Webhostdiy.com – Buat kamu yang hobi main game PC, periferal yang tepat itu wajib hukumnya, dan salah satu komponen paling penting adalah mouse. Nah, ASUS ROG sudah sejak lama menjadi andalan di industri gaming, terutama lewat deretan mouse premium yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan para gamer. Kali ini, kami berkesempatan menjajal langsung ASUS ROG STRIX Impact III secara ekstensif selama kurang lebih tiga bulan. Penasaran bagaimana performanya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!
Desain Minimalis yang Tetap Memikat
Berbicara soal desain, saya harus akui setiap produk ASUS punya ciri khas tersendiri. Beberapa portofolio mereka mengusung tampilan agresif, tapi kali ini ASUS ROG STRIX Impact III justru hadir dengan pendekatan yang lebih kalem dan minimalis. Mouse ini tidak dibanjiri lampu RGB yang mencolok—hanya ada aksen putih dan hitam yang elegan, ditambah sentuhan cahaya pada bagian scroll wheel. Saya pribadi sangat menyukai desain simpel seperti ini, karena terlihat bersih dan profesional.
Dari segi genggaman, mouse ini terasa pas di tangan saya yang tergolong lebar. Ukurannya memang dirancang khusus agar cocok digunakan oleh sebagian besar pengguna Asia dengan bentuk tangan yang beragam. Bahkan untuk kamu yang memiliki tangan sedikit lebih kecil, mouse ini tetap terasa nyaman digenggam. Bisa dibilang, desain ASUS ROG STRIX Impact III ini cukup all-rounder. Panjangnya hanya 128 mm, sehingga baik untuk gaya main claw, palm, maupun fingertip—semuanya tetap terasa enak. Yang menarik, bobot mouse ini hanya 68 gram (termasuk dongle dan baterai), jadi gerakanmu terasa ringan dan lincah, apalagi kalau dibawa bepergian.
Bentuk mouse yang sedikit oval atau ambidextrous juga menjadi salah satu alasan mengapa mouse ini begitu nyaman di tangan. Saya bahkan berani bilang, ini adalah salah satu mouse paling nyaman yang pernah saya coba, baik untuk bermain game maupun aktivitas sehari-hari.
Konektivitas dan Baterai: Fleksibel tapi Ada Catatan
Untuk urusan konektivitas, mouse ini mengandalkan dua opsi: Bluetooth dan dongle. Kamu bisa dengan bebas memilih cara koneksi sesuai kebutuhan, baik ke PC maupun laptop. Namun perlu diingat, jika kamu menggunakan Bluetooth, konsumsi baterai terasa lebih boros—ini menjadi salah satu kekurangan yang cukup terasa. Berbeda dengan tren mouse modern yang kebanyakan sudah menggunakan baterai tanam dan pengisian via USB-C, ASUS ROG STRIX Impact III masih mengandalkan baterai AA. Jadi, kamu tidak bisa mengisi ulang langsung melalui kabel, melainkan harus mengganti baterai saat habis.
Untungnya, ASUS sudah menyediakan konverter baterai, sehingga kamu bisa menggunakan baterai AAA yang lebih kecil sebagai alternatif. Ini memberi fleksibilitas tersendiri, meskipun tetap saja saya berharap ada opsi pengisian ulang. ASUS mengklaim baterai bisa bertahan hingga 450 jam, tapi menurut saya, daya tahan sangat bergantung pada merek baterai yang kamu gunakan. Jadi, hasilnya bisa berbeda-beda antar pengguna.
Sensor ROG AimPoint: Akurasi Tinggi untuk Game Kompetitif
Di sektor sensor, ASUS ROG STRIX Impact III mengandalkan ROG AimPoint yang memang dirancang untuk para kompetitor. Sensor ini mendukung DPI hingga 36.000, angka yang tergolong sangat tinggi. Saya pribadi jarang menggunakan DPI setinggi itu karena terasa terlalu sensitif, tapi bagi gamer kompetitif yang sering melakukan gerakan flick di game FPS seperti Delta Force, Call of Duty, Battlefield, atau Valorant, fitur ini jelas sangat membantu.
Yang menarik, mouse ini tidak hanya nyaman untuk game FPS, tapi juga untuk genre lain maupun pekerjaan kantoran. Kamu bisa dengan mudah mengatur DPI melalui tombol di bagian bawah mouse, sehingga pengalaman bermain atau bekerja tetap optimal. Sensor yang responsif dan akurat membuat pergerakan kursor terasa presisi, tanpa delay yang mengganggu.
Fitur Lengkap melalui Armoury Crate
Semua fitur kustomisasi pada mouse ini bisa diakses melalui software Armoury Crate. Lewat aplikasi ini, kamu bisa mengatur hampir semua aspek, mulai dari pengaturan DPI, performa tombol, hingga pencahayaan pada scroll wheel. Ada berbagai pilihan efek lampu, seperti statis, breathing (bernafas), atau color cycle yang berubah-ubah. Semua bisa disesuaikan sesuai selera.
Selain itu, Armoury Crate juga memungkinkan kamu memonitor berbagai hal penting, seperti sisa baterai dan total durasi pemakaian mouse. Fitur ini sangat berguna untuk mengetahui kapan baterai perlu diganti dan seberapa intensif kamu menggunakan mouse ini dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, semua aspek mouse ini bisa kamu kendalikan melalui satu aplikasi yang terintegrasi dengan ekosistem ASUS ROG.
Mouse Ringan dengan Performa Tinggi
Secara keseluruhan, ASUS ROG STRIX Impact III Wireless adalah mouse gaming premium yang berhasil menawarkan keseimbangan antara desain nyaman, bobot ringan, dan performa tinggi. Bentuk ambidextrous dengan ukuran pas menjadikannya cocok untuk berbagai gaya genggaman, baik claw, palm, maupun fingertip. Bobot hanya 68 gram membuatnya terasa lincah dan gesit, baik saat bermain game kompetitif maupun digunakan untuk aktivitas harian dalam waktu lama.
Sensor ROG AimPoint dengan DPI tinggi menjadi nilai tambah yang signifikan bagi gamer yang mengutamakan akurasi dan respons cepat. Meskipun penggunaan baterai AA atau AAA memberikan fleksibilitas, ada sedikit kekecewaan karena mouse ini tidak menggunakan baterai tanam yang bisa diisi ulang lewat USB-C seperti tren mouse modern saat ini. Namun, dukungan konektivitas Bluetooth dan dongle, serta fitur kustomisasi lengkap melalui Armoury Crate, membuat pengalaman penggunaan tetap terasa premium dan memuaskan.
Dengan segala kelebihan yang ditawarkan, ASUS ROG STRIX Impact III Wireless layak banget dipertimbangkan, baik untuk gamer kompetitif maupun pengguna umum yang mencari mouse ringan, nyaman, dan bertenaga. Jadi, apakah mouse ini pantas masuk wishlist kamu? Menurut saya, jawabannya adalah ya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



