webhostdiy.com — Bayangin deh, sistem operasi yang sering jadi bahan omongan negatif di forum, Reddit, sampai grup WhatsApp keluarga, eh ternyata jumlah penggunanya udah nyentuh angka fantastis: 1 miliar orang! Ya, Windows 11 yang dirilis Oktober 2021 ini lagi rame-ramenya dicela, tapi faktanya malah sukses besar. Kok bisa gitu?
Baru-baru ini, CEO Microsoft Satya Nadella ngumumin di earnings call perusahaan bahwa Windows 11 resmi punya lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan. Angka ini naik sekitar 45% dibanding tahun sebelumnya. Yang bikin wow, Windows 11 capai milestone ini lebih cepat daripada pendahulunya, Windows 10. Butuh waktu sekitar 1.576 hari sejak rilis, sementara Windows 10 butuh 1.706 hari buat nyampe 1 miliar. Artinya, meski banyak drama, adopsi Windows 11 ini lebih ngebut!

Kenapa sih banyak yang “dicecar” alias dikritik habis-habisan? Pertama, syarat upgrade-nya lumayan galak. Harus punya TPM 2.0, Secure Boot, dan prosesor generasi tertentu. Banyak PC lama yang speknya oke tapi gak memenuhi, akhirnya stuck di Windows 10 atau bahkan Windows 7. Kedua, desain antarmuka yang berubah drastis—taskbar di tengah, menu Start yang minimalis—bikin sebagian orang merasa asing dan ribet. Belum lagi soal update yang kadang bikin error, fitur AI Copilot yang dipaksa-paksa, iklan di Start Menu, sampai rekomendasi aplikasi yang nyebelin.

Banyak pengguna di media sosial bilang Windows 11 terasa “kurang matang” dibanding Windows 10 yang stabil banget. Ada yang protes soal privasi, telemetry yang berlebihan, atau bahkan bug yang bikin kerjaan molor. Forum seperti Reddit penuh thread keluhan: “Windows 11 is a mess”, “Why force AI on me?”, atau “Bring back Windows 10 look!”. Suaranya keras banget sampai kadang keliatan Windows 11 ini gagal total.
Tapi, realitanya beda. Akhir dukungan resmi Windows 10 di Oktober 2025 jadi pendorong utama. Banyak orang dan perusahaan terpaksa upgrade biar tetap aman dari ancaman keamanan. Plus, laptop dan PC baru yang dijual sekarang hampir semuanya sudah pakai Windows 11 bawaan. Produsen seperti Dell, HP, Lenovo, ASUS, ikut dorong adopsi ini lewat bundling. Hasilnya? Lonjakan pengguna signifikan, terutama di akhir 2025 dan awal 2026.
kunjungi laman berita terbaru di indonesiaartnews.or.id
Menurut data dari Microsoft, pertumbuhan ini bukti kalau meski dikritik, Windows 11 tetap jadi pilihan utama buat miliaran orang di dunia. Bukan berarti kritiknya salah—banyak yang valid dan Microsoft sendiri akui masih ada PR besar untuk perbaiki stabilitas, kurangi bloatware, dan bikin pengalaman lebih smooth. Tapi angka 1 miliar ini nunjukin bahwa keluhan vokal dari segelintir orang (yang biasanya aktif online) gak mewakili mayoritas pengguna yang diam-diam pakai dan puas.
Di Indonesia sendiri, Windows 11 juga makin merajalela. Banyak pengguna yang upgrade karena beli laptop baru atau karena Windows 10 udah “expired” dukungannya. Meski spek PC rata-rata di sini gak selalu tinggi, tapi trennya sama: upgrade paksa bikin angka naik.
Jadi, kesimpulannya? Windows 11 memang banyak dicaci maki, tapi popularitasnya gak bisa dibantah. Miliaran orang memakainya setiap hari, dari kerja kantor, gaming, editing, sampai scroll TikTok. Kritik tetep penting buat Microsoft biar terus improve, tapi fakta bicara: ini salah satu OS paling sukses dalam sejarah mereka.
Buat kamu yang masih ragu upgrade atau malah balik ke Windows 10 via trik tertentu, pertimbangkan lagi deh. Dunia udah bergerak maju, dan Windows 11—meski imperfect—ternyata dipilih miliaran orang. Siapa tahu, setelah dibiasain, malah jadi favorit baru!



