Webhostdiy.com – ESET baru saja meluncurkan senjata pamungkas untuk menggempur ransomware, dan kabarnya fitur ini bisa membuat cadangan file kilat sebelum disandera! Jadi, perusahaan keamanan ternama ini secara resmi merilis fitur baru bernama Ransomware Remediation dalam platform ESET Protect. Fitur anyar ini sengaja dirancang dengan misi utama, yaitu membantu organisasi memulihkan data secara otomatis tepat setelah serangan ransomware berhasil diendus dan dinetralisir. Peluncuran fitur canggih ini bukan tanpa alasan, karena terjadi di saat ancaman ransomware di Indonesia sedang melonjak drastis. Sebagai bukti, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat ada lebih dari 330 juta trafik anomali sepanjang 2025, dan yang mengejutkan, sekitar 514.000 di antaranya kuat terindikasi berkaitan langsung dengan aktivitas ransomware yang jahat.
Menurut analisis mendalam dari tim ahli ESET, serangan ransomware sekarang sudah berubah pola. Jadi, mereka tak lagi hanya fokus menyerang infrastruktur perusahaan besar saja, tetapi juga dengan licik mulai membidik pengguna akhir yang dianggap memiliki tingkat perlindungan lebih rendah. Bahkan yang lebih mencengangkan, nilai tebusan yang para pelaku minta pun terus melambung tinggi. Faktanya, beberapa laporan terbaru menyebutkan nilai tebusan itu bisa mencapai lebih dari 5.000 dollar AS (sekitar Rp 84 juta) per korbannya!
Lantas, bagaimana solusi dari ESET ini bekerja? Mari kita kupas tuntas. ESET menjelaskan bahwa fitur Ransomware Remediation memberi kemampuan sistem untuk melakukan pencadangan otomatis secara cerdas terhadap file-file yang terindikasi sedang menjadi target ransomware. Setelah ancaman berhasil dieliminasi sepenuhnya oleh sistem keamanan, file-file berharga itu akan dipulihkan secara otomatis ke kondisi semula. Proses yang cepat dan cerdas ini tentu akan menghemat waktu dan tenaga tim IT Anda.
Selanjutnya, Anda perlu tahu bahwa fitur ini terintegrasi sangat erat dengan Ransomware Shield, yang tugasnya adalah menjadi “mata-mata” sistem. Modul ini terus-menerus memindai dan mendeteksi perilaku mencurigakan apa pun yang menyerupai pola kerja ransomware di tingkat sistem terdalam. Nah, saat aktivitas berbahaya berhasil teridentifikasi, proses pencadangan berjalan secara instan sebelum file Anda sempat terenkripsi sepenuhnya oleh si penyerang.
Dengan mekanisme pertahanan berlapis itu, ESET pun dengan percaya diri mengklaim bahwa organisasi kini bisa meminimalkan dampak serangan ransomware secara signifikan. Alhasil, Anda tidak akan lagi dipusingkan dengan keharusan bernegosiasi atau membayar tebusan mahal kepada para pelaku kejahatan siber tersebut.
Di balik inovasi ini, ESET sebenarnya sedang mendorong perubahan paradigma. ESET menilai bahwa pendekatan keamanan siber masa kini harus bergeser. Artinya, kita tidak bisa lagi mengandalkan pencegahan saja, tetapi harus beralih ke konsep ketahanan sistem yang lebih holistik, yang secara proaktif mencakup deteksi, respons, dan pemulihan.
Selain mengandalkan Ransomware Remediation yang andal, platform ESET Protect juga telah dilengkapi dengan fitur Safe Web Guard. Tujuan fitur ini jelas, yaitu mencegah masuknya malware dari peramban web dengan cara memeriksa dan memblokir halaman berbahaya sebelum sempat diakses oleh pengguna.
Terakhir, ESET menegaskan sebuah prinsip penting. Menurut ESET, keamanan siber bukanlah produk sekali pasang lalu beres. Sebaliknya, keamanan siber adalah proses berkelanjutan yang menuntut komitmen tinggi, mulai dari pemantauan celah keamanan secara rutin, pembaruan sistem yang disiplin, hingga kesiapan mekanisme pemulihan yang teruji ketika serangan benar-benar terjadi.
Melalui keterangan resminya, ESET menyampaikan harapan besarnya. ESET berharap bahwa dengan solusi mutakhir ini, organisasi-organisasi di Indonesia bisa terus menjaga keberlangsungan operasional bisnis mereka meskipun harus menghadapi ancaman ransomware yang semakin agresif dan canggih.
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id



