webhostdiy.com — Eh, lo pernah ngerasa generasi lo paling oke buat urusan olahraga? Kayak, “Gue Gen Z, gue rajin banget joging pagi-pagi!” Atau “Boomer di sini, gue udah lari maraton sejak lo masih main lumpur!” Nah, kalau lagi penasaran siapa yang beneran juara di lintasan, data terbaru dari Strava – app tracking olahraga favorit para runner – punya jawaban yang bikin geleng-geleng kepala. Bayangin aja, Baby Boomers (generasi tua yang lahir 1946-1964) ternyata paling doyan lari jauh banget, sementara Gen Z (lo dan temen-temen lo yang lahir 1997-2012) malah paling aktif secara keseluruhan. Ini semua diungkap jelang event Jakarta Running yang bakal rame banget bulan ini. Siap-siap, yuk kita kupas tuntas biar lo nggak ketinggalan tren lari yang lagi ngehits ini!

Strava, yang punya jutaan user di seluruh dunia, baru aja nge-drop laporan “Year in Sport 2025” mereka. Data ini diambil dari aktivitas global, termasuk Indonesia, dan fokusnya ke pola lari para atlet amatir. Hasilnya? Bukan cuma bikin kita mikir ulang soal stereotip generasi, tapi juga pas banget buat motivasi lo ikut Jakarta Running – event lari urban terbesar di ibu kota yang bakal digelar akhir Oktober. Bayangin, ribuan orang bakal berlari bareng di jalanan Jakarta yang biasanya macet, sambil nikmatin vibe kota yang lagi on fire. Tapi, sebelum lo daftar, mari kita bahas dulu siapa yang lagi unggul di dunia lari.

Mulai dari Baby Boomers dulu. Generasi ini, yang sekarang umurnya 60-an ke atas, ternyata juara mutlak soal jarak lari. Rata-rata, mereka ngejar milestone 10K (sepuluh kilometer) lebih cepat dari generasi lain. Kok bisa? Kata Strava, boomers punya disiplin ala militer – mereka nggak suka setengah-setengah. Bayangin aja, sementara lo lagi scroll TikTok, mereka udah bangun subuh, pakai sepatu lari klasik, dan langsung gaspol sampe capek. Di Indonesia sendiri, komunitas runner senior di Jakarta lagi naik daun, loh. Banyak yang cerita di forum lokal, boomers ini sering jadi mentor buat pemula, sambil bagi tips “lari pelan tapi pasti, jangan buru-buru kayak Gen Z yang kebanyakan HIIT”.
Nah, balik ke Gen Z. Kalau boomers menang di jarak, Gen Z? Mereka raja aktivitas! Data Strava bilang, gen ini paling sering latihan – rata-rata 4-5 sesi per minggu, dibanding boomers yang “cuma” 3 kali. Alasannya? Gaya hidup digital yang bikin mereka gampang termotivasi. Lo pasti sering liat challenge lari di Instagram Reels atau Strava segments yang lagi viral. Di Jakarta, Gen Z lagi gila-gilaan ikut run club seperti Jakarta Runners atau event pop-up di SCBD. Mereka nggak cuma lari buat sehat, tapi juga buat konten: foto finisher medal, story “just ran 5K before coffee”, atau bahkan live streaming race. Hasilnya? Engagement mereka di app Strava paling tinggi, dengan like dan kudos bertebaran kayak confetti.
Tapi tunggu dulu, ini nggak cuma soal boomers vs Gen Z. Strava juga bandingin dengan generasi lain. Millennials (lahir 1981-1996, alias kita yang stuck di kantor 9-to-5) ada di tengah-tengah: aktif sih, tapi jaraknya kalah jauh dari boomers dan frekuensinya kalah rajin dari Gen Z. Gen X (1965-1980) malah lebih suka cycling atau hiking, katanya. Di konteks Indonesia, ini relevan banget jelang Jakarta Running. Event ini, yang diselenggarakan oleh Jakarta Marathon, bakal punya kategori 5K, 10K, half marathon, sampe full marathon. Buat Gen Z, 5K atau 10K jadi pilihan santai buat mulai, sementara boomers langsung incar half atau full buat ngejar personal best. Tahun lalu, partisipan naik 20% dibanding 2024, dan Strava prediksi 2025 bakal lebih gila lagi gara-gara tren post-pandemi yang bikin orang ketagihan outdoor activity.
Kenapa data ini penting buat lo di webhostdiy.com? Kita kan suka bahas hal-hal DIY yang bikin hidup lebih efisien, termasuk bikin website pribadi buat track progress lari lo. Bayangin, lo bisa bikin blog sederhana pake WordPress self-hosted, upload Strava data via embed, dan share tips lari ala generasi lo. Anti ribet, kan? Misalnya, Gen Z bisa tambahin plugin gamification biar lari jadi kayak main game, sementara boomers suka yang simple: tabel progress jarak mingguan. Ini cara keren buat monetize passion lo – affiliate sepatu lari atau sponsor event lokal. Di Jakarta Running, banyak brand lagi cari influencer amatir, loh. Siapa tau lo yang selanjutnya?
Sekarang, mari kita deep dive ke tips praktis biar lo bisa ikut tren ini tanpa cedera. Pertama, pilih sepatu yang pas generasi lo. Buat Gen Z yang suka speed, ambil yang ringan kayak Nike Vaporfly. Boomers? Prioritaskan cushioning ekstra buat sendi. Kedua, track pake Strava – gratis kok, dan komunitasnya ramah. Ketiga, join virtual challenge jelang event biar nggak kaget. Di Indonesia, grup Facebook “Lari Indonesia” lagi rame diskusi soal ini. Oh ya, Strava juga catat bahwa perempuan di semua generasi lagi naik pesat – 40% peningkatan aktivitas lari sejak 2023. Jadi, cewek-cewek, gaspol yuk!
Tapi, ada sisi gelapnya juga. Strava bilang, overtraining jadi isu besar di Gen Z gara-gara FOMO (fear of missing out) di media sosial. Sementara boomers kadang ignore recovery, mikir “gue udah tua, harus push lebih keras”. Solusinya? Dengar tubuh lo. Campur lari dengan yoga atau strength training, dan jangan lupa hydrate – apalagi di Jakarta yang panasnya kayak oven.
Akhirnya, jelang Jakarta Running, data Strava ini kayak reminder: nggak ada generasi yang “terbaik” mutlak. Boomers kasih inspirasi ketangguhan, Gen Z bawa energi fresh. Lo pilih yang mana? Kalau gue sih, hybrid: rajin kayak Z, tapi tahan lama kayak boomer. Daftar sekarang di situs resmi Jakarta Running, dan tag gue di Strava kalau lo finis! Siapa tau kita ketemu di finish line, sambil cerita soal hosting website lari lo yang lagi viral. Lari bukan cuma olahraga, tapi lifestyle yang bikin lo lebih kuat – fisik dan mental. Yuk, mulai langkah pertama hari ini!
kunjungi laman berita terbaru di Exposenews.id



