Pendapat serupa juga diungkapkan oleh C. Shawn Green dari University of Wisconsin–Madison dan Carlos Coronel. Kedua peneliti ini berpendapat bahwa struktur dan tema permainan sangat menentukan dampak kognitifnya. Berdasarkan riset yang mereka pimpin, manfaat paling konsisten justru ditemukan pada game bergenre strategi real-time atau action game bertempo cepat. Mereka menyimpulkan, kedua genre tersebut memberikan manfaat kognitif yang jauh berbeda dibandingkan game dengan tempo lambat atau yang berbasis aturan statis.
StarCraft II: Game Strategi yang Jadi Bintang Penelitian
Sebuah studi yang terbit di jurnal NeuroImage pada 2024 secara khusus menjadikan game legendaris StarCraft II sebagai objek penelitian. Perlu Anda tahu, StarCraft II adalah game strategi yang memaksa pemain mengatur sumber daya, mengoordinasikan serangan, dan berpikir kilat di bawah tekanan. Riset yang dipimpin Coronel ini berfokus untuk menelaah bagaimana karakter permainan strategi real-time memengaruhi cara kerja otak.
Secara total, penelitian ini melibatkan 62 orang partisipan, dengan rincian 31 orang adalah gamer StarCraft II berpengalaman dan 31 lainnya adalah non-gamer. Tim peneliti kemudian melakukan uji coba melalui pemindaian otak (MRI) untuk mengamati perbedaan cara otak seluruh partisipan dalam memproses informasi.
Hasilnya sungguh mencengangkan! Kelompok gamer berpengalaman menunjukkan efisiensi pemrosesan informasi yang jauh lebih baik dibandingkan non-gamer. Bukan hanya itu, otak para gamer juga tercatat memiliki konektivitas lebih tinggi di area yang bertanggung jawab untuk perhatian visual dan fungsi eksekutif. Temuan luar biasa ini kemudian dikembangkan dalam studi lanjutan tahun 2025 yang dipublikasikan di Nature Communications.
Dalam penelitian terbaru inilah, para ilmuwan berhasil mengungkap fakta yang paling bombastis: otak gamer berpengalaman terbukti tampak hingga empat tahun lebih muda daripada usia kronologis mereka! Menurut Coronel, hasil ini jelas mengindikasikan bahwa kompleksitas kognitif dalam bermain game sebanding dengan aktivitas kreatif seperti seni atau musik, di mana semuanya sama-sama membantu menjaga koneksi saraf yang rentan menua. Singkatnya, aktivitas bermain game strategi secara langsung meningkatkan kapasitas otak dalam memproses informasi.
Kabar Gembira untuk Pemula: Manfaatnya Bisa Dirasakan Segera!
Yang paling menarik, efek “peremajaan” otak ini ternyata tidak eksklusif hanya untuk para pemain lama. Paparan dalam durasi terbatas pun sudah bisa menunjukkan perubahan positif! Terbukti, para non-gamer yang menghabiskan sekitar 30 jam dalam beberapa minggu untuk mempelajari StarCraft II mengalami perlambatan penuaan otak. Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan partisipan yang hanya memainkan game kartu berbasis aturan seperti Hearthstone.
Carlos Coronel sendiri menegaskan bahwa meski latihan lebih lama memberikan manfaat lebih besar, peningkatan kognitif sudah mulai terlihat bahkan sebelum peserta mencapai tingkat mahir. Artinya, Anda tidak perlu menjadi pro untuk menuai manfaatnya!
Peringatan Penting: Keseimbangan adalah Kunci!
Walaupun hasil riset ini terdengar sangat menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa bermain video game secara berlebihan tentu tidak baik untuk kesehatan otak dan tubuh secara keseluruhan. Coronel secara khusus menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara bermain game dengan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan tidur yang cukup. Lalu, berapa durasi idealnya? Professor Aaron Seitz memberikan rekomendasi untuk bermain dalam kisaran 30 hingga 60 menit per sesi.
Jadi, kesimpulannya jelas. Alih-alih dilihat sebagai musuh produktivitas, video game strategi justru bisa menjadi alat latih otak yang powerful di era modern. Dengan pilihan game yang tepat dan durasi bermain yang bijak, Anda bukan hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga berinvestasi untuk kesehatan kognitif jangka panjang. Siapkan kontrolernya, dan mulailah melatih otak Anda dengan cara yang lebih menyenangkan!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id
