Snapchat Digugat YouTuber: Konten Video Jadi ‘Bahan Bakar’ AI Mereka!

Diposting pada

webhostdiy.com — Bayangin aja, kamu rajin bikin video Snapchat Digugat YouTuber: Konten Video Jadi ‘Bahan Bakar’ AI Mereka! o lucu atau tutorial di YouTube, views-nya jutaan, tapi tiba-tiba kontenmu “dicuri” diam-diam buat melatih AI perusahaan besar. Nah, ini yang lagi dialami beberapa YouTuber terkenal yang sekarang resmi gugat Snapchat (atau lebih tepatnya Snap Inc., perusahaan induknya).

Kasus ini meledak baru-baru ini, tepatnya akhir Januari 2026. Sekelompok kreator YouTube dengan total subscriber mencapai sekitar 6,2 juta orang mengajukan gugatan class action di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Tengah California. Mereka tuding Snap telah melanggar hak cipta dengan menggunakan video-video mereka tanpa izin untuk melatih model AI.

Siapa aja yang terlibat? Yang paling gede namanya adalah tim di balik channel h3h3Productions (atau h3h3), yang punya 5,52 juta subscriber dan miliaran views. Channel ini terkenal dengan konten reaksi, podcast, dan kritik sosial yang sering viral. Bergabung juga dua channel golf: MrShortGame Golf dan Golfholics, yang meski lebih niche tapi tetap punya ratusan ribu subscriber setia.

Inti masalahnya: Snap dituduh memanfaatkan dataset video besar-besaran seperti HD-VILA-100M (yang berisi pointer ke 100 juta klip dari 3 juta video YouTube) dan dataset lain seperti Panda-70M yang bahkan dikompilasi sendiri oleh Snap. Dataset-dataset ini seharusnya cuma buat riset akademik non-komersial, tapi Snap pakai untuk kepentingan bisnis, termasuk fitur AI keren di Snapchat seperti Imagine Lens (bisa edit gambar pakai teks prompt) dan fitur AI lain yang bikin pengguna bisa generate atau modifikasi konten visual.

Menurut gugatan, Snap sengaja melewati batasan teknis YouTube, melanggar Terms of Service, dan aturan lisensi yang jelas-jelas melarang penggunaan komersial. YouTube punya proteksi anti-scraping, tapi para penggugat bilang Snap (dan mungkin pihak lain) berhasil bypass itu demi ambil data sebanyak-banyaknya. Hasilnya? Konten asli para kreator jadi “bahan bakar” gratis buat AI Snapchat, tanpa bayar royalti atau minta izin sama sekali.

kunjungi juga laman berita terbaru di Indonesiaartnews.or.id

Ini bukan gugatan pertama kalinya. Para YouTuber ini sebelumnya sudah gugat Nvidia, Meta, dan ByteDance atas hal serupa. Mereka bilang ini pola besar di industri AI: perusahaan tech ambil konten user-generated secara massal, klaim “fair use” untuk training model, tapi sebenarnya melanggar DMCA (Digital Millennium Copyright Act) karena circumvention (melewati proteksi akses).

Apa yang diminta para penggugat? Mereka minta ganti rugi statutori (bisa jutaan dolar per pelanggaran) plus injunction permanen supaya Snap berhenti pakai konten mereka dan hapus data yang sudah diambil. Gugatan ini juga ingin jadi class action nasional, artinya bisa mewakili ribuan kreator YouTube di AS yang video-nya ikut kena “panen” dataset ini.

Konteksnya lebih luas lagi. Saat ini ada lebih dari 70 gugatan serupa terkait hak cipta AI di seluruh dunia, melibatkan penulis buku, seniman, publisher koran, sampai situs user-generated content. Beberapa kasus berakhir dengan settlement (seperti Anthropic bayar kompensasi ke penulis), ada juga yang hakim bilang fair use (seperti kasus Meta). Tapi buat kreator video, ini jadi perlawanan baru: mereka nggak mau lagi kontennya dijadikan “bahan bakar” AI tanpa kompensasi.

Snap sendiri belum komentar resmi soal gugatan ini (sampai info terakhir). Mereka lagi gencar dorong fitur AI, mulai dari My AI chatbot, generative tools, sampai Spectacles dengan AR canggih. Snapchat punya ratusan juta user aktif, dan AI jadi salah satu daya tarik utama buat bersaing dengan TikTok, Instagram, dll. Tapi kalau gugatan ini menang besar, bisa bikin mereka mikir ulang strategi data training.

Buat para kreator di luar sana, kasus ini jadi pengingat keras: era AI bikin kontenmu bisa “dipakai” tanpa sepengetahuan. Banyak yang mulai dorong platform seperti YouTube kasih opsi opt-out dari training AI, atau bahkan minta kompensasi langsung. Di sisi lain, perusahaan AI bilang tanpa data besar, inovasi bakal mandek.

Kita tunggu aja kelanjutannya. Apakah Snap bakal settle cepat kayak kasus addiction sosial media mereka baru-baru ini? Atau ini bakal jadi pertarungan panjang yang bisa ubah aturan main AI di masa depan? Yang pasti, para YouTuber ini lagi berani ambil langkah besar demi lindungi karya mereka. Respect!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *