webhostdiy.com — Guys, bayangin punya smartphone yang seharusnya bikin hidup lebih mudah, tapi malah jadi mata-mata pemerintah yang ngawasin setiap gerak-gerik lo. Kedengarannya kayak film dystopia, kan? Tapi ini nyata banget di Korea Utara! Baru-baru ini, seorang YouTuber terkenal, Arun Maini dari channel Mrwhosetheboss, berhasil nyobain dua HP Android asli dari sana yang diselundupin keluar negeri. Hasilnya? Bikin kaget dan agak takut, bro!

Arun, yang udah punya jutaan subscriber berkat review gadgetnya yang asyik, bikin video spesial berjudul “Testing North Korea’s illegal smartphones”. Di video itu, dia unboxing dan ngetes dua ponsel: satu model biasa yang kelas entry-level, dan satu lagi yang katanya flagship premium bernama “Samtaesung 8”. Nama terakhir ini langsung bikin ngakak – jelas banget nyindir Samsung Galaxy S8, ya kan? Tapi jangan salah, meskipun mirip tampilan luar, isi dalamnya beda jauh, dan nggak dalam arti positif.

Pertama-tama, soal internet. Di dunia kita, Wi-Fi nyambung gitu aja, buka YouTube atau TikTok sesuka hati. Nah, di HP Korea Utara ini? Wi-Fi diblokir total! Mau online harus lewat aplikasi khusus namanya “Mirae”, dan sebelumnya lo wajib masukin data identitas pribadi. Bayangin, setiap kali mau browsing, pemerintah langsung tahu siapa lo. Hasilnya, lo cuma bisa akses intranet lokal – semacam internet mini yang isinya cuma situs resmi pemerintah, berita propaganda, dan konten yang udah disetujui. Google? Facebook? WhatsApp? Instagram? Lupain aja, semua diblokir mati-matian. Arun bilang, ini bukan HP untuk komunikasi bebas, tapi alat pengawasan negara yang super ketat.

Yang lebih gila lagi, sistem operasinya. HP ini pakai Android versi lama, sekitar Android 10 atau 11 – yang di kita udah ketinggalan banget. Tapi bukan itu masalah utamanya. Semua aplikasi bawaan dibuat ulang versi Korea Utara. Browser? Bukan buat cari info bebas, tapi nampilin artikel puji-puji pemimpin. Kalender? Isinya jadwal acara negara dan quote ideologi Juche. Kamera? Daripada buat selfie, malah dipenuhi filter propaganda. Pemutar musik? Lagu-lagunya cuma mars revolusi dan nyanyian tentang Kim Jong Un. Arun sampe geleng-geleng kepala, karena aplikasi-aplikasi ini nggak bisa dipakai normal – fungsinya diganti total jadi sarana cuci otak.

Kunjungi laman berita terkini di Indonesiaartnews.or.id
Sensornya juga level dewa, guys. Coba ketik “Korea Selatan” di keyboard – langsung diblokir! Kata itu dianggap terlarang, mungkin biar rakyat nggak bandingin hidup mereka sama tetangga selatan yang lebih makmur. Belum lagi, HP ini otomatis ambil screenshot setiap aktivitas lo, mungkin buat dilaporin ke pihak berwenang. Mau install app dari luar? Mustahil, kecuali dapat izin resmi negara. Transfer file? Dibatasi ketat. Pokoknya, privasi? Nol besar!
Arun sendiri bilang di videonya, HP kayak gini lebih cocok disebut “instrumen pengawasan” daripada smartphone pribadi. Dia amazed sekaligus horrified, karena ini nunjukin betapa totalnya kontrol pemerintah Korea Utara atas rakyatnya, bahkan di hal sekecil gadget sehari-hari. Di sana, punya HP emang udah lumrah buat kelas menengah ke atas, tapi dengan batasan gila-gilaan ini, rasanya kayak bawa bom waktu di saku.
Kenapa HP ini bisa ada? Korea Utara punya pabrik sendiri dan merek lokal kayak Arirang atau Pyongyang, tapi banyak yang kopian dari desain China atau Samsung, tapi dimodif dalamnya biar sesuai ideologi. Mereka nggak izinin impor bebas, jadi semua perangkat harus lolos sensor negara. Hasilnya, rakyat bisa punya tech modern, tapi versi “aman” yang nggak bikin mereka penasaran sama dunia luar.
Video Arun ini langsung viral, dan banyak netizen komentar merinding. Ada yang bilang, “Syukur deh hidup di negara bebas,” ada juga yang nanya, “Gimana caranya selundupin HP ini keluar?” Pokoknya, bikin kita mikir ulang betapa beruntungnya kita bisa scroll sosmed tanpa takut diawasi.
Intinya, guys, teknologi seharusnya membebaskan, tapi di tangan rezim otoriter, bisa jadi senjata kontrol. Kalau lo penasaran lebih dalam, langsung cek video Mrwhosetheboss ya – dijamin bikin lo kaget dan appreciative sama HP lo yang sekarang. Hati-hati jangan sampe overthink malam ini, hehe!



