webhostdiy.com Halo, sobat netizen! Kalau kamu masih sering chat atau video call lewat WhatsApp, siap-siap deh buat Rusia. Baru-baru ini, pemerintah Rusia lagi gencar batasi akses ke aplikasi pesan instan paling populer di dunia ini. Bahkan, mereka sudah ancam bakal blokir total kalau WhatsApp nggak nurut aturan mereka. Wah, ini serius banget nih!
Semuanya bermula dari Roskomnadzor, badan pengawas komunikasi Rusia yang super ketat. Mereka bilang WhatsApp (milik Meta) udah sering melanggar hukum setempat. Alasannya? Katanya aplikasi ini gagal mencegah penipuan, kegiatan terorisme, dan nggak kooperatif sama pihak berwenang. Mulai Agustus 2025 lalu, panggilan suara dan video di WhatsApp sudah dibatasi atau bahkan diblokir sebagian. Bukan cuma WhatsApp, Telegram juga kena imbasnya.

Tapi sekarang, Februari 2026 ini, langkahnya naik level. Roskomnadzor udah hapus domain whatsapp.com dan web.whatsapp.com dari sistem DNS nasional Rusia. Artinya? Banyak pengguna di sana langsung nggak bisa akses aplikasi tanpa pakai VPN. Jutaan orang tiba-tiba kehilangan akses, dan WhatsApp langsung bereaksi keras.

Dalam pernyataan resminya, WhatsApp bilang ini upaya Rusia buat “sepenuhnya memblokir” layanan mereka. Mereka sebut tujuannya cuma satu: memaksa lebih dari 100 juta pengguna Rusia pindah ke aplikasi buatan negara sendiri bernama Max. Aplikasi Max ini digadang-gadang sebagai “super app” mirip WeChat di China, yang bisa chat, bayar tagihan, pesan makanan, dan lain-lain. Tapi kritiknya banyak: katanya Max ini mudah diawasi pemerintah, alias kurang privasi.

“Usaha memisahkan lebih dari 100 juta orang dari komunikasi aman dan pribadi adalah langkah mundur,” kata juru bicara WhatsApp. “Ini cuma bikin orang Rusia kurang aman, bukan lebih aman.” Mereka janji bakal terus berjuang biar pengguna tetap bisa connect.
Dari sisi Rusia, mereka bilang blokir ini bagian dari “kedaulatan digital”. Kremlin pengen kontrol lebih ketat atas internet di negaranya. Sejak perang di Ukraina, banyak platform asing kena sanksi atau dibatasi. Facebook dan Instagram (juga milik Meta) sudah diblokir total sejak 2022. Sekarang giliran WhatsApp yang kena getahnya.
simak juga laman berita terkini di indonesiaartnews.or.id
Sebelumnya, November 2025, Roskomnadzor sudah ancam: kalau WhatsApp terus nggak patuh, ya blokir total. Bahkan wakil ketua Duma (parlemen Rusia) Andrey Svintsov bilang kemungkinan besar WhatsApp bakal diblokir permanen akhir 2026. Dan sekarang, Februari ini, sepertinya mereka udah mulai eksekusi tahap demi tahap.
Buat warga Rusia, ini berarti repot. Banyak yang pakai WhatsApp buat komunikasi sehari-hari, bisnis, bahkan keluarga di luar negeri. Tanpa VPN, susah akses. VPN sendiri sering diblokir juga, jadi orang-orang harus cari cara kreatif. Beberapa media Rusia bilang domain WhatsApp sudah nggak bisa diakses langsung, dan pengguna lapor error loading.
Ini juga bagian dari tren lebih besar. Rusia lagi promosi aplikasi lokal kayak Max, yang wajib dipasang di HP baru sejak 2025. Mereka pengen kurangi ketergantungan pada Big Tech Amerika. Tapi banyak yang curiga ini cuma alasan buat pengawasan lebih dalam. Privasi chat jadi taruhan besar.
Dari sisi global, Meta (perusahaan induk WhatsApp) bilang ini langkah mundur buat kebebasan berekspresi dan keamanan digital. Mereka nggak mau kasih backdoor buat pemerintah akses pesan pribadi, karena end-to-end encryption itu prinsip utama mereka.
Jadi, nasib WhatsApp di Rusia gimana selanjutnya? Bisa aja diblokir total dalam waktu dekat kalau nggak ada kesepakatan. Atau mungkin WhatsApp cari jalan tengah, tapi kelihatannya susah karena Meta dan Kremlin lagi “panas dingin” banget.
Buat kita di Indonesia yang bebas pakai WhatsApp, ini jadi pengingat: internet nggak selalu bebas. Banyak negara lagi ketatkan kontrol digital, dan Rusia salah satu yang paling agresif. Kalau kamu punya temen atau saudara di sana, mungkin sekarang lagi pada ribet cari alternatif kayak Telegram (yang juga lagi dibatasi), Signal, atau ya… Max.
Tetap update ya, sob! Siapa tahu besok-besok ada kabar baru soal ini. Kalau WhatsApp beneran bye-bye di Rusia, pasti bakal rame banget diskusinya. Stay connected, tapi jangan lupa privasi!



