Telkom 30 Bukan Cuma Restrukturisasi

Diposting pada

webhostdiy.com, Jakarta – Siapa sangka, raksasa telekomunikasi Indonesia, PT Telkom Indonesia, lagi siap-siap bikin gebrakan besar di bawah pimpinan Dian Siswarini. Bukan sekadar potong-potong biaya atau ganti struktur organisasi doang, tapi visi ambisius bernama Telkom 30 (atau Telkom 3.0) yang katanya bakal bikin valuasi perusahaan melonjak tajam sampai tahun 2030.

Dian Siswarini, yang jadi Direktur Utama pertama perempuan di Telkom, baru-baru ini buka-bukaan soal rencana ini dalam wawancara eksklusif. Dia bilang, ini bukan cuma restrukturisasi biasa. “Bukan sekadar restrukturisasi, tapi lompatan nilai,” ujarnya tegas. Maksudnya? Telkom ingin keluar dari bayang-bayang valuasi operator telekomunikasi biasa yang cuma dihargai 5-6 kali lipat oleh pasar. Mereka mau naik level jadi perusahaan infrastruktur digital yang valuasinya bisa jauh lebih tinggi.

Bayangin aja, selama ini aset-aset keren Telkom seperti jaringan fiber optik sepanjang 180.000 km, data center gede, dan menara telekomunikasi, nilainya “terkubur” karena masih digabung sama bisnis operator seluler. Valuasi telco operator di Indonesia kan rendah banget dibanding infrastruktur murni. Nah, lewat Telkom 30, Dian mau “unlock value” alias buka potensi nilai tersembunyi itu.

Salah satu langkah konkretnya adalah memisahkan bisnis fiber optik jadi entitas sendiri, yang disebut Infranexia atau FiberCo. Ini bukan cuma ganti nama, tapi bikin aset infrastruktur bisa dinilai lebih adil oleh investor. “Kalau aset itu ada di Telkom, di-value-nya seperti telco operator. Sekarang telco operator di Indonesia oleh market di-value 5 sampai 6 kali multiple,” jelas Dian. Dengan dipisah, valuasi bisa naik berkali-kali lipat, mirip perusahaan infrastruktur global yang multiple-nya lebih tinggi.

kunjungi juga laman berita terbaru dan seru di indonesiartnews.or.id

Telkom 30 ini sebenarnya journey transformasi lima tahun dari 2025 sampai 2030. Tahun 2025 jadi titik start spesial, di mana Telkom “mundur sejenak” buat evaluasi total. Mereka lagi assessment lebih dari 60 anak usaha. Yang nggak relevan atau di luar koridor digital bakal di-tidy up: ada yang dijual, ditutup, digabung, atau bahkan dilebur ke holding BUMN baru seperti Danantara.

Tujuannya? Bikin Telkom lebih agile (lincah), profitable, dan fokus ke bisnis inti: infrastruktur digital, connectivity, platform, dan layanan digital. Empat pilar utama transformasi ini termasuk penguatan data center, kemitraan strategis global, dan optimalisasi aset seperti menara dan fiber. Dian yakin, strategi ini bakal dorong Total Shareholder Return (TSR) naik signifikan, alias untung buat pemegang saham TLKM bakal makin mentereng.

Tahun 2026 disebut Dian sebagai tahun paling sibuk. Banyak inisiatasi dan inovasi yang bakal dieksekusi. Mulai dari spin-off bisnis tertentu, percepatan digitalisasi, sampai jawab lonjakan kebutuhan data di era AI dan 5G/6G mendatang. nggak mau ketinggalan jadi pemain utama di ekosistem digital Indonesia.

Menariknya, Dian Siswarini bukan orang baru di industri telco. Sebelumnya dia sukses memimpin XL Axiata, dan sekarang bawa pengalaman itu buat ubah Telkom jadi lebih kompetitif secara global. Dia juga tekankan pentingnya kolaborasi, termasuk dengan pemerintah dan swasta, biar Indonesia punya infrastruktur digital kelas dunia.

Visi Telkom 30 ini sebenarnya jawaban atas tantangan besar: persaingan ketat dari operator lain, masuknya pemain global, dan kebutuhan masyarakat akan koneksi super cepat. Dengan restrukturisasi yang cerdas plus lompatan nilai, Telkom berharap bisa capai market cap berlipat di 2030. Bukan mimpi doang, tapi roadmap jelas yang lagi digarap serius.

Buat investor dan pengamat pasar, ini sinyal positif. Saham TLKM diprediksi bakal lebih atraktif kalau transformasi ini jalan mulus. Tapi ya, tantangannya juga nggak kecil: eksekusi harus tepat, regulasi mendukung, dan pasar global lagi fluktuatif.

Intinya, Telkom di era Dian Siswarini lagi nggak main-main. Ini bukan cuma soal bertahan, tapi mau jadi pemimpin di era digital. Tunggu aja gebrakan selanjutnya – siapa tahu valuasi Telkom bakal bikin kaget semua orang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *