webhostdiy.com, sobat gadget! Bayangin aja, lo punya koleksi HP lebih dari 1.800 unit, tapi masih aja rela terbang lintas negara cuma buat nambah satu lagi. Itulah yang dilakukan Yasuhiro Yamane, seorang jurnalis IT asal Jepang yang udah malang melintang di dunia teknologi selama dua dekade. Cowok ini nekat naik pesawat dari Hong Kong ke Seoul, Korea Selatan, pas hari peluncuran Samsung Galaxy Z TriFold pada 12 Desember 2025. Alasannya? Pengen jadi yang pertama pegang ponsel lipat tiga layar ini langsung! Cerita ini lagi viral banget, dan kita bakal kupas tuntas di sini buat lo yang penasaran sama gadget futuristik ini.

Jadi, siapa sih Yasuhiro Yamane ini? Dia bukan kolektor biasa, bro. Yamane adalah jurnalis freelance yang spesialisasinya di smartphone dan telekomunikasi sejak tahun 2003. Dia sering nulis buat media Jepang, bikin laporan industri, sampe ngasih kuliah soal tech. Koleksinya? Wow, lebih dari 1.800 HP yang dia kumpulin selama karirnya. Mulai dari flip phone jadul, slider, phablet, sampe yang paling canggih. Dia bahkan dijuluki “peneliti ponsel” saking expert-nya. Tapi, kenapa dia sampe bela-belain terbang ke Korsel? Karena Galaxy Z TriFold ini bener-bener bikin dia penasaran berat. “Ini perangkat yang benar-benar baru,” kata dia dalam wawancara dengan Samsung Newsroom. Dia bilang, bentuk lipatannya yang multi-folding ini beda banget dari yang pernah ada, dan dia pengen coba sebelum orang lain.
Nah, mari kita bahas si Galaxy Z TriFold ini. Ponsel ini adalah inovasi terbaru dari Samsung, yang udah lama jadi pionir di kategori foldable. Ini bukan cuma lipat dua kayak Galaxy Z Fold series, tapi lipat tiga! Saat dibuka penuh, layarnya membentang sampai 10 inci, mirip tablet kecil. Tebalnya cuma 3,9 mm di bagian paling tipis, dan beratnya 309 gram – ringan banget buat ukuran segede itu. Desainnya pakai inward-folding, jadi layar utamanya terlindungi pas dilipat. Ada dua engsel dengan ukuran berbeda, bikin lipatannya mulus dan stabil meski bobotnya beda-beda di tiap panel.
Spesifikasinya juga gak main-main. Ditenagai oleh prosesor Snapdragon 8 Elite yang dikustom buat Galaxy, kamera utama 200 MP yang siap motretin apa aja dengan detail super. Baterainya 5.600 mAh, dibagi ke tiga sel di masing-masing panel buat distribusi daya yang seimbang. Bisa tahan seharian penuh, katanya. Layar AMOLED-nya punya refresh rate 120 Hz, brightness puncak 2.600 nits di cover screen dan 1.600 nits di layar utama. Jalannya pake Android 16 dengan One UI 8, plus fitur AI canggih dari Samsung. Multitasking-nya juara, bisa split screen sampe tiga jendela sekaligus. Pas dibuka, lo bisa pake Samsung DeX buat sambungin ke monitor atau keyboard Bluetooth, jadi kayak laptop mini. Yamane bilang, ini bikin TriFold cocok banget buat creator atau pebisnis yang butuh mobilitas tinggi.

More To Unfold | Galaxy Z TriFold | Samsung
Yamane cerita, pas pertama kali pegang TriFold, dia langsung terkesan. “Ini bukan lagi smartphone biasa, tapi jembatan antara ponsel dan tablet,” ujarnya. Dia langsung beli di hari pertama peluncuran di Korea, harganya sekitar 3,59 juta won atau kira-kira Rp 38 jutaan (sekitar $2.436). Setelah pulang ke Jepang, dia tunjukin gadget ini ke sekitar 100 teman dan kenalan. Reaksinya? Hampir semuanya bilang ini bentuk baru yang revolusioner. Banyak yang bilang, “Ini gak kayak HP lagi, tapi masa depan!” Yamane sendiri pake TriFold sebagai “kantor mobile”-nya. Dengan keyboard Bluetooth, dia bisa kerja di mana aja tanpa bawa laptop. Buat hiburan, layar 10 inci-nya perfect buat nonton film atau main game tanpa gangguan crease yang minim.
![Interview] 'I Came to Korea for This': A Journalist With 1,800 ...](https://img.global.news.samsung.com/global/wp-content/uploads/2025/12/26184359/Samsung-Mobile-Galaxy-Z-TriFold-Yasuhiro-Yamane-Interview_dl8.jpg)
Interview] ‘I Came to Korea for This’: A Journalist With 1,800 …
Cerita Yamane ini jadi sorotan di dunia tech. Samsung bahkan feature dia di blog resmi mereka, karena ini nunjukin betapa antusiasnya orang sama inovasi foldable. TriFold langsung sold out di Korea pas peluncuran, dan Samsung buka sign-up buat restock. Ponsel ini baru dirilis di enam negara: Korea Selatan, China, Taiwan, Singapura, UAE, dan AS (awal 2026). Di UAE, harganya 11.999 AED atau sekitar Rp 50 jutaan, dan juga langsung habis. Sayangnya, buat kita di Indonesia, belum ada kabar kapan masuk. Tapi, kalo lo kolektor kayak Yamane, mungkin bisa coba impor atau tunggu peluncuran global.
Kenapa TriFold ini spesial? Karena Samsung lagi push batas foldable. Mereka udah punya pengalaman sepuluh tahun di kategori ini, dari Galaxy Fold pertama yang sempat bermasalah sampe sekarang yang udah matang. TriFold bukan cuma gimmick; ini soal produktivitas. Bayangin, lo bisa lipat jadi ukuran HP biasa di saku, tapi pas dibuka jadi workstation portable. Yamane bilang, “Galaxy Z TriFold adalah smartphone yang bikin pengguna ngerasain kemungkinan masa depan.” Dia yakin, ini bakal ubah cara orang pake gadget sehari-hari.
Tapi, ada catatan nih. Meski canggih, harganya mahal banget, dan ini produk first-gen, jadi mungkin ada isu seperti daya tahan engsel atau software bugs. Kompetitor kayak Huawei udah duluan rilis Mate XT dan Mate XTs, tapi Samsung klaim teknologinya lebih advanced. Buat lo yang suka tech, cerita Yamane ini inspiratif. Dia nunjukin passion sejati: rela keluar duit dan effort buat hal yang dia suka.
Jadi, apa pendapat lo? Siap nabung buat TriFold atau nunggu harga turun? Share di komentar ya! Ini artikel dari WEBHOSTDIY.COM, stay tuned buat update gadget terbaru.



