Webhostdiy.com — OpenAI secara resmi meluncurkan GPT-5 pada 7 Agustus 2025, dan langsung mempromosikannya sebagai model bahasa paling mutakhir sepanjang sejarah. Model anyar ini langsung pamer keahlian tingkat ahli dalam bidang penulisan, pemrograman, matematika, dan sains. Tidak hanya unggul dalam kecepatan dan akurasi, GPT-5 juga menjanjikan pemahaman konteks yang jauh lebih baik serta pengurangan drastis pada halusinasi atau kesalahan informasi. Sebagai andalannya, OpenAI memperkenalkan fitur keamanan prompt canggih berbasis metode “safe completions”, yang menggantikan pendekatan lama “refusal-based safety training”, dengan klaim mampu mencegah penyalahgunaan model untuk aktivitas ilegal dan berbahaya.

Akan tetapi, dalam waktu kurang dari 24 jam pascapeluncuran, tim riset keamanan siber dari Tenable berhasil menjebol sistem pertahanan GPT-5! Mereka memanfaatkan teknik pintar yang disebut “crescendo technique”, sebuah metode pendesakan bertahap lewat percakapan yang terstruktur. Tim memulai percakapan dengan menyamar sebagai mahasiswa sejarah yang tertarik mempelajari konflik masa lalu. Secara perlahan, mereka mengalihkan topik dan mulai meminta detail tentang pembuatan bahan peledak, hingga akhirnya model tersebut memberikan instruksi lengkap untuk membuat Molotov cocktail. Keberhasilan ini membuktikan bahwa meskipun OpenAI sudah memaksimalkan teknologi pengamanannya, GPT-5 ternyata masih rentan dimanipulasi untuk tujuan berbahaya.

Selain itu, berbagai pengguna dan peneliti independen juga melaporkan sejumlah masalah serupa terkait respons GPT-5. Banyak dari mereka menemukan kasus jailbreak lainnya serta halusinasi yang masih muncul di beberapa kondisi tertentu. Temuan-temuan ini semakin mengukuhkan bahwa tantangan dalam menciptakan AI yang benar-benar aman dan bertanggung jawab masih sangat nyata. Sebagai respons, OpenAI menyatakan sedang bekerja keras untuk memperbaiki semua celah yang ada. Namun, kekhawatiran tetap muncul mengingat GPT-5 sudah digunakan secara luas, termasuk di kalangan organisasi dan perusahaan yang rentan terhadap risiko keamanan.
baca juga berita di laman exposenews.id
Oleh karena itu, makin terasa urgensi untuk menerapkan solusi pengawasan keamanan AI khusus, seperti Tenable AI Exposure, yang mampu memantau dan mengontrol penggunaan AI dalam skala enterprise. Teknologi manajemen risiko semacam ini memastikan implementasi AI berjalan secara aman, etis, dan sesuai regulasi yang berlaku, sekaligus menghindarkan organisasi dari dampak negatif seperti kebocoran data atau penyalahgunaan model yang dapat merugikan banyak pihak.
Peristiwa bobolnya GPT-5 ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pelaku industri: pengembangan AI harus selalu dibarengi dengan sistem keamanan yang adaptif dan pengawasan yang ketat. Tujuannya jelas, agar teknologi AI tetap membawa manfaat positif, tanpa mengorbankan keamanan masyarakat dan dunia bisnis.