ByteDance Luncurkan Doubao 2.0: AI Super Canggih, Murah!

Diposting pada

webhostdiy.com Wah, dunia AI lagi panas-panasnya nih! Baru saja ByteDance, perusahaan di balik TikTok yang super raksasa, resmi melepas Doubao 2.0 pada 14 Februari 2026. Model AI ini langsung diklaim bisa saingi kemampuan OpenAI GPT-5.2 (atau varian lanjutan seperti GPT-5.1 yang sering dibahas) dan Google Gemini 3 Pro, tapi dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong. Bayangin aja, biaya penggunaannya diklaim turun hampir 10 kali lipat dibanding kompetitor Barat!

Doubao sendiri bukan nama baru di China. Aplikasi chatbot AI ini udah jadi yang paling populer di sana, dengan 155 juta pengguna aktif mingguan menurut data QuestMobile. Jauh meninggalkan pesaing domestik seperti DeepSeek yang “hanya” 81,6 juta. Nah, upgrade ke versi 2.0 ini datang di saat yang tepat, pas lagi libur Tahun Baru Imlek, di mana orang-orang China pada kumpul keluarga dan pasti banyak yang penasaran sama teknologi baru.

Apa sih yang bikin Doubao 2.0 spesial? ByteDance bilang ini dirancang khusus buat era “agent”, alias masa di mana AI nggak cuma jawab pertanyaan doang, tapi bisa ngerjain tugas kompleks secara mandiri. Misalnya, ngatur jadwal meeting panjang, analisis data multi-langkah, atau bahkan eksekusi workflow bisnis yang rumit. Versi Pro-nya punya kemampuan reasoning mendalam dan eksekusi tugas berantai panjang, yang katanya setara atau bahkan match sama GPT-5.2 dan Gemini 3 Pro di benchmark matematika, coding, multimodal, dan reasoning.

Tapi yang bikin orang geleng-geleng kepala adalah soal harga. ByteDance ngotot bahwa Doubao 2.0 Pro bisa kasih performa level atas dengan biaya operasional yang turun drastis—sekitar satu orde magnitudo lebih murah, atau kira-kira 1/10 dari harga kompetitor. Ada yang nyebut harga per juta token cuma sekitar 0,6 yuan (kurang lebih Rp1.300-an), jauh di bawah opsi premium dari OpenAI atau Google. Ini strategi klasik China di AI: kasih kualitas tinggi tapi harga disruptif, biar bisa kuasai pasar domestik sekaligus godain pengguna global.

kunjungi juga laman berita terbaru dan seru di indonesiaartnews.or.id

Selain Pro, ByteDance juga rilis varian lain dalam seri Doubao 2.0:

  • Lite: Balance antara performa dan biaya, lebih bagus dari Doubao 1.8 sebelumnya.
  • Mini: Cocok buat aplikasi yang butuh latency rendah, concurrency tinggi, dan super hemat biaya—ideal untuk developer atau bisnis skala kecil.
  • Code: Khusus buat programming, katanya hasilnya makin mantap kalau dipasangin sama tools seperti TRAE.

Semua varian ini langsung bisa dipake lewat aplikasi Doubao atau via API Volcano Engine milik ByteDance. Mereka juga baru rilis “Expert Mode” di app dan web, jadi pengguna bisa langsung coba fitur canggihnya tanpa nunggu lama.

Latar belakang peluncuran ini nggak lepas dari persaingan ketat di China. Tahun lalu, DeepSeek sempat bikin gebrakan dengan model murahnya yang viral banget, sampe bikin saham AI global goyang. ByteDance kayaknya nggak mau ketinggalan lagi. Apalagi mereka baru aja rilis Seedance 2.0 (model video generation) yang langsung dipuji-puji, bahkan Elon Musk ikut komen di X. Jadi, Doubao 2.0 ini seperti

serangan balik: “Kalian punya yang murah? Kami punya yang lebih pintar dan lebih murah lagi!”

Tapi tentu aja, klaim “setara GPT-5.2” ini masih harus dibuktikan lewat tes independen. Banyak analis bilang performa di benchmark memang impresif, tapi di penggunaan real-world, faktor seperti konsistensi, keamanan, dan integrasi ekosistem masih jadi pertanyaan. Plus, ByteDance lagi hadapi tekanan dari Alibaba lewat Qwen series yang juga lagi gencar upgrade.

Buat pengguna di luar China, akses Doubao mungkin masih terbatas karena fokus utama di pasar domestik. Tapi kalau harganya beneran segila itu, nggak heran kalau banyak developer dan perusahaan mulai lirik untuk migrasi atau hybrid pakai Doubao sebagai alternatif murah.

Intinya, Doubao 2.0 ini nunjukin kalau perlombaan AI nggak lagi cuma soal siapa yang paling pintar, tapi juga siapa yang bisa bikin teknologi canggih ini terjangkau buat sebanyak mungkin orang. ByteDance lagi main keras: kualitas elite, harga rakyat. Apakah ini bakal bikin GPT-5.1 dan sejenisnya turun harga juga? Kita tunggu aja kelanjutannya. Era agent AI udah dimulai, dan China lagi leading dengan cara mereka sendiri!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *