Webhostdiy.com — Akhirnya Intel resmi meluncurkan chip handheld gaming pertamanya yang diberi nama Intel Arc G3 Series. Pabrikan prosesor asal Amerika itu langsung mengenalkan dua varian sekaligus, yakni Intel Arc G3 dan Arc G3 Extreme yang kabarnya bakal menggebrak pasar konsol genggam.
Kedua chip anyar ini secara terang-terangan diarahkan untuk menjadi lawan berat AMD Ryzen Z1 Series yang selama ini bertahta di puncak dominasi pasar PC genggam. Selama ini, kita mengenal AMD Z1 dan Z1 Extreme sebagai motor penggerak di balik larisnya perangkat seperti Asus ROG Ally, Lenovo Legion Go, hingga Steam Deck yang begitu populer.
Sebenarnya, Intel bukanlah nama asing di ranah handheld gaming karena mereka sudah merambah lewat perangkat seperti MSI Claw. Namun, yang menjadi catatan penting adalah chip yang digunakan di MSI Claw sebelumnya masih mengandalkan prosesor laptop biasa yang dimodifikasi, bukan chip yang dirancang khusus dari awal untuk kebutuhan gaming portabel.
Nah, kini Intel benar-benar serius dengan menghadirkan chip khusus handheld yang dibangun di atas arsitektur Panther Lake. Arsitektur ini memang sengaja didesain untuk perangkat gaming yang mengutamakan mobilitas tanpa mengorbankan performa saat bermain game berat.
Intel dengan percaya diri menyatakan bahwa Arc G3 dan Arc G3 Extreme masing-masing mengusung 14 inti CPU. Jumlah ini memang dua inti lebih sedikit dibandingkan versi laptop “Panther Lake”, namun jangan salah sangka karena pengurangan ini justru dilakukan untuk mengoptimalkan efisiensi daya.
Deretan inti CPU pada kedua chip tersebut terdiri dari 2 Performance Core (P-core) yang bertugas menangani tugas berat, 8 Efficient Core (E-core) untuk pekerjaan multitasking, dan 4 Low Power E-core yang diandalkan untuk menghemat baterai saat perangkat digunakan untuk aktivitas ringan.
Meskipun jumlah inti CPU-nya dikurangi, Intel tidak main-main dalam urusan grafis karena kedua prosesor ini tetap dipadukan dengan inti grafis penuh berbasis Xe3 yang mumpuni untuk menjalankan game-game terkini. Arc G3 dibekali 10 inti GPU (dikenal dengan kode Intel Arc B370), sementara Arc G3 Extreme yang lebih perkasa mendapat jatah 12 inti GPU (Intel Arc B390).
Fitur-fitur canggih lain yang ikut disematkan dalam Intel Arc G3 Series antara lain unit pengolah AI atau NPU dengan performa mengesankan mencapai 46 TOPS. Selain itu, ada juga dukungan Intel Smart Cache 12 MB, 12 PCIe Lanes yang terdiri dari 8x G4 dan 4x G5, konektivitas Thunderbolt 4, WiFi 7 super cepat, dan Bluetooth 6 yang lebih stabil.
Intel juga berkomitmen memberikan pengalaman bermain game yang mulus berkat dukungan driver grafis “Day-0” alias tersedia pada hari pertama perilisan game baru. Tidak hanya itu, fitur precompiled shader juga dihadirkan untuk meminimalkan masalah stuttering dan mempercepat waktu loading sehingga para gamer bisa langsung menikmati game tanpa hambatan.
Acer Predator Atlas 8 Jadi Perangkat Pertama yang Mengadopsi Chip Intel Arc G3!
Kabar menggembirakan datang dari Acer yang mengumumkan bahwa Predator Atlas 8 akan menjadi salah satu perangkat perdana yang mengusung chip Intel Arc G3 Series. Handheld gaming ini dijadwalkan meluncur tahun ini dan siap mengguncang pasar dengan spesifikasi yang tidak main-main.
Berdasarkan informasi dari blog resmi Acer, Predator Atlas 8 hadir dengan layar IPS 8 inci yang membawa resolusi 1.920 x 1.200 piksel dan aspect ratio 16:10 yang ideal untuk gaming. Layar ini juga mendukung refresh rate variabel mulai dari 48 Hz hingga 120 Hz, plus tingkat kecerahan mencapai 500 nit yang membuat tampilan tetap jelas bahkan di luar ruangan.
Demi melindungi layar dari goresan dan pantulan cahaya, Acer melapisi perangkat ini dengan Gorilla Glass Victus dan lapisan anti-glare Corning DXC. Kombinasi pelindung ini memastikan pengalaman visual tetap optimal meskipun digunakan di berbagai kondisi pencahayaan.
Predator Atlas 8 rencananya hadir dalam dua varian chip, yaitu Intel Arc G3 dan Arc G3 Extreme yang bisa dipilih sesuai kebutuhan pengguna. Kedua varian ini dipadukan dengan RAM LPDDR5x hingga 24 GB yang berkecepatan 7.467 MT/s dan penyimpanan SSD PCIe Gen4 berkapasitas hingga 1 TB untuk ruang game yang lega.
Salah satu keunggulan yang paling menarik dari Predator Atlas 8 adalah sistem pendinginannya. Acer mengklaim bahwa handheld ini menggunakan “kipas logam pertama di perangkat handheld” yang diberi nama Predator AeroBlade. Kipas ini memiliki 89 bilah dengan ketebalan hanya 0,1 mm dan diklaim mampu meningkatkan aliran udara hingga 10 persen lebih baik dibandingkan kipas plastik konvensional.
Sistem pendinginan canggih ini juga dilengkapi teknologi Vortex Flow yang bekerja cepat membuang udara panas ketika perangkat digunakan untuk bermain game berat dalam waktu lama. Dengan demikian, performa chip tetap stabil dan suhu perangkat tetap terkendali.
Dari sisi daya tahan, Predator Atlas 8 dibekali baterai besar hingga 80 Wh yang didukung teknologi “Intel Endurance Gaming”. Fitur ini diklaim mampu menyeimbangkan frame rate dan konsumsi daya secara cerdas agar sesi bermain game bisa bertahan lebih lama tanpa perlu khawatir kehabisan baterai di tengah pertempuran seru.
Bobot perangkat ini sendiri cukup bersahabat, yaitu sekitar 810 gram untuk varian baterai 80 Wh dan 770 gram untuk varian baterai 60 Wh. Berat ini masih tergolong wajar untuk ukuran handheld gaming dengan spesifikasi sekelas PC.
Fitur Lengkap dan Harga yang Masih Menjadi Teka-Teki!
Sama seperti konsol handheld premium pada umumnya, Predator Atlas 8 dilengkapi dengan tombol trigger Hall Effect yang memiliki pengaturan hair-trigger stop. Tombol ini berfungsi mirip seperti tombol “L1/R1” pada controller untuk memberikan kontrol ekstra yang dibutuhkan dalam game-game kompetitif.
Tidak hanya itu, perangkat ini juga dibekali dua tombol tambahan di bagian belakang yang bisa diprogram sesuai kebutuhan pemain. Fitur keamanan juga turut hadir dengan sensor sidik jari yang tertanam di tombol power, memudahkan akses cepat dan aman ke perangkat.
Untuk urusan joystick, Acer masih menggunakan model carbon film biasa dan belum mengadopsi teknologi Hall Effect atau TMR yang lebih tahan terhadap masalah drifting. Meskipun demikian, kualitas joystick ini tetap dijamin responsif dan presisi untuk kebutuhan gaming sehari-hari.
Dari sektor software, handheld gaming ini menjalankan sistem operasi Windows 11 dengan Xbox Mode yang terintegrasi. Dukungan terhadap Xbox Game Pass juga menjadi nilai tambah bagi para gamer yang ingin menikmati ribuan game dengan satu langganan.
Konektivitas menjadi salah satu keunggulan Predator Atlas 8 dengan hadirnya dua port Thunderbolt 4 yang sangat serbaguna. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi Wi-Fi 7 untuk koneksi internet super cepat, Bluetooth 5.4, slot microSD UHS-II untuk ekspansi penyimpanan, serta jack audio 3,5 mm bagi pengguna headphone kabel.
Untuk urusan audio, Acer tidak setengah-setengah dengan membekali dua speaker 2 watt berteknologi DTS Ultra. Dua mikrofon dengan fitur AI noise reduction Acer PurifiedVoice juga disematkan untuk memastikan komunikasi suara tetap jernih saat bermain game multiplayer.
Sayangnya, Acer masih merahasiakan harga Predator Atlas 8 hingga saat ini. Namun yang sudah pasti, perangkat ini dijadwalkan meluncur secara global mulai Oktober 2026 dan diharapkan mampu bersaing dengan handheld gaming lain di kelasnya.
Selain Acer, chip Intel Arc G3 kabarnya juga akan digunakan di perangkat MSI Claw 8 EX AI Plus dan OneXPlayer 3 yang menawarkan kontroler detachable yang bisa dilepas-pasang. Hal ini tentu menambah daftar pilihan bagi para gamer yang mencari handheld gaming dengan performa tinggi di tahun 2026.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



