Cara Kerja Google Maps Kasih Info Akurat Saat Demo: Teknologi Canggih di Balik Layar

Diposting pada

Jakarta, Webhostdiy.com – Di zaman modern ini, Google Maps, layanan peta gratis dari Google, jelas menjadi sangat berguna bagi kita semua. Tidak hanya sekadar menunjukkan arah, platform ini juga secara aktif memberikan beragam informasi penting, mulai dari tingkat kemacetan, laporan kecelakaan, hingga pemberitahuan jalan yang ditutup.

Contohnya, saat aksi demo berlangsung seperti sekarang, Google Maps secara langsung menyajikan informasi ruas jalan yang ditutup secara real-time. Meskipun kadang informasinya tidak seratus persen akurat, data yang disajikannya tetap sangat berguna untuk menghindari kemacetan. Saat ini, berdasarkan Google Maps, beberapa jalan yang ditutup di Jakarta meliputi Jalan Pramuka dan sekitar Jalan Basuki Rahmat.

Awalnya, Google Maps pertama kali rilis pada Februari 2005, yang dikembangkan oleh tim Google yang dipimpin oleh Lars dan Jens Rasmussen. Kemudian, pada 2007, Google secara resmi merilis versi pertama Google Maps untuk perangkat seluler, yang khusus tersedia untuk iPhone. Versi aplikasi ini langsung sukses besar dan dengan cepat menjadi aplikasi pemetaan paling populer di pasaran.

Seiring berjalannya waktu, Google Maps terus mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya secara signifikan. Mereka menambahkan citra satelit dan udara, serta mengintegrasikan platform dengan layanan Google lainnya seperti Google Earth dan Google Street View. Lalu, pertanyaannya, bagaimana sebenarnya cara kerja Maps yang canggih ini di balik layar?

Dari Mana Google Maps Mendapatkan Datanya?

Sebagaimana dikutip detikINET dari Cloud Fresh, Google Maps mengumpulkan datanya dari berbagai sumber yang beragam untuk memastikan tingkat akurasi dan kelengkapan informasinya. Sumber-sumber andalan ini antara lain:

  1. Citra Satelit, yang secara konsisten menyediakan tampangan lanskap dari atas secara detail.
  2. Citra Street View, yang secara khusus diambil oleh armada mobil Street View Google yang telah dilengkapi dengan kamera 360 derajat. Untuk area yang sulit diakses, Google menggunakan Street View Trekker yang dibawa oleh individu atau bahkan hewan!
  3. Data Real-Time dari Pengguna, yang secara pintar memanfaatkan data GPS dari jutaan pengguna untuk memberikan informasi lalu lintas terbaru dan info langsung lainnya.
  4. Penyedia Data Pihak Ketiga, yang berperan untuk memberikan informasi tambahan dan verifikasi data.
  5. Sumber Data Publik, termasuk basis data pemerintah untuk informasi jalan, fitur geografis, dan tempat-tempat menarik.

Strategi pengumpulan data yang sangat beragam ini akhirnya memungkinkan Google Maps untuk menawarkan informasi pemetaan yang sangat detail, akurat, dan selalu terbaru untuk seluruh dunia.

Rahasia Algoritma Google Maps yang Cerdas

Selain data, Google juga menggunakan berbagai algoritma mutakhir di backend Google Maps untuk menyediakan informasi yang super akurat dan terkini tentang lokasi dan petunjuk arah. Beberapa algoritma utama yang berperan penting meliputi:

  • Pengenalan Gambar: Google Maps menggunakan algoritma pengenalan gambar canggih untuk mengekstrak informasi dari citra satelit dan tampilan jalan. Algoritma ini secara otomatis dapat mengenali objek dan fitur tertentu seperti jalan, bangunan, dan landmark, lalu menggunakan informasi tersebut untuk membangun peta detail suatu area.
  • Machine Learning (Pembelajaran Mesin): Google Maps juga mengandalkan algoritma machine learning untuk menganalisis dan menginterpretasikan data dalam jumlah besar dari berbagai sumber, termasuk citra satelit, citra tampilan jalan, dan data pengguna. Algoritma ini secara cerdas mengidentifikasi pola dan tren dalam data, sehingga Google Maps dapat menyediakan informasi yang semakin akurat dari waktu ke waktu.
  • Analisis Data Geospasial: Untuk menganalisis data tentang permukaan dan fitur bumi, Google Maps memanfaatkan algoritma analisis data geospasial yang kompleks.

Khusus untuk menentukan rute tercepat, Google Maps menggunakan kombinasi beberapa algoritma cerdas untuk menentukan jalur terpendek antara dua titik, yaitu:

  • Algoritma Dijkstra: Ini merupakan algoritma klasik yang andal untuk menemukan jalur terpendek antara dua simpul dalam sebuah grafik.
  • Algoritma Pencarian A*: Algoritma populer dan efisien lainnya yang sering digunakan untuk menemukan jalur terpendek antara dua titik.

Pada praktiknya, Google Maps seringkali menggabungkan kekuatan dari berbagai algoritma ini, ditambah dengan algoritma khusus lainnya, untuk menentukan jalur terbaik. Pemilihan algoritma spesifiknya dapat bervariasi, tergantung pada kondisi rute, seperti jarak, jumlah belokan, jenis kendaraan yang digunakan, dan juga jenis medan yang akan dilalui.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *