webhostdiy.com — lama banget gak kedengaran suaranya di blantika ponsel Indonesia, eh Sharp tiba-tiba muncul bawa dua amunisi baru yang siap bikin kita melirik lagi. Yap, setelah sekian lama, Sharp resmi meluncurkan dua jagoan barunya: Aquos R10 dan Aquos Sense 10. Dua ponsel ini datang dengan segmen yang berbeda, kayaknya Sharp mau main serius nih, nggak mau cuma jadi penonton di pasar yang udah ramai ini.
Jadi, apa sih yang bikin dua ponsel ini spesial? Kenapa kita harus peduli? Yuk, kita bedah satu-satu!
Aquos R10: Monster Performa Buat Para Sultan
Nah, buat kalian yang doyan banget sama spek gahar, main game grafis tinggi, atau butuh ponsel yang nggak lemot setitik pun, Aquos R10 ini jawabannya. Sharp ngasih semua yang mereka punya di model ini.
Pertama, mari kita bicara soal layarnya. Ini dia bintang utamanya! Aquos R10 dibekali layar IGZO OLED dengan refresh rate 240Hz. Coba bayangkan, 240Hz! Itu artinya gerakan di layar bakal super halus, lancar jaya, dan nggak ada istilahnya “ghosting”. Buat gamer, ini adalah surga. Setiap geseran, setiap aksi di game FPS atau MOBA bakal terasa sangat responsif. Ini adalah level yang jarang banget kita temui di ponsel lain, lho.
Untuk otaknya, Sharp nggak main-main. Mereka menanamkan chipset Snapdragon 8 Gen 3, yang artinya performanya setara dengan para flagship dari merek-merek besar lainnya. Multitasking berat, edit video, atau main game Genshin Impact di settingan tertinggi? Dijamin nggak akan ngelag.
Sektor kamera juga jadi andalan. Ada kamera utama 50,3MP dengan teknologi ProPix yang katanya bisa hasilkan foto yang jernih dan warna akurat bahkan di kondisi minim cahaya. Plus, baterainya juga besar, 5000mAh, dan sudah ada sertifikasi tahan air IPX5/IPX8.
kunjungi juga laman menarik berisi berita terbaru di Indonesiaartnews.or.id
Tapi, semua kehebatan ini ada harganya. Aquos R10 dibanderol seharga Rp 12.999.000. Ya, ini memang bukan harga yang murah, tapi sebanding lah dengan yang kamu dapet. Ini adalah ponsel buat kalian yang nggak mau kompromi soal performa dan pengalaman visual.
Aquos Sense 10: Si Tangguh Andalan Sehari-hari
Nah, kalau yang ini sedikit berbeda. Sharp Aquos Sense 10 ditujukan buat kalian yang butuh ponsel tangguh, andal, dan baterainya awet buat jadi teman setia sehari-hari. Harganya juga jauh lebih bersahabat, yakni Rp 6.999.000.

Meski bukan flagship, Aquos Sense 10 tetap menawarkan spesifikasi yang nggak bisa dianggap remeh. Layarnya masih pakai teknologi IGZO OLED, tapi dengan refresh rate 120Hz. Tetap smooth kok buat scrolling medsos atau nonton video, cuma memang nggak sekencang 240Hz-nya si R10.

Otaknya menggunakan Snapdragon 7 Gen 3, sebuah chipset mid-range yang terkenal hemat daya tapi performanya tetep ngebut buat kebutuhan harian. Buka banyak aplikasi, main game kasual, atau chat-an, dijamin lancar.
Yang paling menonjol dari Aquos Sense 10 adalah ketangguhannya. Ponsel ini punya sertifikasi IP65/IP68, artinya dia tahan debu dan tahan air lebih baik dari si R10. Jadi, kamu jadi lebih tenang kalau kehujanan atau kepleset di dekat kolam (tapi jangan sengaja nyebur ya!).
Kamera utamanya juga sama, 50,3MP. Ini menarik, karena Sharp tetap ngasih kamera berkualitas di segmen mid-range. Baterainya juga gede banget, 5000mAh, jadi dipakai seharian penuh pasti masih aman.
Apa Samaan dari Dua Ponsel Ini?
Meski beda segmen, Sharp punya “DNA” yang mereka coba tanamkan di kedua ponsel ini. Yang pertama adalah teknologi layar IGZO OLED. Ini adalah jagoan Sharp dari dulu. Mereka bilang layar ini nggak cuma tajam dan warnanya memukau, tapi juga lebih irit baterai.
Yang kedua adalah fokus pada kamera besar 50,3MP dan baterai 5000mAh. Sharp sepertinya paham banget bahwa dua hal ini adalah yang paling dicari oleh konsumen Indonesia saat ini: kemampuan fotografi yang oke dan daya tahan baterai yang tahan lama.
Kesimpulan: Sharp Serius Mau Balik ke Liga Utama?
Dengan meluncurkan dua ponsel sekaligus yang target pasarnya jelas, Sharp menunjukkan kalau mereka nggak main-main. Mereka mau kembali bersaing di pasar Indonesia yang super kompetitif.
Aquos R10 jadi penantang di kelas flagship dengan senjata utama layar 240Hz-nya yang greget. Sementara Aquos Sense 10 menjadi pilihan menarik di kelas menengah dengan menawarkan ketangguhan, kamera mumpuni, dan harga yang masuk akal.
Pertanyaannya sekarang, apakah strategi ini akan berhasil? Apa masyarakat Indonesia yang sudah terbiasa dengan merek-merek tertentu akan mau melirik Sharp lagi? Yang jelas, kehadiran mereka bakal bikin pasar makin panas dan kita sebagai konsumen punya lebih banyak pilihan.
Gimana, menurut kalian? Apa Sharp bakal jadi “dark horse” di tahun depan? Atau cuma angin lalu? Share pendapat kalian di kolom komentar ya! Buat yang udah kepincaran, pre-order untuk kedua ponsel ini sudah dibuka loh, dengan berbagai bonus menarik seperti TWS gratis. Jadi, tunggu apa lagi?



