webhostdiy.com – Bayangin aja, guys: Kamu lagi santai di rumah, tiba-tiba sirene raid udara bunyi, dan boom! Rudal nyelonong masuk, menghancurkan segalanya. Ternyata, “otak” di balik rudal pintar itu chip buatan Amerika. Gila, kan? Ini bukan film fiksi, tapi kenyataan yang lagi dialami warga Ukraina. Baru-baru ini, puluhan korban sipil Ukraina ngamuk dan gugat perusahaan chip raksasa AS seperti Intel, AMD, dan Texas Instruments. Mereka tuduh perusahaan-perusahaan ini lalai, sehingga chip mereka bocor ke Rusia dan jadi “pengendali” senjata mematikan.

Ceritanya bermula dari temuan berulang kali: Setiap kali Ukraina berhasil menembak jatuh drone Shahed buatan Iran atau rudal Kh-101 dan Iskander milik Rusia, di dalam puing-puingnya selalu ada chip-chip canggih berlogo Amerika. Chip ini bukan sembarang barang – mereka seperti kemudi mobil, tanpa itu, rudal dan drone Rusia bakal ngawur nggak karuan. Tapi dengan chip ini, senjata Rusia bisa navigasi akurat, nargetin rumah sakit, taman bermain, bahkan sekolah anak-anak.

Salah satu kasus paling ngeri terjadi di rumah sakit anak Okhmatdyt di Kyiv. Rudal Rusia menghantam bangunan itu, bikin banyak korban jiwa, termasuk dokter dan pasien kecil. Atau di Kryvyi Rih, di mana taman bermain anak-anak porak-poranda karena serangan Iskander – sembilan anak tewas di tempat. Para korban yang selamat atau keluarga yang ditinggal ini sekarang balas dendam lewat jalur hukum. Mereka gugat di pengadilan Texas, AS, karena perusahaan-perusahaan itu berbasis di sana.

Pengacara mereka, Mikal Watts, bilang begini: “Perusahaan ini tahu chip mereka bocor ke Rusia lewat distributor nakal, tapi mereka pura-pura nggak tahu demi untung besar.” Watts sebut ini “willful ignorance” alias sengaja buta. Padahal, sanksi AS sudah ketat sejak invasi Rusia 2022, tapi chip tetap ngalir lewat pasar gelap, perusahaan cangkang di negara ketiga, atau bahkan barang bekas seperti mesin cuci yang dibongkar bagiannya.
Fakta-faktanya bikin merinding:
- Investigasi independen nemuin bahwa 70-80% komponen asing di senjata Rusia berasal dari perusahaan AS.
- Di satu serangan drone malam saja, Zelenskyy bilang ada puluhan ribu chip Barat di dalamnya.
- Chip Intel dan AMD sering ketemu di drone Shahed, sementara Texas Instruments di rudal balistik.
Perusahaan-perusahaan ini buru-buru bela diri. Intel bilang mereka sudah stop jualan ke Rusia sejak perang mulai dan patuh sanksi. AMD dan TI juga ngaku sama, tapi para penggugat bilang itu cuma alasan. “Kalian bisa lacak produk kalian kok, tapi milih nggak mau,” kata Watts. Mereka bahkan sebut perusahaan ini pakai “Putin checkbox” – cuma centang doang di kertas bahwa pembeli nggak ke Rusia, tanpa cek beneran.
Kenapa ini penting banget? Karena perang Ukraina-Rusia udah masuk tahun keempat, dan meski Barat kasih bantuan miliaran dolar ke Ukraina, ironisnya teknologi Barat sendiri yang bantu Rusia bunuh warga sipil. Zelenskyy sering ngomel soal ini, minta sanksi lebih ketat dan perusahaan tech lebih bertanggung jawab.
Para korban nggak cuma minta duit ganti rugi (masing-masing lebih dari 1 juta dolar), tapi yang utama: Hentikan aliran chip ini! “Stop the chips, stop the war,” kata salah satu pengacara. Kalau gugatan ini menang, bisa jadi game changer – perusahaan tech bakal dipaksa perketat supply chain, mungkin sampai pasang “kill switch” di chip biar bisa dimatikan remot kalau bocor.
Di sisi lain, ada yang bilang ini nggak gampang dibuktikan di pengadilan. Chip-chip ini memang dual-use, artinya bisa dipakai buat HP, mobil, atau senjata. Rusia pintar nyari celah: Beli lewat intermediary di Asia atau Timur Tengah, atau bongkar dari barang impor legal. Tapi bukti forensik dari puing senjata udah kuat banget, lengkap dengan nomor seri yang traceable.
Buat kita yang jauh dari medan perang, ini pengingat bahwa teknologi yang kita pakai sehari-hari – dari laptop sampai smartphone – bisa jadi senjata mematikan di tangan yang salah. Perusahaan tech besar punya kuasa besar, tapi tanggung jawabnya juga harus besar dong?
Gimana pendapat kalian, guys? Apakah perusahaan seperti Intel dan AMD harus lebih ketat jaga produknya, atau ini murni salah Rusia yang curang? Share di komentar ya! Perang ini masih panjang, dan setiap chip yang bocor bisa berarti nyawa hilang.
kunjungi laman berita terkini di indonesiaartnews.or.id



