webhostdiy.com — Bos Instagram Ngaku: Scroll IG 16 Jam Sehari Bukan Kecanduan Bayangin deh, sehari-hari kamu cuma tidur 8 jam, sisanya 16 jam full nge-scroll Instagram. Reels demi Reels, story temen, feed yang nggak habis-habis. Kedengarannya ekstrem banget, kan? Tapi menurut bos Instagram sendiri, Adam Mosseri, itu bukan kecanduan klinis. Ya, beneran! Pernyataan ini langsung bikin heboh netizen dan jadi bahan perdebatan panas di mana-mana.
Semuanya bermula dari sidang penting di pengadilan California baru-baru ini. Meta (induk perusahaan Instagram) lagi digugat habis-habisan karena dituding platform mereka bikin rusak kesehatan mental remaja. Banyak kasus tragis yang muncul, mulai dari depresi berat sampai yang lebih parah lagi. Salah satu contoh yang dibahas di persidangan: seorang remaja bernama Kaley (atau K.G.M dalam dokumen pengadilan) pernah pakai Instagram lebih dari 16 jam dalam satu hari! Pengacara penuntut langsung nanya ke Mosseri, “Menurut kamu ini gimana?”

Jawaban Mosseri? “Itu terdengar seperti penggunaan yang bermasalah (problematic use),” katanya. Tapi dia tegas banget nolak kalau itu disebut kecanduan klinis. Menurut dia, istilah “addiction” atau kecanduan itu punya definisi medis yang spesifik banget, kayak diagnosis resmi dari dokter atau psikolog. Nggak semua orang yang pakai app terlalu lama otomatis kena label itu.

Dia bahkan bikin analogi yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala. “Saya yakin pernah bilang saya ‘kecanduan’ nonton serial Netflix sampe begadang, tapi itu beda sama kecanduan klinis,” ujar Mosseri. Maksudnya, binge-watching series atau scroll medsos berjam-jam itu bisa terasa berlebihan dan bikin nggak nyaman, tapi belum tentu masuk kategori adiksi medis. Batasnya relatif, tergantung orangnya masing-masing. Ada yang 2 jam udah merasa kebanyakan, ada yang 10 jam masih oke-oke aja.
Pernyataan ini langsung viral di medsos. Banyak yang ngerasa ini kayak “cuci tangan” dari Meta. “16 jam sehari nggak kecanduan? Terus apa dong namanya kalau bukan kecanduan?” begitu kira-kira komentar netizen di Instagram, X, sampe Reddit. Ada yang bercanda, “Kalau minum alkohol 16 jam sehari juga bukan alkoholik dong?” atau “Jadi slot machine di casino juga cuma problematic use ya?” Kritiknya deras karena selama ini banyak penelitian dan laporan yang bilang algoritma Instagram (dan medsos lain) sengaja dirancang biar orang susah berhenti scroll – mirip prinsip mesin judi.
Di sisi lain, Mosseri juga bilang dia bukan ahli medis soal adiksi. Jadi, penilaian klinis tetep harus dari profesional kesehatan. Dia ngaku sadar ada pengguna yang merasa pakai Instagram lebih banyak dari yang mereka mau, dan itu bisa jadi sinyal “penggunaan bermasalah”. Instagram punya fitur seperti pengingat waktu pakai, batas harian, bahkan mode “Take a Break” buat bantu orang ngontrol diri. Tapi banyak pihak ngerasa fitur itu cuma tempelan, nggak cukup kuat buat ngatasi masalah akarnya.
Kunjungi laman berita terbaru di indonesiaartnews.or.id
Sidang ini sendiri jadi momen krusial buat Meta. Ini pertama kalinya Mosseri bersaksi di pengadilan semacam ini. Penggugat mau buktiin kalau Instagram (dan YouTube juga) sengaja bikin fitur yang narget remaja biar tambah engaged, demi iklan dan profit. Mosseri sih bantah keras, bilang nggak ada target khusus buat maksimalkan waktu pakai anak muda. Tapi dokumen internal Meta yang bocor selama persidangan nunjukin sebaliknya – ada diskusi soal algoritma yang bisa nunjukin konten depresif ke user baru dalam hitungan jam.
Buat kita di Indonesia yang notabene salah satu pengguna Instagram terbanyak di dunia, pernyataan ini bikin mikir ulang. Banyak anak muda (bahkan orang dewasa) yang relate banget sama cerita “cuma buka bentar eh udah 5 jam lewat”. Apalagi sekarang Reels dan Stories makin nge-hits, bikin orang betah scroll tanpa sadar. Pertanyaannya: kalau bosnya aja bilang 16 jam cuma “bermasalah”, apa artinya buat kita yang mungkin “cuma” 4-6 jam sehari tapi tetep ngerasa guilty?
Intinya, pernyataan Adam Mosseri ini nggak cuma bikin kontroversi, tapi juga ngingetin kita soal batas sehat pakai medsos. Mungkin bukan kecanduan klinis, tapi kalau udah ganggu tidur, produktivitas, atau mood, ya jelas itu sinyal buat slow down. Instagram boleh aja bilang “bukan kecanduan”, tapi tanggung jawab tetep ada di kita sendiri – dan mungkin juga di perusahaan yang bikin app ini.
Jadi, next time scroll IG sampe lupa waktu, inget kata bosnya: ini cuma “problematic use”, bukan addiction. Tapi… kamu yakin mau lanjutin 16 jam?



