Webhostdiy.com – Pernahkah Anda melihat sebuah kamera kecil yang menjulang aneh di motor abang Grab? Bukan untuk vlog, bukan modifikasi, tapi ini adalah senjata rahasia Grab untuk membangun peta digital mereka sendiri! Inilah KartaCam 2, perangkat canggih yang mengubah mitra driver Grab menjadi kartografer modern.
Ternyata, kamera misterius itu bernama KartaCam 2. Grab secara resmi meluncurkan perangkat pemetaan generasi terbaru ini pada tahun 2024. Secara sekilas, bentuknya mirip action cam biasa, namun jangan salah, kemampuannya jauh lebih dahsyat. Grab Indonesia pun membenarkan, “KartaCam 2 adalah perangkat kamera yang kami gunakan dalam inisiatif pemetaan GrabMaps untuk mengumpulkan citra jalan guna meningkatkan akurasi dan kualitas peta.” Biasanya, kamera ini mereka pasang di helm atau bagasi motor, lalu abang Grab akan menjelajahi setiap sudut kota, bahkan menyelusuri gang-gang tersempit sekalipun.
Yang mengejutkan, di balik ukurannya yang mini, KartaCam 2 menyimpan spesifikasi teknis yang super impresif. Perangkat ini langsung dibekali empat sensor kamera beresolusi 48 MP yang sanggup menangkap gambar 360 derajat secara sempurna. Artinya, dalam sekali jalan, semua lingkungan sekitar—dari kiri, kanan, depan, belakang, atas, hingga bawah—bisa terekam semua. Untuk soal akurasi lokasi, KartaCam 2 mengandalkan dual-band GPS berfrekuensi tinggi 10Hz, yang jauh lebih cepat dibanding generasi sebelumnya. Bahkan, dukungan real-time kinematic GPS membuatnya bisa memetakan posisi jalan, tikungan, dan gang dengan presisi tingkat tinggi, terutama di area padat dan ruwet seperti permukiman warga.
Tak berhenti di situ, kamera ini juga terhubung dengan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging). Dengan pemindai laser mutakhir ini, KartaCam 2 dapat mengukur jarak dan bentuk objek di sekitarnya secara sangat detail. Teknologi ini tentu membuka peluang pemetaan spasial tiga dimensi yang lebih akurat. Seluruh proses pengambilan data pun didukung konektivitas 4G dan WiFi untuk konfigurasi jarak jauh, serta Bluetooth yang menghubungkannya dengan ponsel sang mitra driver.
Dari sisi kepraktisan, Grab dengan bangga mengeklaim KartaCam 2 lebih ergonomis dan mudah dipasang. Uji coba di Jakarta membuktikan waktu pemasangannya 83% lebih cepat dari generasi sebelumnya. Alhasil, aktivitas abang Grab di lapangan sama sekali tidak terganggu. Mereka tetap bisa menerima dan menjalankan order layanan Grab seperti biasa, sambil secara tak langsung berkontribusi membangun peta digital.
Lalu, bagaimana dengan privasi warga? Tenang, Grab menegaskan pihaknya mengembangkan GrabMaps dengan prinsip privacy by design. Sejak awal, sistem mereka rancang agar tidak mengumpulkan atau menyimpan data pribadi. Dalam setiap proses pemetaan, Grab memastikan tidak ada data personally identifiable information (PII) yang tersimpan di server mereka. Data GPS yang terkumpul sepenuhnya mereka anonimkan dan hanya berupa koordinat lokasi. Untuk citra jalan, Grab menerapkan pengaburan otomatis pada elemen sensitif melalui edge AI di dalam KartaCam itu sendiri. Wajah orang, plat nomor kendaraan, dan objek berpotensi privat lain akan diblur secara instan, bahkan sebelum data diunggah ke cloud.
KartaCam 2 juga dirancang cerdas agar berhenti merekam otomatis saat memasuki ruangan tertutup, sehingga mencegah pengambilan gambar di area privat. Lebih lanjut, Grab menyediakan opsi bagi pemilik rumah yang keberatan. “Kami memberikan opsi bagi individu untuk meminta pengaburan tampilan rumah apabila tidak berkenan ditampilkan di GrabMaps,” jelas perwakilan Grab Indonesia.
Semua data yang berhasil dikumpulkan KartaCam 2 akhirnya menjadi tulang punggung pengembangan GrabMaps. Peta internal Grab ini kini mereka gunakan di seluruh layanannya. Mulai dari navigasi mitra driver, penentuan tarif yang lebih adil, pencarian merchant, hingga yang paling krusial: menjangkau jalan-jalan kecil yang sering terlewat oleh peta pihak ketiga.
Memasuki tahun kelima pengembangannya, Grab mengklaim telah menciptakan lebih dari 800.000 points of interest yang akurat dan aktif. Inisiatif pemetaan ini juga telah mereka perluas ke 49 kota dengan melibatkan sekitar 80 kontributor, serta menambahkan lebih dari 193 kilometer data geometri jalan. Ke depan, Grab bercita-cita besar: mereka menargetkan GrabMaps menjadi solusi peta pilihan nomor satu di Asia Tenggara. Jadi, lain kali Anda melihat kamera kecil di motor Grab, ingatlah bahwa Anda sedang menyaksikan sejarah pemetaan digital masa depan tengah berjalan!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id



