Commodore Kembali ke Pasar Ponsel Lewat Callback 8020, HP Lipat yang Blokir Medsos di Level OS

Diposting pada

Webhostdiy.com – Siapa yang tak kenal Commodore? Perusahaan legendaris di balik komputer ikonik Commodore 64 (C64) yang melegenda itu kini mengejutkan dunia teknologi dengan merilis gawai terbaru mereka, Callback 8020. Setelah sekian lama menghilang dari peredaran, Commodore memilih momen yang tepat untuk kembali mengguncang industri dengan konsep yang sama sekali berbeda dari tren ponsel pintar saat ini.

Berbeda dengan ponsel lipat kebanyakan yang berlomba-lomba menambah layar besar dan fitur canggih, Callback 8020 hadir sebagai ponsel lipat yang justru memblokir akses ke media sosial dan browser internet. Bukan karena keterbatasan teknis, Commodore dengan sengaja memasang penghalang di tingkat sistem operasi demi menyelamatkan pengguna dari distraksi digital yang tak berkesudahan.

Blokir Medsos di Level Sistem, Commodore Berani Beda

Callback 8020 mengusung Sailfish OS, sistem operasi berbasis Linux buatan perusahaan Finlandia, Jolla. Menariknya, Commodore tidak sekadar memakai sistem operasi ini begitu saja. Tim pengembang Commodore memodifikasi Sailfish OS secara mendalam dengan memblokir browser internet, aplikasi media sosial, dan klien email langsung di tingkat sistem operasi.

Bayangkan, Anda tidak akan menemukan ikon Instagram, TikTok, Facebook, atau X di layar ponsel ini. Commodore benar-benar menghilangkan akses ke platform-platform yang kerap menyedot perhatian kita berjam-jam setiap hari. Inilah yang membuat ponsel ini terasa seperti napas segar di tengah gempuran notifikasi dan konten viral yang tak pernah berhenti.

Tetap Bisa WhatsApp-an dan Streaming Musik

Meski memblokir medsos, Commodore tidak ingin membuat penggunanya kehilangan koneksi dengan dunia. Callback 8020 tetap mendukung sebagian besar aplikasi Android berkat lapisan kompatibilitas yang disematkan oleh Commodore. Bahkan, Commodore mengklaim ponsel lipat ini mampu menjalankan lebih dari 99 persen aplikasi Android yang beredar.

Dengan demikian, aplikasi penting seperti WhatsApp, Signal, Spotify, hingga Google Maps tetap bisa berfungsi normal. Anda masih bisa chatting dengan keluarga, mendengarkan musik favorit, atau mencari jalan ke tempat tujuan tanpa tergoda untuk scrolling timeline atau stalking akun mantan.

Bukan Ponsel Bodoh, Tapi Ponsel Cerdas Tanpa Distraksi

CEO Commodore, Peri Fractic dengan tegas menyebut ponsel ini sebagai “not dumb phone” alias bukan ponsel bodoh. Menurutnya, Callback 8020 tetap mempertahankan fungsi-fungsi penting smartphone tanpa membawa distraksi berbahaya dari media sosial. Dengan kata lain, Commodore menciptakan ponsel pintar yang benar-benar pintar memilih fitur.

Commodore merancang konsep ini khusus bagi mereka yang ingin mengurangi kebiasaan scrolling dan lebih fokus pada aktivitas dunia nyata. Bukankah kita semua pernah merasa waktu melayang sia-sia hanya karena tidak sengaja membuka Instagram dan terbawa arus konten selama berjam-jam? Nah, Commodore menawarkan solusi radikal untuk masalah ini.

Desain Nostalgia yang Bikin Kangen Era Y2K

Dari segi tampilan, Callback 8020 mengusung bentuk ponsel klasik yang langsung membawa kita bernostalgia ke era awal 2000-an atau yang populer disebut Y2K. Desain retro ini memang sengaja dipilih Commodore untuk membangkitkan kenangan indah masa lalu, saat ponsel masih menjadi alat komunikasi sederhana.

Layar utama berukuran 3,25 inci dengan resolusi 480 x 640 piksel memang tergolong mungil di era ponsel 6 inci ke atas. Namun, Commodore justru melihat ini sebagai keunggulan. Ukuran layar yang kecil membuat pengguna tidak betah berlama-lama menatap layar. Sementara di bagian luar, terdapat layar sekunder monokrom berukuran 1,77 inci yang berguna untuk melihat notifikasi atau waktu tanpa perlu membuka ponsel.

Dapur Pacu Cukup Buat Kebutuhan Sehari-hari

Commodore membekali Callback 8020 dengan chip MediaTek Helio G81. Meski bukan prosesor paling anyar, chip ini cukup mumpuni untuk menjalankan berbagai aplikasi Android dengan lancar. Ditambah RAM 4 GB dan penyimpanan internal 64 GB, pengguna bisa menyimpan banyak file tanpa khawatir kehabisan ruang.

Namun, jika dirasa kurang, Commodore menyediakan slot microSD untuk memperluas penyimpanan. Bahkan Commodore dengan murah hati menyertakan kartu microSD 32 GB dalam paket penjualan. Ini langkah yang sangat jarang dilakukan oleh produsen ponsel modern, di mana pengguna biasanya harus membeli aksesori tambahan secara terpisah.

Kamera 48 MP dengan Sentuhan Retro

Bagi yang hobi memotret, Callback 8020 dibekali kamera belakang 48 MP dengan sensor Sony yang mampu menghasilkan foto jernih. Namun yang membuatnya istimewa adalah mode perekaman video bergaya camcorder retro yang dihadirkan Commodore. Fitur ini memperkuat nuansa nostalgia yang menjadi ciri khas ponsel ini.

Bayangkan merekam momen berharga dengan efek video khas tahun 90-an, lengkap dengan grain dan warna yang hangat. Commodore benar-benar paham cara membangkitkan kenangan lama dengan teknologi baru.

Baterai Lepas Pasang, Fitur Langka di Zaman Sekarang

Salah satu fitur yang paling menarik perhatian adalah baterai yang dapat dilepas dan diganti sendiri oleh pengguna. Di saat hampir semua ponsel modern mengunci baterai dalam bodi, Commodore justru menghadirkan kemudahan ini. Bayangkan, Anda tidak perlu repot-repot ke service center hanya untuk mengganti baterai yang mulai lemah.

Fitur baterai lepas-pasang ini tentu menjadi nilai jual tersendiri bagi mereka yang merindukan kemudahan ponsel jadul. Commodore juga menyertakan jack audio 3,5 mm, radio FM, dan DAC audio Hi-Res bagi para pencinta musik dengan kualitas tinggi.

Harga yang Cukup Menguras Kantong

Tentu saja, semua keunikan ini dibanderol dengan harga yang tidak murah. Commodore menawarkan Callback 8020 dalam lima varian warna yang menarik: Basic Beige, ProtoPET White, SX Silver, Starlight transparan, dan Founders Edition.

Varian Basic Beige, ProtoPET White, dan SX Silver dibanderol 499 dolar AS atau sekitar Rp 8,8 jutaan. Sementara Starlight Edition yang lebih eksklusif dijual seharga 549 dolar AS (sekitar Rp 9,7 jutaan). Adapun Founders Edition dengan tombol “C” berlapis emas menjadi yang termahal, dipasarkan seharga 639 dolar AS atau sekitar Rp 11,3 jutaan.

Pemesanan Dimulai 30 Juni 2026

Commodore akan membuka keran pemesanan awal Callback 8020 mulai 30 Juni 2026. Ponsel ini dijadwalkan mulai dikirim ke konsumen pada kuartal keempat tahun yang sama. Jadi, bagi Anda yang sudah bosan dengan distraksi media sosial dan ingin kembali menikmati hidup tanpa gangguan notifikasi, bersiaplah untuk menyambut kehadiran ponsel unik ini.

Commodore kembali mengingatkan kita bahwa ponsel seharusnya menjadi alat yang memudahkan hidup, bukan justru menguras waktu dan perhatian. Mampukah Callback 8020 menjadi solusi bagi generasi yang lelah dengan hiruk-pikuk dunia digital? Waktu yang akan menjawab.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *