Jaringan Fiber Raksasa 180.000 Km: Rahasia Telkom Dongkrak Valuasi Lewat Infranexia!

Diposting pada

webhostdiy.com, Jaringan Fiber Raksasa 180.000 Km: Rahasia Telkom Dongkrak Valuasi Lewat Infranexia! Bayangin deh, kabel fiber optik sepanjang 180.000 kilometer—itu setara empat kali muterin bumi! Nah, aset super gede ini sekarang jadi senjata utama Telkom buat naikin nilai perusahaan secara signifikan. Lewat entitas baru bernama Infranexia, Telkom lagi gencar spin-off bisnis fiber wholesale-nya. Bukan cuma ganti nama doang, tapi strategi pintar biar infrastruktur digital Indonesia makin kuat dan cuan.

Semuanya bermula dari rencana besar Telkom sejak pertengahan 2025. Mereka resmi teken akta pemisahan (spin-off) pada Desember 2025, memindahkan sebagian besar aset dan bisnis fiber connectivity ke Infranexia, anak perusahaan yang dikontrol hampir 100% oleh Telkom. Tahap pertama sudah jalan, aset senilai sekitar Rp 35-36 triliun dipindah dulu. Total nilai aset yang bakal dikelola Infranexia bisa tembus Rp 90 triliun kalau semua tahap selesai, bahkan ada estimasi valuasi bisa nyampe Rp 150 triliun pasca-spin-off.

Kenapa ribet-ribet spin-off? Karena selama ini jaringan fiber Telkom yang super luas itu utilisasinya baru sekitar 40%. Banyak yang cuma dipake internal, terutama buat Telkomsel. Padahal potensinya gede banget buat dijual ke pihak ketiga seperti ISP lain, penyedia cloud, data center, sampai perusahaan OTT. Dengan Infranexia jadi entitas mandiri, bisnisnya fokus ke model wholesale fiber connectivity—artinya, mereka bakal jual layanan fiber ke siapa aja yang butuh koneksi cepat dan stabil.

Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba, pernah bilang kalau market share mereka di segmen ini sekarang cuma 16%. Tapi setelah spin-off, targetnya naik di atas 25%! Gimana caranya? Dengan efisiensi operasional yang lebih baik, daya saing meningkat, dan kemampuan buat kolaborasi sama mitra strategis. Infranexia bakal lebih lincah ngelola jaringan backbone, aggregation, access network, sampai koneksi internasional.

kunjungi juga laman berita terbaru dan seru di indonesiartnews.or.id

Jaringan 180.000 km ini nggak main-main. Mulai dari kota-kota besar sampai pelosok Indonesia, bahkan ada koneksi global. Ini bikin Indonesia punya infrastruktur digital yang salah satu terpanjang di Asia Tenggara. Bayangin, dari Sabang sampai Merauke bisa terkoneksi fiber optik super kencang. Infranexia janji bakal ekspansi coverage lebih luas lagi, target naik 35% atau lebih.

Strategi ini pas banget sama visi Telkom 2030: jadi penyedia konektivitas terdepan di Indonesia. Spin-off ini juga buka pintu buat opsi masa depan, seperti IPO Infranexia atau cari investor strategis. Banyak analis bilang, valuasi Infranexia bisa tinggi karena bisnis infrastruktur fiber lagi hot—terutama di era AI, cloud computing, dan 5G/6G. Pendapatan tahunan diproyeksi Rp 25 triliun lebih, dengan margin EBITDA 35-39%. Lumayan banget buat narik investor institusi yang suka aset stabil dan cash flow bagus.

Telkom tetep pegang kendali besar di Infranexia (99,9%), jadi grup tetap untung dari pertumbuhan ini. Yang menarik, langkah ini nggak cuma soal cuan, tapi juga dorong ekosistem digital nasional. Lebih banyak ISP lokal bisa akses fiber berkualitas tinggi, biaya internet bisa lebih murah dan merata, plus percepat transformasi digital di berbagai sektor.

Tapi tentu ada tantangan. Harus pintar-pintar manajemen biar utilisasi naik drastis, cari mitra yang tepat, dan pastiin regulasi mendukung. Kalau sukses, ini bisa jadi game changer buat Telkom. Valuasi perusahaan induk (TLKM) ikut terdongkrak karena aset fiber yang selama ini “nganggur” sekarang jadi mesin pertumbuhan baru.

Intinya, 180.000 km fiber bukan cuma kabel di tanah, tapi modal emas buat masa depan digital Indonesia. Infranexia lagi disiapin jadi bintang baru di grup Telkom—siapa tahu nanti valuasinya bikin investor pada ngiler. Pantengin terus perkembangannya, karena ini baru awal dari cerita besar infrastruktur digital Tanah Air!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *