Webhostdiy.com – Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kehadiran si kecil yang membawa gebrakan besar. Vendor ponsel kenamaan, HMD, secara resmi memperkenalkan anak terbarunya yang diberi nama HMD Asha 305 dalam sebuah acara peluncuran yang digelar pada Selasa (28/7/2026). Tanpa membuang waktu, perangkat mungil ini sudah langsung tersedia dan mulai mengaspal di pasaran Filipina, menandai awal petualangan barunya di kancah teknologi global.
Desain Mungil yang Bikin Rindu Zaman Dulu
Yang membuat banyak mata tertuju pada HMD Asha 305 bukanlah soal spesifikasi super canggih, melainkan pesona desainnya yang kompak dan membangkitkan kerinduan akan era keemasan ponsel masa lalu. Bayangkan, di tengah gempuran ponsel berlayar membentang, HMD dengan berani menghadirkan layar sentuh berukuran 5 inci yang pas di genggaman. Namun, kejutan terbesarnya terletak pada fitur baterai yang bisa dilepas-pasang (removable battery), sebuah ‘peninggalan berharga’ yang kini bagaikan barang langka dan sulit ditemui pada deretan ponsel pintar modern kebanyakan.
Menariknya, HMD tidak serta-merta memasukkan ponsel ini ke dalam kategori ponsel biasa. Mereka dengan cerdik memosisikan Asha 305 sebagai “lite smartphone” atau ponsel pintar ringan. Artinya, perangkat ini memang dibekali dengan spesifikasi yang terbilang dasar, namun HMD berani mengklaim bahwa pengalaman yang ditawarkan jauh lebih memuaskan dibandingkan sekadar feature phone atau ponsel fitur jadul. Ini adalah jembatan emas bagi mereka yang ingin merasakan kemudahan aplikasi modern tanpa harus pusing dengan kerumitan ponsel kelas berat.
Spesifikasi Pas-pasan tapi Tetap Ngebut untuk Sehari-hari
Untuk urusan dapur pacu, HMD membenamkan chipset Unisoc T137 sebagai otak penggeraknya. Kinerja prosesor ini kemudian didukung oleh RAM 2 GB dan ruang penyimpanan internal 16 GB. Kombinasi ini memang tidak dirancang untuk menaklukkan game-game berat, tetapi cukup gesit untuk menjalankan aktivitas sehari-hari seperti chatting dan berselancar di media sosial.
Beralih ke sektor fotografi, HMD membekali HMD Asha 305 dengan konfigurasi kamera yang unik. Di bagian belakang, terdapat kamera utama 2 MP yang dipadukan dengan lampu kilat LED. Yang menarik, kedua elemen ini ditempatkan dalam sebuah modul bundar dengan tiga lingkaran menyerupai ‘boba’, sekilas mengingatkan kita pada desain ikonik iPhone 17 Pro. Sementara untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, HMD menyematkan kamera depan 2 MP yang sudah cukup mumpuni untuk berkomunikasi secara virtual.
Salah satu fitur andalan yang menjadi nilai jual utama adalah baterai berkapasitas 2.500 mAh yang dapat dilepas kapan saja. Ini adalah angin segar bagi pengguna yang sering mengeluh karena baterai ponsel rusak dan tidak bisa diganti sendiri. Menurut klaim HMD, baterai ini mampu bertahan dalam kondisi siaga (standby) hingga 32 jam, cukup menemani aktivitas harian pengguna. Di dalam kotak penjualan, HMD pun menyertakan baterai cadangan, kabel USB Type-C untuk pengisian daya, serta adaptor charger, sehingga pengguna tidak perlu repot membeli aksesori tambahan.
Dari segi konektivitas, HMD Asha 305 terbilang lengkap untuk kelasnya. Ponsel ini mendukung dua kartu SIM 4G, sehingga pengguna bisa lebih leluasa mengatur jaringan. Selain itu, tersedia juga fitur WiFi, GPS untuk navigasi, Bluetooth 4.2, serta jack audio 3,5 mm yang sayang untuk dilewatkan bagi para pencinta musik wired.
Harga Ramah Kantong dan Rencana Ekspansi Global
Harga yang dibanderol untuk HMD Asha 305 tergolong sangat ramah di kantong. Perangkat ini ditawarkan dalam dua pilihan warna elegan, yaitu hitam dan hijau, dengan banderol 3.990 peso atau setara dengan Rp 1,1 jutaan. Dengan harga segitu, pengguna sudah bisa membawa pulang ponsel pintar mungil yang lincah dan penuh gaya. Saat ini, ponsel tersebut baru dipasarkan secara resmi di Filipina, namun kabar baiknya, HMD diperkirakan akan meluncurkan si mungil ini ke lebih banyak negara dalam beberapa pekan mendatang.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, HMD Asha 305 hadir sebagai pilihan menarik bagi mereka yang mendambakan ponsel kedua, ponsel untuk anak, atau sekadar ingin bernostalgia dengan desain klasik yang tetap relevan di masa kini. Kehadirannya seakan menjadi angin segar di tengah dominasi ponsel layar lebar yang semakin hari semakin seragam. Jadi, siapa bilang ponsel murah tidak bisa keren?
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com



