Elon Musk dan Pavel Durov Kompak Bilang: WhatsApp Gak Aman Lagi!

Diposting pada

webhostdiy.com Wah, rame nih dunia messaging akhir-akhir ini! Dua bos besar tech, Elon Musk (pemilik X, dulu Twitter) dan Pavel Durov (CEO Telegram), kompak banget nyinyir ke WhatsApp. Mereka bilang aplikasi chat paling populer di Indonesia ini gak aman buat privasi pengguna. Kok bisa? Semua ini gara-gara ada gugatan class action terhadap Meta (induk WhatsApp) di San Francisco, Amerika Serikat, yang lagi heboh dibicarain.

Ceritanya dimulai dari Pavel Durov yang lebih dulu buka suara di X. Dia nulis kurang lebih gini: “Kamu bener-bener bodoh kalau masih percaya WhatsApp aman di tahun 2026. Kami di Telegram pernah analisis implementasi ‘enkripsi’ mereka, dan nemu banyak celah serangan (attack vectors).” Pedas banget ya! Durov yang biasanya kalem ini langsung kasih label “braindead” buat yang masih percaya WA punya privasi kuat.

Gak lama kemudian, Elon Musk ikutan nimbrung. Dia bales postingan terkait dengan kalimat singkat tapi ngena: “WhatsApp tidak aman. Bahkan Signal pun patut dipertanyakan. Gunakan X Chat kalau kamu beneran peduli privasi.” Musk langsung promosi fitur chat enkripsi di platformnya sendiri, X Chat. Kelasnya miliarder nih, langsung jualan produk sendiri sambil ngejek kompetitor.

Inti masalahnya ada di gugatan itu. Para penggugat (dari berbagai negara) klaim bahwa Meta bisa akses isi chat pengguna meskipun WA selalu promosi end-to-end encryption (E2EE). Katanya, ada whistleblower internal yang bocorin: karyawan Meta tinggal kirim “task” atau permintaan ke tim engineering, lalu bisa buka pesan pengguna berdasarkan User ID. Bahkan pesan yang udah di-delete pun konon bisa diakses. Ini bikin orang mikir, “Lah, katanya enkripsi end-to-end, kok Meta masih bisa intip?”

Meta langsung bantah keras. Bos WhatsApp, Will Cathcart, bilang tuduhan itu “totally false” alias bohong besar. Mereka tegas bahwa pesan pribadi dan grup di WA dienkripsi end-to-end, artinya hanya pengirim dan penerima yang bisa baca. Meta gak punya akses ke konten pesan, bahkan buat tim internal sekalipun. Mereka juga bilang gugatan ini “frivolous” atau gak berdasar, dan bakal dibantah habis-habisan di pengadilan.

kunjungi laman berita terkini di indonesiaartnews.or.id

Tapi kontroversi ini bikin orang bertanya-tanya: Emangnya bedanya gimana antara WA, Telegram, sama X Chat? WhatsApp pakai protokol Signal yang dianggap top-tier buat E2EE, plus fitur disappearing messages. Tapi kritiknya sering ke metadata—data seperti siapa chat sama siapa, kapan, berapa lama—yang dikumpulin Meta. Sementara Telegram punya “Secret Chat” yang super aman, tapi chat biasa gak E2EE default. Nah, X Chat yang dipromosikan Musk juga E2EE, tapi ada catatan dari komunitas: gak punya forward secrecy (kalau kunci bocor, pesan lama bisa kebaca), kunci privat dikontrol X dengan PIN 4 digit doang, dan metadata tetap dikumpulin.

Jadi, siapa yang beneran aman? Banyak ahli privasi bilang Signal masih jadi juara karena minim metadata, kunci di device pengguna, dan forward secrecy. Tapi ya, Signal gak sepopuler WA yang punya miliaran pengguna, termasuk di Indonesia yang hampir semua orang pakai buat chat keluarga, kerja, sampe jualan online.

Pernyataan Musk dan Durov ini jelas bikin heboh. Banyak netizen yang mulai mikir ulang: “Wah, beneran gak ya WA aman?” Apalagi di tengah isu privasi data yang makin panas global. Beberapa orang langsung pindah ke Telegram atau coba Signal, sementara yang lain santai aja karena “tohong WA udah lama dipake, gak ada masalah kok.”

Buat kamu yang lagi bingung, tips sederhana: Kalau chatnya sensitif banget (misal urusan bisnis rahasia atau hal pribadi), pakai app yang E2EE default dan minim metadata seperti Signal. Buat chat sehari-hari, WA masih oke selama gak share info super penting. Dan ya, selalu update app, pakai 2FA, dan jangan klik link sembarangan.

Intinya, perdebatan ini nunjukin satu hal: privasi di era digital gak pernah 100% aman. Selalu ada trade-off antara kemudahan dan keamanan. Musk dan Durov mungkin punya agenda promosi platform mereka sendiri, tapi setidaknya bikin kita lebih aware soal data pribadi. Kamu tim mana nih: tetap setia WA, pindah Telegram, atau coba X Chat? Share pendapatmu di kolom komentar ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *