Mazda CX-6e Perkuat Sektor Teknologi dengan Kehadiran LiDAR dan Sistem Berkendara Semi-Otonom

Diposting pada

BEIJING, Webhostdiy.com – Siapa sangka, Mazda kini melangkah lebih jauh dengan menghadirkan lompatan besar pada teknologi bantuan berkendara di CX-6e terbaru. Pabrikan asal Jepang ini benar-benar mengguncang pasar otomotif China dengan menyematkan sensor LiDAR canggih di bagian atap SUV elektrifikasi mereka yang di Negeri Tirai Bambu lebih dikenal sebagai EZ-60. Kejutan ini tentu saja langsung menarik perhatian para pecinta mobil Tanah Air yang selalu haus akan inovasi teknologi mutakhir!

Memasuki tahap pre-sale di China setelah debut gemilangnya pada ajang Chengdu Auto Show 2026, Mazda CX-6e terbaru menjadi buah bibir hangat di kalangan penggemar otomotif. Meski harga final masih belum diumumkan secara resmi, kabar menggembirakan datang dari varian yang dibekali LiDAR. Masyarakat diprediksi bisa memboyong mobil pintar ini dengan kisaran harga mulai 160.000 yuan, atau jika dirupiahkan sekitar Rp 421 jutaan. Wah, cukup terjangkau untuk segudang teknologi canggih yang ditawarkan!

Perlu diketahui, CX-6e bukanlah sembarang model. Mobil ini merupakan kendaraan energi baru (NEV) kedua yang diluncurkan Mazda di China setelah sebelumnya sedan Mazda 6e atau EZ-6 sukses menarik perhatian. Menariknya, pengembangan dan produksi mobil ini dipercayakan kepada perusahaan patungan Changan Mazda yang menggunakan platform EPA1 milik Changan. Platform canggih ini ternyata juga menjadi fondasi bagi Deepal S07, sehingga kualitas dan performanya sudah tidak perlu diragukan lagi.

LiDAR Jadi Andalan Utama, Teknologi Semi-Otonom Makin Terasa!

Perubahan paling signifikan yang langsung mencuri perhatian tentu saja terletak pada bagian atap mobil. Di sanalah, sensor LiDAR berteknologi tinggi dipasang dengan sempurna. Perangkat mutakhir ini bukan sekadar pajangan, melainkan menjadi komponen vital dari sistem bantuan berkendara Level 2 (L2) yang diklaim mampu menangani lebih dari 200 skenario berkendara berbeda. Bayangkan, hampir semua situasi di jalan raya sudah terbayangkan oleh kecerdasan sistem ini!

Tidak tanggung-tanggung, LiDAR canggih tersebut bekerja sama secara sinergis dengan tiga radar mmWave, 12 sensor ultrasonik, dan 11 kamera yang tersebar di berbagai sudut kendaraan. Kombinasi perangkat super lengkap inilah yang memungkinkan CX-6e menjalankan fitur Navigation-on-Autopilot (NOA) dengan mulus. Fitur ini dapat diandalkan baik saat pengemudi melintasi jalan tol maupun kawasan perkotaan yang padat.

Di jalan tol, sistem ini dengan cerdas membantu kendaraan bermanuver, masuk dan keluar jalur melalui ramp dengan presisi tinggi, mengakses rest area tanpa repot, hingga menyalip kendaraan yang berjalan lebih lambat secara otomatis. Semua dilakukan dengan perpindahan jalur yang halus dan aman. Sementara itu, ketika digunakan di tengah hiruk-pikuk perkotaan, sistem bantuan berkendara CX-6e diklaim mampu menangani persimpangan kompleks dan bundaran, melakukan putar balik dengan percaya diri, berpindah antara jalan utama dan akses samping, bahkan melakukan perpindahan jalur darurat untuk menghindari rintangan tak terduga. Benar-benar seperti memiliki asisten pribadi di balik kemudi!

Sistem LiDAR canggih ini bekerja optimal pada kecepatan 0-130 kpj di jalan tol, sementara untuk penggunaan di perkotaan, kecepatan efektifnya berkisar 0-80 kpj. Selain itu, teknologi parkir juga mendapat peningkatan signifikan. CX-6e kini mampu melakukan remote parking, automated parking, hingga path-following parking dengan kemudahan luar biasa. Meski demikian, perlu diingat bahwa kemampuan tersebut tetap masuk dalam kategori L2 assisted driving. Artinya, pengemudi tetap bertanggung jawab penuh terhadap kendaraan dan harus selalu siaga mengambil alih kendali kapan pun diperlukan. Keamanan tetap menjadi prioritas utama!

Dua Pilihan Sistem Penggerak: EV dan EREV Siap Memanjakan!

Selain teknologi LiDAR yang membuat decak kagum, Mazda tetap konsisten menawarkan CX-6e dalam dua pilihan sistem penggerak menarik, yaitu battery electric vehicle (BEV) dan Extended Range Electric Vehicle (EREV). Kedua varian ini memberikan fleksibilitas bagi konsumen yang memiliki kebutuhan dan preferensi berbeda.

Versi listrik murni mengandalkan baterai LFP berkapasitas 77,94 kWh buatan CALB. Baterai tangguh ini diklaim mampu memberikan jarak tempuh sekitar 585-600 km berdasarkan standar CLTC. Tenaga yang dihasilkan pun cukup impresif, disalurkan ke motor listrik belakang dengan daya 190 kW atau sekitar 255 Tk. Kecepatan maksimalnya mencapai 185 kpj, sehingga pengalaman berkendara terasa responsif dan menyenangkan.

Sistem pengisian cepat 3C juga tersedia sebagai nilai tambah. Mazda dengan percaya diri mengklaim pengisian baterai dari 30 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 15 menit saja. Sungguh efisien dan menghemat waktu!

Sementara itu, varian EREV hadir dengan mesin bensin 1.5 liter naturally aspirated bertenaga 72 kW atau sekitar 97 Tk yang berfungsi sebagai range extender. Perlu dicatat, mesin bensin tersebut tidak menjadi penggerak utama roda. CX-6e EREV tetap mengandalkan motor listrik belakang 190 kW atau 255 Tk sebagai penggerak utama. Baterainya lebih kecil, yaitu LFP 31,73 kWh buatan CATL-Changan, dengan kemampuan berkendara menggunakan listrik sekitar 200 km berdasarkan CLTC. Kombinasi ini memberikan ketenangan pikiran bagi pengemudi yang khawatir kehabisan daya di perjalanan jauh.

Layar Kabin 26,45 Inci dan Desain Aerodinamika Canggih!

Masuk ke dalam kabin, pengemudi akan disambut dengan pendekatan interior yang sangat berbeda dibandingkan karakter Mazda konvensional. Biasanya, Mazda dikenal mempertahankan sejumlah tombol fisik, namun kali ini mereka berani mengambil lompatan besar. Dashboard didominasi oleh layar infotainment besar berukuran 26,45 inci dengan resolusi 5K yang memanjang dari bagian tengah hingga area penumpang depan. Pemandangan visual yang memukau ini tentu akan memanjakan mata dan meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

Pengemudi juga dimanjakan dengan head-up display (HUD) berukuran 50 inci yang menampilkan informasi penting langsung di garis pandang. Bahkan, Mazda menawarkan HUD hingga 100 inci sebagai opsi bagi mereka yang menginginkan pengalaman lebih imersif. Teknologi ini jelas menambah kesan futuristik dan modern pada SUV elektrifikasi ini.

Dari sisi aerodinamika, Mazda tidak setengah-setengah. Mereka memasang sembilan saluran udara di sekitar kap mesin, bumper, dan bagian bodi lainnya. Hasilnya, CX-6e memiliki coefficient of drag (Cd) 0,258 yang tergolong sangat baik. Desain ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga memberikan stabilitas dan performa optimal di kecepatan tinggi.

Secara dimensi, Mazda CX-6e memiliki panjang 4.850 mm, lebar 1.935 mm, dan tinggi 1.620 mm, sedangkan jarak sumbu rodanya mencapai 2.902 mm. Suspensi depan menggunakan model MacPherson strut, sementara bagian belakang mengandalkan multi-link untuk kenyamanan berkendara maksimal. Bobot kendaraan berada pada kisaran 2.048-2.180 kg tergantung varian yang dipilih.

Kehadiran versi terbaru ini sekaligus memperlihatkan arah Mazda di pasar China yang semakin agresif pada kendaraan elektrifikasi. Pada Juli 2026, Mazda tercatat mengirimkan 2.929 unit CX-6e atau EZ-60 di pasar domestik China. Bersama Mazda 6e atau EZ-6, model NEV kini menyumbang lebih dari separuh penjualan Mazda di China. Ini membuktikan bahwa strategi elektrifikasi Mazda mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *