Di Luar Dugaan! MacBook Air M1 Tahan Serpihan Peluru, Tetap Bisa Dipakai Scroll Media Sosial

Diposting pada

Webhostdiy.com – Umumnya, kita mengenal laptop sebagai alat bantu kerja harian, mulai dari mengetik dokumen hingga mengolah data. Namun, tahukah Anda? Sebuah laptop ternyata bisa berperan jauh melampaui fungsi dasarnya, bahkan menjadi penyelamat nyawa di medan perang! Kali ini, sebuah kisah luar biasa datang dari seorang tentara Ukraina yang MacBook Air M1 miliknya berhasil menangkis serpihan peluru!

Tanpa disangka, kisah epik ini pun langsung viral ke publik setelah sang pemilik memberanikan diri membagikan kondisi laptop “kesayangannya” itu melalui unggahan di media sosial X (dulu Twitter). Lebih hebatnya lagi, dalam foto yang diunggah oleh pengguna bernama @lanevychs, kita bisa melihat MacBook Air M1 keluaran 2020 itu masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan meski tubuhnya terluka parah!

Pertama-tama, mari kita amati kerusakan yang terjadi. Tampak jelas, layar MacBook Air tersebut retak dan bahkan sedikit berlubang akibat hantaman shrapnel atau pecahan peluru. Ajaibnya, meski tertembus, laptop itu masih sanggup menampilkan gambar di beberapa area layarnya. Rupanya, pecahan proyektil itu hanya berhasil menembus panel layar tanpa mampu melubangi seluruh bodi laptop. Kemudian, perhatikan pula area keyboard-nya. Dari sekian banyak tombol, hanya satu yang terlempar, yaitu huruf “K”. Selebihnya, papan ketik itu masih tertancap dengan kokoh di tempatnya.

Melihat bukti visual yang menakjubkan ini, sang pemilik pun dengan gaya bertutur yang santai langsung mempertanyakan “spesifikasi tersembunyi” laptopnya. “Seberapa tinggi sih sebenarnya tingkat perlindungan balistik MacBook Air M1? Soalnya yang ini bisa selamat dari pecahan peluru lho,” tulis @lanevychs dalam cuitannya. Nah, yang bikin cerita ini semakin menarik, MacBook Air tersebut bukan hanya sekadar tampak hidup, tapi benar-benar masih bisa dipakai! Layarnya masih menampilkan gambar, dan bahkan konon masih bisa dipakai untuk membuka X dan melakukan scroll naik-turun di timeline.

Namun, tunggu dulu! Ini ternyata bukan pengalaman pertama sang laptop menjadi “korban” perang. Tanpa ragu, sang tentara mengungkapkan dalam kolom komentar bahwa belum lama ini ia baru saja mengganti “matrix” laptopnya karena terkena serangan drone FPV. Istilah “matrix” yang ia sebut kemungkinan besar merujuk pada motherboard, otak dari laptop tersebut. Fakta ini jelas menunjukkan bahwa perangkat ini sudah beberapa kali bertarung dengan nasib di tengah konflik yang berkecamuk. Meski demikian, lokasi pasti sang tentara sengaja tidak diungkapkan demi keamanan, walau kita bisa menduga ia berada di wilayah yang sangat dekat dengan garis depan pertempuran, seperti yang dilaporkan oleh TomsHardware.

Nah, di sisi lain, mari kita kupas mengapa kejadian ini begitu mencengangkan. Perlu diingat, MacBook Air M1 dikenal sebagai salah satu laptop tertipis buatan Apple di masanya. Dengan desain yang meruncing, perangkat ini hanya memiliki ketebalan sekitar 0,16 inci di bagian tepi dan 0,63 inci di titik paling tebalnya. Lantas, rahasia ketangguhannya ada di mana? Ternyata, semua berkat material unibody aluminium yang dipilih Apple. Material ini sengaja dipilih bukan hanya karena ringan, tapi juga karena daya tahannya yang sangat kuat. Bahkan, rangka aluminium itu sekaligus berfungsi sebagai sistem pendingin pasif, sebuah fitur krusial untuk MacBook Air tanpa kipas. Alhasil, meski dirancang untuk aktivitas ringan seperti bekerja dan belajar, struktur bodinya yang solid itu secara tak terduga terbukti cukup sanggup meredam dan menghentikan laju serpihan peluru agar tidak menembus seluruh komponen vital di dalamnya.

Akan tetapi, kita semua harus ingat, ketahanan luar biasa ini sama sekali bukan berarti Apple mendesain MacBook Air sebagai alat pelindung diri. Pada akhirnya, kejadian spektakuler ini lebih menunjukkan bagaimana sebuah perangkat konsumen biasa diuji coba dalam skenario yang paling ekstrem dan di luar imajinasi kita semua. Singkatnya, kisah ini membuktikan bahwa di tangan yang tepat, bahkan perangkat teknologi sekalipun bisa menjadi simbol ketahanan dan keberanian.

Kunjungi juga situs berita terupdate hanya di Desapenari.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *