Spotify Bikin Gebrakan: Fitur Memberships Hadir dengan Skema Bagi Hasil 90 Persen untuk Podcaster

Diposting pada

Webhostdiy.com – Platform penyedia layanan streaming musik terbesar di dunia, Spotify, secara resmi menggebrak industri kreator pekan ini dengan menghadirkan inovasi fitur Memberships yang sangat fantastis. Melalui terobosan terbaru tersebut, para pembuat konten siniar atau podcaster kini mengantongi peluang masif untuk meraup pendapatan ekstra yang jauh lebih menggiurkan melalui sajian konten eksklusif berbayar.

Jika kita mengamati skema kerjanya secara cermat, konsep Memberships dari Spotify ini sebenarnya amat mirip dengan fitur YouTube Memberships maupun fitur Instagram Subscriptions yang sudah lebih dulu populer di kalangan warganet.

Ketiga platform raksasa digital tersebut memang secara cerdik menawarkan mekanisme serupa, di mana para penggemar setia rela merogoh kocek lebih demi menikmati akses sajian konten super eksklusif langsung dari kreator favorit mereka.

Menariknya lagi, hadirnya fitur Memberships ini secara otomatis langsung menggeser sekaligus menggantikan layanan lama bernama Podcast Subscriptions yang pernah Spotify perkenalkan sejak tahun 2021 silam.

Bagi Hasil 90 Persen dan Siap Tandingi Platform Tetangga

Melalui skema baru Memberships tersebut, pihak manajemen Spotify secara tegas mengeklaim bahwa para podcaster bakal mengantongi bagian keuntungan bersih hingga 90 persen dari total pendapatan yang berhasil dikumpulkan melalui fitur ini.

Langkah strategis ini tentu saja semakin melengkapi berbagai kran penghasilan lain bagi para kreator di ekosistem Spotify, mulai dari garapan iklan sponsor hingga program Spotify Partner Program yang sudah berjalan sebelumnya.

Bebas Atur Tingkatan Harga dan Siasat Cerdas Hindari Potongan Apple-Google

Bicara mengenai opsi jenis konten, Spotify memberikan kebebasan penuh kepada para kreator podcast untuk menentukan serta merancang sendiri berbagai bentuk keuntungan menarik yang ingin mereka sajikan khusus kepada para anggota pelanggan.

Sederet penawaran menggiurkan tersebut mencakup sajian episode audio maupun video eksklusif, tayangan episode bonus tambahan, hak akses lebih awal untuk rilisan konten baru, pembukaan arsip lama, hingga pengalaman mendengarkan dengan jumlah iklan yang jauh lebih sedikit.

Bahkan, Spotify juga mengizinkan para podcaster untuk membagi struktur layanan Memberships mereka menjadi maksimal tiga tingkatan (tier) berbeda yang menyajikan variasi harga sesuai manfaatnya.

Meski demikian, manajemen Spotify sendiri sengaja tidak menetapkan patokan harga berlangganan secara kaku dari awal, lantaran besaran tarif tersebut memang fleksibel dan menyesuaikan preferensi tiap tingkatan yang dibuat kreator.

Namun sebagai gambaran awal, pihak Spotify menyebutkan estimasi patokan harga standar mulai dari 5 dollar AS (atau berkisar Rp90.000) per bulan, lengkap dengan fasilitas masa uji coba gratis selama tujuh hari penuh bagi pendengar baru.

Para penikmat setia—baik pengguna akun Spotify tipe Free maupun Premium—dapat dengan sangat mudah menemukan tombol langganan Memberships ini langsung dari halaman profil podcast terkait. Setelah mendaftar, mereka pun bisa langsung menikmati seluruh deretan konten eksklusif tersebut secara mulus di dalam aplikasi Spotify tanpa kendala.

Tak cuma itu, para anggota Memberships yang sudah membayar juga berhak mendapatkan tanda lencana eksklusif saat meninggalkan komentar pada episode podcast. Sementara dari sisi kreator, mereka dapat langsung menyambut kedatangan pendukung baru tersebut dengan mengunggah klip video ucapan selamat datang yang personal dan hangat.

Nah, hal paling cerdas terletak pada sistem pembayarannya, di mana transaksi diselesaikan secara eksternal melalui situs web resmi alih-alih menggunakan sistem in-app purchase. Melalui trik taktis ini, Spotify secara cerdik berhasil menghindari potongan komisi transaksi dalam aplikasi yang biasa dipatok tinggi oleh Apple dan Google.

Syarat Berat Gabung Memberships dan Nasib Podcaster Indonesia

Berdasarkan data yang dirangkum dari laporan teknis GSMArena, peluncuran fitur Memberships ini ternyata tetap memberlakukan sejumlah persyaratan kelayakan ketat yang wajib dipenuhi para podcaster.

Para kreator diwajibkan meng-host konten mereka melalui Spotify for Creators atau Megaphone, sudah menerbitkan minimal tiga episode podcast, serta berhasil mengumpulkan setidaknya 100 pendengar unik plus 100 jam akumulasi waktu dengar dalam durasi 30 hari terakhir.

Beberapa nama podcast populer yang sudah beruntung masuk dalam gelombang awal peluncuran fitur ini antara lain The Adam Friedland Show, Making Sense with Sam Harris, The Shawn Ryan Show, hingga jaringan monster YMH Studios yang langsung membawa 12 acara podcast mereka ke skema Memberships.

Mengenai cakupan wilayahnya, Spotify pada tahap awal ini baru menggelontorkan fitur Memberships di 34 pasar negara pilihan, termasuk pasar besar seperti Australia, Kanada, Inggris, Amerika Serikat, Singapura, serta sejumlah wilayah strategis di Eropa.

Sayangnya, Indonesia sampai detik ini ternyata belum dimasukkan ke dalam daftar giliran negara yang menikmati fitur cuan Memberships tersebut pada fase peluncuran perdana ini.

Oleh karena itu, hingga kini belum ada kepastian pasti mengenai kapan fitur Memberships ini bakal dibagikan bagi para kreator podcast di Tanah Air. Kita tentu hanya bisa menantikan kejutan berikutnya dari Spotify!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *