Huawei Bikin Fitur Keren: Deteksi Risiko Diabetes Tanpa Tusuk Jari di Smartwatch!

Diposting pada

webhostdiy.com aja, Huawei Bikin Fitur Keren: Deteksi Risiko Diabetes Tanpa Tusuk Jari di Smartwatch!
kamu lagi pakai smartwatch biasa, tapi tiba-tiba jam tangan itu bisa kasih tahu kalau kamu berisiko kena diabetes. Tanpa perlu menusuk jari, tanpa ambil darah, cuma pakai sensor di pergelangan tangan. Kedengarannya seperti masa depan ya? Nah, Huawei baru saja mewujudkannya!

Baru-baru ini, Huawei resmi meluncurkan fitur baru bernama Diabetes Risk Assessment atau sering disebut Diabetes Risk Study. Fitur ini pertama kali diperkenalkan di acara World Health Expo 2026 di Dubai, dan langsung bikin heboh karena diklaim sebagai salah satu yang pertama di dunia untuk deteksi risiko diabetes secara non-invasif lewat smartwatch.

Fitur ini sekarang sudah bisa dipakai di Huawei Watch GT 6 Pro melalui pembaruan software OTA (over-the-air). Artinya, kalau kamu punya jam ini, tinggal update aja, fitur barunya langsung muncul. Huawei bilang, ini bukan alat diagnosis diabetes beneran, tapi lebih ke alat bantu awareness atau kesadaran dini. Jadi, kalau hasilnya menunjukkan risiko sedang atau tinggi, langsung disarankan konsultasi ke dokter untuk tes glukosa darah yang akurat.

Gimana caranya kerja? Teknologi utamanya pakai Photoplethysmography (PPG), yaitu sensor optik yang biasa dipakai smartwatch untuk ukur detak jantung atau kadar oksigen darah. Sensor ini menyinari kulit dengan cahaya (biasanya hijau atau inframerah), lalu mengukur perubahan volume darah di pembuluh kecil di bawah kulit pergelangan tangan.

Huawei mengembangkan algoritma canggih yang menganalisis sinyal PPG ini, ditambah data lain seperti pola detak jantung, variabilitas jantung, dan metrik kesehatan vaskular lainnya. Pengguna cukup pakai jam tangan secara konsisten selama 3 sampai 14 hari. Selama periode itu, jam akan mengumpulkan data terus-menerus, termasuk saat tidur, olahraga, atau istirahat.

kunjungi juga laman berita terkini di indonesiaartnews.or.id

Setelah cukup data terkumpul, aplikasi khusus Diabetes Risk di jam akan memproses semuanya dan memberikan hasil: Low Risk (risiko rendah), At Risk (berisiko), atau variasi seperti Medium/High Risk di beberapa penjelasan. Ini membantu pengguna melihat tren perubahan yang mungkin terkait fluktuasi gula darah, tanpa harus menusuk jari setiap hari seperti alat cek gula konvensional.

Huawei menekankan bahwa fitur ini bagian dari upaya mereka membangun ekosistem kesehatan di wearable. Sebelumnya, mereka sudah punya fitur canggih seperti pemantauan tekanan darah 24 jam di Huawei Watch D2, dan sekarang menambahkan awareness diabetes. Menurut mereka, pendekatan ini bisa membantu jutaan orang, terutama di wilayah dengan angka diabetes tinggi seperti Timur Tengah, Afrika, dan tentu saja Asia termasuk Indonesia.

Kenapa ini penting banget? Diabetes tipe 2 sering datang diam-diam, banyak orang baru sadar setelah komplikasi muncul. Deteksi dini lewat perangkat sehari-hari seperti smartwatch bisa mendorong gaya hidup lebih sehat: lebih banyak gerak, makan teratur, dan kontrol berat badan. Huawei bilang, fitur ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran populasi secara luas, bukan menggantikan dokter.

Tapi, ada catatan penting: ini bukan pengganti tes medis resmi. Hasil dari jam tangan ini hanya indikasi risiko, bukan ukuran glukosa darah langsung. Kalau kamu punya faktor risiko seperti obesitas, riwayat keluarga diabetes, atau gejala seperti sering haus dan lelah, tetaplah cek ke laboratorium atau dokter. Huawei sendiri sudah bilang, fitur ini untuk awareness saja, bukan diagnosis.

Saat ini, fitur ini eksklusif di Huawei Watch GT 6 Pro, tapi perusahaan bilang bakal diperluas ke model lain di masa depan. Di beberapa negara seperti Eropa dan Timur Tengah, update sudah mulai bergulir sejak pertengahan Februari 2026. Buat pengguna di Indonesia, pantau aja aplikasi Huawei Health, siapa tahu segera hadir juga.

Inovasi ini bikin Huawei unggul dibanding kompetitor seperti Apple atau Samsung yang belum punya fitur serupa untuk diabetes risk secara non-invasif. Meski masih ada keterbatasan, langkah ini menunjukkan wearable health tech semakin maju. Siapa sangka, jam tangan yang biasa cuma hitung langkah sekarang bisa bantu selamatkan nyawa dari penyakit silent killer seperti diabetes.

Jadi, kalau kamu lagi cari smartwatch dengan fitur kesehatan mutakhir, Huawei Watch GT 6 Pro patut dipertimbangkan. Update dulu, pakai rutin, dan jaga kesehatan lebih awal. Siapa tahu, fitur kecil ini jadi penyelamat besar buat kamu atau keluarga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *