Webhostdiy.com – Strava, aplikasi legendaris pencatat aktivitas olahraga, akhirnya secara resmi mengajukan dokumen untuk Penawaran Umum Perdana (IPO) di Amerika Serikat. Kabar panas ini pertama kali dibocorkan oleh media ternama The Information, yang berhasil mengulik informasi langsung dari sumber internal perusahaan. Bahkan, Strava sudah menyiapkan senjata andalan dengan menggandeng raksasa bank investasi, Goldman Sachs, sebagai penjamin emisi utama untuk proses pelantikan di bursa saham nanti.

Menurut sumber terpercaya yang dihimpun The Information, IPO sensasional ini berpotensi besar digelar pada musim semi tahun ini, guys! Jadi, persiapkan diri kalian antara bulan Maret, April, atau Mei untuk menyaksikan momen bersejarah ini. Tidak main-main, manajemen Strava juga dikabarkan sudah sibuk melakukan berbagai roadshow dan pertemuan intensif dengan calon-calon investor potensial dalam beberapa waktu terakhir. Namun, detail-detail krusial seperti valuasi akhir, nominal dana yang ingin diraup, dan jadwal pasti pencatatan saham masih mereka simpan rapat-rapat untuk kejutan besar.
Sebenarnya, kabar rencana IPO Strava ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Pasalnya, CEO Strava, Michael Martin, sudah lebih dulu memberikan teaser kepada Financial Times pada Oktober 2025 lalu. Saat itu, ia dengan yakin mengungkapkan niat perusahaan untuk go public. Meski Martin belum mau membocorkan jadwal pastinya, ia dengan tegas menyatakan bahwa Strava akan melangkah pada “waktu yang tepat”. Ia meyakinkan bahwa langkah IPO ini akan membuka keran modal tambahan yang sangat dibutuhkan untuk menggeber ekspansi bisnis dan melakukan lebih banyak akuisisi strategis yang mind-blowing.
Ngomong-ngomong soal bisnis, kinerja finansial Strava ternyata sangat cetar membahana! Sepanjang tahun lalu, mereka berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang fantastis, yakni lebih dari 50 persen! Meski begitu, total pendapatan tahunannya masih dikategorikan relatif kecil, yaitu di bawah 500 juta dolar AS. Jangan salah, valuasi perusahaan ini sudah melambung tinggi. Laporan terpisah dari The Wall Street Journal yang mengutip Fortune menyebutkan, pada Mei 2025 lalu, Strava sudah memiliki valuasi sekitar 2,2 miliar dolar AS! Pencapaian gemilang ini tentu didukung oleh sederet investor kelas kakap yang berdiri di belakangnya, seperti Sequoia Capital, TCV, Jackson Square Ventures, Dragoneer Investment Group, dan Sigma Partners.
Yang bikin makin greget, rencana IPO ini muncul pas banget di saat tren gaya hidup sehat, khususnya lari, sedang meledak-ledak di kalangan Generasi Z! Laporan Year in Sport dari Strava sendiri mengungkap fakta mencengangkan: partisipasi klub lari global melonjak 59 persen sepanjang 2024. Lebih viral lagi, satu dari lima responden Gen Z mengaku pernah berkencan dengan orang yang mereka temui melalui komunitas lari di Strava! Fenomena sosial unik inilah yang akhirnya menyematkan julukan “media sosial alternatif” kepada Strava, sebagai penyegar bagi generasi muda yang mulai bosan dengan aplikasi kencan konvensional.
Didirikan pada 2009, awalnya Strava hanya dikenal sebagai aplikasi pelacak aktivitas olahraga standar seperti lari, bersepeda, dan hiking. Namun, lambat laun mereka bertransformasi menjadi sebuah jejaring sosial kebugaran yang sangat interaktif. Di sini, pengguna bisa saling memberi semangat melalui fitur “kudos” yang ikonik dan membandingkan capaian seperti kecepatan, jarak, atau catatan waktu dengan teman-temannya. Formula social fitness ini terbukti sangat jitu dan disukai oleh jutaan pengguna setia. Alhasil, Strava kini bukan sekadar alat pencatat, melainkan telah berubah menjadi ruang interaksi digital utama bagi komunitas pelari dan pesepeda global.
Pada 2025, Strava dengan bangga mengumumkan bahwa aplikasinya sudah digunakan oleh 150 juta pengguna aktif, melonjak dari 120 juta di 2023. Data dari Sensor Tower juga memperkuat gelombang popularitasnya dengan mencatatkan peningkatan unduhan aplikasi sebesar 80 persen secara year-on-year. Tidak hanya itu, konsumen disebut-sebut telah menghabiskan lebih dari 180 juta dolar AS untuk berlangganan paket premium Strava sepanjang 2025. Namun, pihak Strava dengan cepat mengklarifikasi bahwa angka tersebut masih jauh di bawah pendapatan sesungguhnya, karena mereka juga meraup pemasukan besar-besaran dari tantangan berbayar (sponsored challenges) dan kerja sama merek (brand partnerships) yang masif.
Untuk memperkuat posisinya sebagai market leader, Strava juga aktif melakukan ekspansi dengan mengakuisisi dua startup pelatihan olahraga yang sedang naik daun tahun ini, yaitu Runna (aplikasi pelatih lari asal Inggris) dan The Breakaway (platform pelatihan bersepeda). Kedua platform canggih ini kemudian diintegrasikan dengan mulus ke dalam fitur sosial Strava, sehingga pengguna bisa menikmati program latihan yang lebih personal dan terarah. Akuisisi-akuisisi strategis ini jelas merupakan bagian dari ambisi besar Strava untuk membangun “super app” kebugaran yang komprehensif—sebuah tempat di mana pengguna tidak hanya sekadar berolahraga, tetapi juga membangun komunitas yang solid dan pengalaman sosial yang tak terlupakan. Bersiaplah menyambut era baru kebugaran digital!
Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id



