UpScrolled: Medsos Palestina yang Bikin Heboh di Amerika!

Diposting pada

webhostdiy.com Bayangin aja, tiba-tiba ada aplikasi media sosial baru yang langsung nyerobot posisi nomor satu di App Store Amerika Serikat. Bukan dari raksasa tech Silicon Valley, tapi dari seorang developer keturunan Palestina. Namanya UpScrolled, dan dalam hitungan hari, jutaan orang berbondong-bondong download. Kok bisa begitu viral? Semua gara-gara drama TikTok di AS yang lagi panas-panasnya.

Ceritanya dimulai akhir Januari 2026 ini. TikTok resmi ganti tangan kepemilikan di Amerika. Bisnisnya di sana sekarang dikuasai mayoritas oleh investor AS, termasuk Oracle dan beberapa perusahaan besar lainnya. Banyak pengguna TikTok yang khawatir: “Nanti kontennya bakal disensor nggak ya? Algoritmanya berubah? Atau malah lebih pro ini-itu?” Akhirnya, ribuan orang mulai cari alternatif. Salah satunya langsung jatuh cinta sama UpScrolled.

UpScrolled ini sebenarnya baru launching pertengahan 2025 lalu. Pendirinya bernama Issam Hijazi, cowok berdarah Palestina-Yordania-Australia yang pernah kerja di perusahaan gede macam IBM dan Oracle. Dia mulai bikin app ini sejak 2023 karena kesel banget sama kondisi medsos mainstream. Katanya, banyak cerita penting yang lenyap dari feed, sementara misinformasi malah rame. Algoritma katanya nggak adil, ada shadowban, ada yang dibungkam diam-diam, apalagi konten-konten soal Palestina sering kena sensor atau dikurangi jangkauannya.

Makanya, UpScrolled dibuat dengan motto utama: no shadowban, no censorship, no agenda politik atau komersial. Semua postingan punya kesempatan sama buat muncul di feed orang lain. Algoritmanya transparan, nggak ada main-main throttling atau bayar biar konten naik. Yang dilarang cuma konten ilegal, hate speech, bullying, atau harassment. Sisanya? Bebas ekspresi, termasuk bahas isu sensitif seperti Palestina, Gaza, atau apa pun yang di platform lain sering dibatasi.

kunjungi laman berita terkini di indonesiaartnews.or.id

Antarmukanya mirip campuran Instagram dan X (dulu Twitter). Bisa post foto, video pendek, teks, stories, bahkan ada Discover Page mirip Snapchat. Pengguna bisa share momen sehari-hari, opini politik, atau konten kreatif tanpa takut tiba-tiba hilang dari radar. Banyak review di App Store bilang, “Ini lebih enak daripada TikTok, konten Palestina nggak disensor!” atau “Akhirnya ada tempat yang bener-bener bebas bicara.”

Lonjakan popularitasnya gila-gilaan. Dari cuma sekitar 40 ribu pengguna, tiba-tiba meledak jadi lebih dari 1 juta dalam beberapa hari. Di App Store AS, UpScrolled sempat nomor satu di kategori social networking, ngalahin Threads, WhatsApp, bahkan Instagram di beberapa hari. Estimasi download di AS aja sekitar 400 ribu, total global mendekati 700 ribu-1 juta lebih. Servernya bahkan sempat down karena overload pengguna baru yang datang barengan!

Banyak yang bilang ini efek langsung dari kontroversi TikTok. Setelah divestasi, ada rumor konten pro-Palestina atau kritik kebijakan tertentu mulai susah muncul. Ditambah lagi, isu lain seperti video tentang imigrasi atau kejadian politik di AS juga katanya kena masalah teknis atau pembatasan. Akibatnya, pengguna yang muak pindah massal. UpScrolled kebetulan pas banget timingnya: janji bebas sensor, latar belakang pendiri yang pro-Palestina, plus dukungan dari komunitas seperti Tech for Palestine.

Tapi nggak semuanya senang. Ada kritik dari beberapa pihak yang bilang platform ini malah kebanjiran konten ekstrem atau antisemit karena moderasinya longgar. Beberapa laporan media bilang ada postingan yang mendukung kekerasan atau hate speech yang lolos. UpScrolled sendiri bilang mereka tetap punya community guidelines dan akan hapus yang melanggar, tapi pendekatan mereka memang lebih permisif dibanding platform besar.

Di sisi lain, buat banyak orang, terutama yang merasa suaranya selama ini dibungkam, UpScrolled jadi angin segar. “Ini bukan cuma soal Palestina, tapi soal kebebasan berekspresi secara umum,” kata beberapa pengguna di review. Pendiri Issam Hijazi sendiri bilang dia bangun app ini supaya orang-orang yang merasa unheard punya tempat.

Sekarang, UpScrolled lagi di ujung tanduk: bisa bertahan sebagai alternatif baru yang fresh, atau malah kena masalah skalabilitas, moderasi, atau tekanan dari luar. Yang pasti, cerita ini nunjukin betapa dinamisnya dunia medsos. Satu perubahan kepemilikan di platform raksasa bisa bikin startup kecil dari Palestina mendadak jadi primadona di Amerika.

Buat kamu yang penasaran, coba aja download dan rasain sendiri. Siapa tahu ini jadi masa depan medsos yang lebih adil dan transparan? Tapi ingat, di dunia online, nggak ada yang sempurna. Tetap bijak ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *