Elon Musk Bilang WhatsApp Gak Aman, Bosnya Langsung Balas Keras: “Totally False!”

Diposting pada

webhostdiy.com — Kamu pengguna setia WhatsApp? Awas nih, baru-baru ini Elon Musk, si bos X (dulu Twitter) dan Tesla, lagi heboh bilang kalau aplikasi chat nomor satu di Indonesia ini gak aman. Langsung aja bos WhatsApp kasih “ulti” balasan yang pedas. Apa sih yang bikin Elon sampe nyinyir gitu? Dan kenapa bos WA langsung naik darah?

Semuanya bermula dari sebuah gugatan class action terhadap Meta (perusahaan induk WhatsApp, Instagram, Facebook) di Amerika. Gugatan ini bilang Meta sebenarnya bisa “nyaris” mengakses chat pribadi pengguna, meskipun selama ini mereka ngotot kalau WhatsApp pakai end-to-end encryption alias enkripsi ujung ke ujung. Artinya, cuma pengirim dan penerima yang bisa baca pesan, Meta katanya gak punya akses sama sekali.

kunjungi juga laman berita terbaru di Indonesiaartnews.or.id

Nah, Elon Musk langsung nyamber berita ini di X-nya. Dia nulis singkat tapi bikin heboh: “WhatsApp is not secure. Even Signal is questionable. Use X Chat.” Wow, berani banget! Elon gak cuma nyerang WhatsApp, tapi sekalian nyindir Signal yang selama ini dianggap paling aman oleh para privacy enthusiast. Dia promosiin fitur chat di X yang katanya lebih aman dan pakai enkripsi juga.

Reaksi netizen langsung meledak. Banyak yang setuju sama Elon, apalagi yang udah muak sama Meta karena kasus-kasus data breach dan iklan targeted yang creepy. Tapi ada juga yang bilang, “Lah, Elon kok promosi app sendiri? Kan X juga punya drama privasi sendiri.”

Gak lama, Will Cathcart, Head of WhatsApp, langsung turun tangan balas di kolom komentar postingan Elon. Gayanya tegas dan gak main-main: “This is totally false.” Dia jelasin panjang lebar biar jelas.

Menurut Will, WhatsApp emang gak bisa baca pesan pengguna. Kenapa? Karena encryption keys (kunci enkripsi) disimpan di HP pengguna sendiri, bukan di server Meta. Jadi secara matematis, Meta gak punya cara buat buka pesan chat, panggilan suara, atau video call. “We don’t have access to them,” tegasnya.

Will juga gak tanggung-tanggung ngejek gugatan itu. Dia bilang ini cuma “no-merit, headline-seeking lawsuit” alias gugatan tanpa dasar kuat yang cuma cari sensasi. Bahkan dia sebut firma hukum yang ngajuin gugatan ini pernah bela NSO Group, perusahaan spyware Pegasus yang terkenal nyerang jurnalis dan aktivis. Pedas banget!

Ini bukan pertama kalinya Elon dan tim WhatsApp ribut soal privasi. Dulu tahun 2024, Elon pernah bilang WhatsApp “exports user data every night” buat iklan targeted. Will juga langsung bales waktu itu, bilang itu not correct dan WhatsApp serius banget soal keamanan lewat end-to-end encryption.

Tapi kali ini beda, konteksnya lebih panas karena ada gugatan hukum lagi. Elon kayaknya lagi manfaatin momentum buat dorong orang pindah ke X Chat, fitur messaging di X yang lagi dikembangin jadi “everything app”. X Chat udah support end-to-end encryption, voice/video call, bahkan rencana integrasi pembayaran. Elon sering bilang X lebih bebas bicara dan lebih hormati privasi dibanding platform Meta.

Di sisi lain, WhatsApp tetep jadi raja chat di Indonesia dan banyak negara berkembang. Miliaran pengguna, grup keluarga, bisnis kecil, sampai urusan kantor pakai WA. Fitur backup cloud (Google Drive atau iCloud) emang bisa jadi celah kalau gak hati-hati, tapi Meta bilang itu pilihan pengguna dan pesan tetap terenkripsi sebelum di-backup.

Jadi, siapa yang bener? Elon atau Will?

Sebenarnya, end-to-end encryption WhatsApp udah diverifikasi independen berkali-kali. Signal Protocol yang dipakai WhatsApp memang salah satu yang terbaik. Tapi kritik terhadap Meta tetep ada: metadata (siapa chat sama siapa, jam berapa, lokasi kasar) bisa dikumpulin buat iklan di Facebook/Instagram. Itu yang bikin orang ragu, meskipun isi chat aman.

Elon sendiri punya agenda. X lagi berusaha saingin WhatsApp, Telegram, dan Signal. Dengan drama privasi Meta, dia harap pengguna migrasi ke X. Tapi X juga punya isu sendiri, seperti moderasi konten yang kontroversial sejak Elon ambil alih.

Buat kita di Indonesia yang WA-nya jarang mati, mungkin gak langsung pindah. Tapi diskusi ini bagus buat ingetin: privasi itu penting. Pakai app apa pun, aktifin two-step verification, jangan klik link sembarangan, dan pahami apa yang kamu bagikan.

Intinya, Elon Musk lempar bom “WhatsApp tak aman”, bos WA balas keras “totally false”. Siapa menang? Pengguna yang paling untung, karena sekarang kita lebih aware soal data pribadi. Kamu tim mana nih? Tetep setia WA, coba X Chat, atau pindah ke Signal aja biar aman total?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *